Jangankan berani seperti Rusia melawan langsung tkeanan AS dengan segala sanksi 
yang dijatuhkan, Indonesia berani seperti India saja, berani terang-terangan 
membeli minyak-gas Rusia dengan harga lebih murah setelah Rusia diembargo 
sanksi AS, ... sudah cukup BAGUUUS! Merebut KEUNTUNGAN ditengah lipatan, ... 
Pertamina berani nggak??? Hahahaa, ...
https://bergelora.com/waspadalah-mengacu-nato-vs-rusia-connie-rahakundini-ingatkan-indonesia-telah-dikelilingi-3-aliansi-militer/

WASPADALAH…! 
Mengacu NATO Vs Rusia, Connie Rahakundini Ingatkan 
Indonesia Telah Dikelilingi 3 Aliansi Militer 
ByTim Redaksi19 Maret 20220

Connie Rahakundini Bakrie. (Ist)
JAKARTA – Mengacu kepada operasi militer khusus Federasi Rusia ke Ukraina sejak 
Kamis, 24 Februari 2022, maka Pemerintah Indonesia, harus waspada terhadap peta 
kekuatan aliansi militer negara tetangga. Hal ini dikatakan ahli pertahanan dan 
intelejen Connie Rahakundini Bakrie dikutip dari Harris Turino Channel, Sabtu 
(19/3).

“Karena dilihat dari kenyataan yang terjadi, Indonesia sudah dikelilingi 
kekuatan pakta pertahanan sejumlah negara yang beraliansi dengan Amerika 
Serikat. Beberapa aliansi militer tersebut yaitu QUAD, AUKUS, dan FPDA,” 
ujarnya dikutip Bergelora.com di Jakarta.

Video lengkap wawancara Dr. Connie Rahakundini Bakri:


Five Power Defence Arrangements (FPDA) adalah serangkaian hubungan pertahanan 
bilateral yang dibentuk oleh serangkaian perjanjian multi-lateral antara 
Inggris, Australia, Selandia Baru, Malaysia, dan Singapura (semua anggota 
Persemakmuran).

FPDA ditandatangani pada tahun 1971, di mana lima kekuatan harus berkonsultasi 
satu sama lain “segera ” dalam hal atau ancaman serangan bersenjata di Malaysia 
atau Singapura untuk tujuan memutuskan tindakan apa yang harus diambil secara 
bersama-sama atau secara terpisah sebagai tanggapan.

FPDA mengacu pada Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) dan penegakan hak ZEE suatu 
negara adalah urusan negara itu; suatu negara dapat meminta bantuan negara lain 
untuk melakukannya.

Quadrilateral Security Dialogue (QUAD) merupakan aliansi militer Amerika 
Serikat, Jepang, India dan Australia yang didirikan pada tahun 2017.AUKUS 
adalah sebuah pakta keamanan trilateral antara Australia, Britania Raya, dan 
Amerika Serikat, didirikan pada 15 September 2021.

“Kalau tidak segera dicermati dan diantisipasi, maka gerakan separatis di 
Papua, akan kembali bergerak kencang, memisahkan diri dari Indonesia. Karena 
semua orang tahu, banyak kepentingan asing agar Papua memisahkan diri dari 
Indonesia,” ujar Connie Rahakundini.

Menurutnya, Presiden Federasi Rusia, Vladimir Putin, mengumumkan operasi 
militer khusus ke Ukraina timur, Kamis, 24 Februari 2022.

Operasi militer khusus dilakukan, karena protes Rusia atas ekspansi North 
Atlantic Treaty Organization (NATO) dimotori Amerika Serikat ke Eropa timur, 
terutama membujuk 15 negara pecahan Union of Soviet Socialist Republic (USSR) 
sejak 25 Desember 1991, tidak dipedulikan NATO.

Bagi Rusia, Ukraina yang di sebelah timur berbatasan langsung dengan Rusia, 
merupakan ancaman keadaulatan sehingga harus diselesaikan secara militer, 
setelah beberapa kali upaya diplomasi tidak membuahkan hasil.

