Balas Sanksi, Putin Wajibkan Negara 'Tak Bersahabat' Bayar Gas Pakai Rubel
Haris Fadhil - detikNews
Kamis, 24 Mar 2022 08:32 WIB

Vladimir Putin (Foto: AP/Ramil Sitdikov)

Moskow - Presiden Rusia Vladimir Putin mewajibkan negara-negara yang 
dianggapnya tak bersahabat untuk membayar impor gas dengan mata uang Rusia, 
rubel. Negara-negara di Eropa sendiri sangat bergantung pada pasokan gas dari 
Rusia.

Dilansir dari Reuters, Kamis (24/3/2022), Rusia akan mencari pembayaran dalam 
rubel untuk gas yang dijual ke negara-negara 'tidak ramah'. Negara-negara Eropa 
dan Amerika Serikat (AS) diketahui telah memberlakukan sanksi berat terhadap 
Rusia sejak invasi ke Ukraina pada 24 Februari.

Tetapi, Eropa sangat bergantung pada gas Rusia untuk pemanas dan pembangkit 
listrik. Uni Eropa pun terpecah mengenai apakah akan memberikan sanksi pada 
sektor energi Rusia atau tidak.


Baca juga:
Presiden Ukraina Peringatkan Warga Rusia: Selamatkan Anakmu dari Perang!

Pesan Putin jelas: Jika Anda menginginkan gas kami, belilah mata uang kami. 
Namun, masih belum ada penjelasan apakah Rusia memiliki kekuatan untuk secara 
sepihak mengubah kontrak saat ini yang disepakati dalam euro.

Beberapa harga gas grosir Eropa naik hingga 30% pada hari Rabu. Harga gas 
grosir Inggris dan Belanda juga melonjak.

Gas Rusia menyumbang sekitar 40% dari total konsumsi Eropa. Impor gas Uni Eropa 
dari Rusia tahun ini naik turun antara 200 juta hingga 800 juta euro (USD 880 
juta) per hari.

"Rusia akan terus, tentu saja, untuk memasok gas alam sesuai dengan volume dan 
harga tetap dalam kontrak yang disepakati sebelumnya," kata Putin pada 
pertemuan yang disiarkan televisi dengan para menteri pemerintah.

"Perubahan hanya akan mempengaruhi mata uang pembayaran, yang akan diubah 
menjadi rubel Rusia," katanya.

Baca juga:
Arsitek Ekonomi Rusia Anatoly Chubais Mundur dari Posisi Utusan Khusus Putin

Menteri Ekonomi Jerman Robert Habeck menyebut permintaan Putin sebagai 
pelanggaran kontrak dan pembeli gas Rusia lainnya menggemakan poin tersebut.

"Ini akan merupakan pelanggaran aturan pembayaran yang termasuk dalam kontrak 
saat ini," kata sumber senior pemerintah Polandia, menambahkan Polandia tidak 
berniat menandatangani kontrak baru dengan Gazprom setelah kesepakatan mereka 
yang ada berakhir pada akhir tahun ini.

Bank-bank besar juga enggan memperdagangkan aset Rusia. Hal itu dianggap 
semakin memperumit permintaan Putin.

Baca juga:
AS Resmi Nyatakan Anggota Militer Rusia Lakukan Kejahatan Perang di Ukraina

Simak Video 'Dubes Lyudmila Pertanyakan Respon dan Sanksi Yang Diterima Rusia':







(haf/haf)

Baca artikel detiknews, "Balas Sanksi, Putin Wajibkan Negara 'Tak Bersahabat' 
Bayar Gas Pakai Rubel" selengkapnya 
https://news.detik.com/internasional/d-5998119/balas-sanksi-putin-wajibkan-negara-tak-bersahabat-bayar-gas-pakai-rubel.

Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/88E71444EA5546278052C0E29D63F02E%40A10Live.

Reply via email to