*Ada pepatah yang mengatakan ”keledai tidak akan tersentuk dua kali pada
batu yang sama”. Keledai itu dianggap oleh manusia sebagai binatang bodoh.
Jadi yang bodoh mengerti akan mengalamai mala petaka pada hal yang sama dua
kali. Maka mungkin saja tomadachi nihonjin sudah tersentuk pada batu kerata
lambat, maka oleh sebab itu tidak mau untuk kedua kali mengalami hal yang
sama,jadi tidak ada jalan lain, selain ke negeri sahabat yang melekat pada
langit biru, demikian komentar ahli  ilmu Nujum.  *

https://suaraislam.id/gagal-dapat-investor-ikn-dari-jepang-kini-luhut-dekati-abu-dhabi/



*Gagal Dapat Investor IKN dari Jepang, Kini Luhut Dekati Abu Dhabi*

19 Maret 2022



*Banyuwangi (SI Online) *– Setelah mundurnya investor proyek Ibu Kota
Nusantara (IKN) dari Jepang, SoftBank Group, kini Menteri Koordinator
Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan
melirik negara Arab, Abu Dhabi.

“Jumat kemarin kami sudah rapat dengan Kepala Otorita IKN Pak Bambang,
dengan Wakil Kepala Otorita IKN Pak Doni dan Deputi Kemenko Marves,
termasuk desainer IKN. Sekarang cukup bagus. Ini terkait investor dari Abu
Dhabi yang akan mengucurkan sekitar USD 20 miliar,” kata Luhut usai
meninjau tempat pengolahan sampah sirkular di Desa Tembokrejo, Kecamatan
Muncar, Banyuwangi, Sabtu (19/3/2022) siang.

Dana dari Abu Dhabi itu nantinya tidak masuk melalui SoftBank. Namun, akan
langsung melalui vision fund ke proyek IKN. “Jadi, tidak yang mundur.
Sampai detik ini tidak ada masalah soal investor proyek IKN,” tegasnya lagi.

Baca juga: *SoftBank Mundur dari Proyek IKN, Dana Rp1430 Triliun Batal
Masuk
<https://suaraislam.id/softbank-mundur-dari-proyek-ikn-dana-rp1430-triliun-batal-masuk/>*

Luhut membeberkan batalnya SoftBank dan Masayoshi karena ada persoalan
internal. Menurutnya, dana USD 100 miliar yang akan dimasukkan ke dalam
proyek IKN juga berasal dari Abu Dhabi dan Saudi. Nantinya, dana dari dua
negara ini tetap akan masuk langsung ke proyek IKN melalui vision fund lain.

Kabar mundurnya investor proyek IKN mencuat menjelang peresmian megaproyek
tersebut. Soft Bank yang awalnya akan mendanai proyek ini mendadak mundur.

Kepala Otorita Ibu Kota Negara Bambang Susantono mengatakan bahwa
masyarakat tak perlu khawatir terkait mundurnya SoftBank sebagai investor
pembiayaan proyek IKN.

“Mohon juga masyarakat tidak usah terlalu khawatir dengan satu mundur,
karena ini merupakan proses dari satu kerja sama dengan swasta yang
sebetulnya biasa di dunia pembangunan seperti ini,” kata Bambang Susantono
pada Jumat (18/3/2022).

Baca juga: *Sebelum SoftBank, Investor Rusia Juga Mundur dari Proyek Kereta
Api Borneo
<https://suaraislam.id/sebelum-softbank-investor-rusia-juga-mundur-dari-proyek-kereta-api-borneo/>*

Bambang yakin investor akan datang dengan sendirinya dengan melakukan
pengelolaan yang baik.

“Kalau kita melakukan structuring yang baik dari IKN ini tentu investor itu
akan datang dengan sendirinya dan mitra-mitra itu berbagai macam, ada yang
besar menengah ada juga investor yang kelasnya hanya pada satu sektor atau
jenis tertentu misalnya investor dalam pendidikan, kesehatan atau komersial
area,” ujarnya.

red: a. syakira/dbs

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/CAGjSX2AFzDOua1AJy2EXw0fbdWMuh1rjrvuhYE9E4_ptsUgkdg%40mail.gmail.com.

Reply via email to