Imperialis Barat

Connie Rahakundini menjelaskan, dalam konteks sekarang, tindakan Presiden 
Federasi Rusia, berjuang membangun keseimbangan regional dan global. Karena 
pasca USSR bubar tahun 1991, sekarang telah terjadi dominasi Amerika Serikat 
dan NATO yang harus diimbangi demi terciptanya stabilitas keamanan regional dan 
internasional.

Dalam Studium General (Kuliah Umum) di Universitas Gorontalo, Gorontalo, Jumat 
(18/3) Connie menjelaskan konsep Berdikari Presiden Soekarno, yaitu berdiri 
diatas kaki sendiri, menegaskan, imperialismelah yang membutuhkan Indonesia, 
bukan sebaliknya.

Diam-diam justru menurut Connie yang menjalankan strategi dan visi Berdikari 
itu malah Putin . Buktinya mau apapun bentuk tekanan barat dan AS lewat beragam 
sanksi ekonomi dan diplomatik, Rusia bisa bertahan bahkan melawan.

“Swift dihapus dia bisa. Internet dunia diputuskan dia hidupkan Rusnett. Semua 
asset kuar negeri pemerintah rakyat Rusia di banned secara barbaric, dia juga 
survived, bersama negara timur tengah dan China segera mengaktifkan Petro Yuan, 
menggantikan Petro Dollar.

“Jangan tanya yang lain dibanned termasuk fashions, cars, Mc donnald dan 
lainnya dia malah bilang terimakasih. Rakyat Rusia malah akan semakin BERDIKARI 
seperti yang dicita-citakan Soekarno dan kita belum mampu hingga detik ini,” 
tegasnya

Connie Rahakundini Bakrie mengingatkan, Soekarno melalui pidatonya To Build The 
World A New tahun 1960 menyatakan negara besarlah yang sering kali bertindak 
menciptakan instabilitas dunia melalui perang.

“Untuk itu Indonesia juga seharusnya bisa seperti Rusia yang mampu tampil tegas 
secara diplomatik juga secara militer dalam menjalankan upaya mewujudkan 
perdamaian dunia,” tegas Connie Rahakundini Bakrie.

“Kaum imperialis terlalu banyak cingcong dan bertingkah, oleh karenanya aku 
serukan Go To Hell With Your Aid!,” demikian Connie Rahakundini Bakrie, 
mengutip Bung Karno.

Connie Rahakundinie Bakrie, mengingatkan, yang ditolak oleh konsep Berdikari 
Presiden Soekarno adalah ketergantungan kepada imperialisme dan menuntut 
kerjasama yang sama sederajat dan saling menguntungkan.

“Intinya, kepemimpinan Presiden Soekarno dulu dan Putin saat ini, adalah berani 
berpikir besar dan bertindak melawan arus untuk kemajuan nasional bangsanya dan 
kepentingan dunia internasional,” tegas Connie Rahakundini Bakrie.

Pakta Pertahanan Aliansi NATO

Dr. Connie Rahakundini Bakrie, menjelaskan tentang materi kepemimpinan bervisi 
World Balance Of Pawer. Menurut Warren Bennis dan Burt Nanus, kepemimpinan 
adalah kekuatan yang sangat berpengaruh dibalik kekuasaan suatu organisasi baik 
negara maupun non negara melalui dua konsep dasar yakni ilmu dan seni.

“Balance of power mengacu pada keseimbangan antara negara-negara atau aliansi 
untuk mencegah satu entitas menjadi kuat dengan keseimbangan negara tersebut 
tidak dapat memaksakan kehendaknya atau mengganggu kepentingan Negara Lain,” 
jelas Connie
Rahakundini Bakrie, penulis buku ‘Pertahanan Negara dan Postur TNI Ideal’. (Web 
Warouw)

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/79D33F9AFEC24D9AA7644AD55E4B44A3%40A10Live.

Reply via email to