“Kerajaan Pembohong” Rayakan Konflik Rusia-Ukraina
2022-03-23 10:51:06  
https://indonesian.cri.cn/2022/03/23/ARTIFkllDOUuq7Rw0gU7Zn0R220323.shtml?spm=C77783.PVuqMaJp1sU3.EBh5xqK9Mj8L.16

 “Sejak konflik Rusia-Ukraina terjadi, Pentagon (Departemen Pertahanan AS), K 
Street, perusahaan militer bahkan seluruh gedung Kapitol AS sedang diam-diam 
mengadakan perayaan.” Komentar dari mantan analis Pentagon Franklin C. Spinney 
ini telah menunjukkan bahwa AS adalah penerima keuntungan terbesar dari konflik 
Rusia-Ukraina.








Seperti analisa Spinney, konflik Rusia-Ukraina adalah hasil manipulasi politik. 
AS sebagai biang kerok krisis Ukraina tidak hanya membuat Kompleks 
Militer-Industrinya (MIC) meraih banyak duit, bahkan terus mengenakan sanksi 
kepada Rusia dan menghalangi langkah Eropa untuk mengejar kemandirian 
strategisnya demi memperkuat status hegemoni ala AS-nya.

Krisis Ukraina sekali lagi membuktikan bahwa AS adalah “biang keladi” 
keguncangan dunia. Si pelaku ini mengabaikan tanggung jawabnya, bahkan kembali 
menimpakan kesalahan kepada negara lain. Baru-baru ini, harian The New York 
Times berkali-kali menyebarkan kabar palsu bahwa Tiongkok telah mengetahui aksi 
militer Rusia dari awal dan “meminta Rusia untuk bertindak setelah Olimpiade 
Musim Dingin Beijing”. 

Dikabarkan, “pejabat yang tidak diketahui namanya” yang dilansir New York Times 
itu berasal dari Komite Keamanan Nasional Gedung Putih. Politikus dan media AS 
bersekongkol dan membuat kebohongan untuk menimpakan kesalahan kepada Tiongkok 
dan menabur perselisihan antara Tiongkok dan Rusia, cara seperti ini tidak 
asing lagi bagi masyarakat internasional.

 

Sejarah menunjukkan, jika AS tidak terus mendorong ekspansi NATO ke Timur dan 
menyalurkan senjata kepada Ukraina serta merebut ruang kehidupan strategis 
Rusia, mana mungkin situasi Ukraina akan berkembang sampai tahap seperti saat 
ini? Mana mungkin Rusia mengambil tindakan balasan militer secara terpaksa? 

Kini, si biang kerok krisis malah mengklaim bahwa Rusia beraksi dengan 
“dukungan” dari Tiongkok, perkataan ini memutarbalikkan fakta dan sepenuhnya 
adalah fitnah.

Orang yang menyiram minyak ke dalam api menyerang dan memfitnah orang yang 
berusaha memadamkan api, tindakan ini sangat tidak terpuji dan tidak 
bertanggung jawab. Dunia sudah melihat dengan jelas, AS si “Kerajaan Pembohong” 
justru adalah biang kerok krisis Ukraina yang sebenarnya.

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/A7D93D8CCFE84A91BAF645F3A65E29EB%40A10Live.

Reply via email to