Kemenlu Tiongkok: 
Bermain Api dalam Masalah Taiwan Akan Membakar Diri Sendiri
2022-03-29 10:59:22  
https://indonesian.cri.cn/2022/03/29/ARTIVvSoqd23f2scis2c3afC220329.shtml?spm=C77783.PVuqMaJp1sU3.EBh5xqK9Mj8L.4

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Wang Wenbin dalam jumpa pers hari 
Senin kemarin (28/3) menekankan bahwa masalah Taiwan dan masalah Ukraina 
memiliki perbedaan yang mendasar, kedua hal tersebut tidak bisa dibandingkan. 
Beberapa orang AS (Amerika Serikat) berkali-kali mencampuri kedua masalah 
tersebut dan berencana memfitnah Tiongkok dengan kesempatan ini, ini merupakan 
motif tersembunyi mereka.

Dilaporkan, tokoh pihak militer AS saat menerima wawancara membandingkan 
masalah Ukraina dan masalah Taiwan, serta menggembar-gemborkan ancaman 
Tiongkok. Wang Wenbin menunjukkan bahwa masalah Ukraina adalah letusan 
kontradiksi yang telah tertimbun selama bertahun-tahun, dasarnya adalah masalah 
keamanan Eropa, tindakan ekspansi tanpa batas NATO ke arah timur perlu 
direnungkan.

Wang Wenbin menekankan bahwa Taiwan merupakan bagian yang tak terpisahkan dari 
wilayah Tiongkok, hal ini secara fundamental berbeda dengan Ukraina sebagai 
negara berdaulat.

“Sebagian orang AS dengan sengaja membandingkan masalah Taiwan dan masalah 
Ukraina, bukan hanya tidak wajar, tetapi juga berniat jahat, tujuannya adalah 
mencoba menciptakan sebuah krisis baru di Selat Taiwan, melayani kepentingan 
geostrategis dan ekonomi AS sendiri dengan mengorbankan kesejahteraan rakyat di 
kedua sisi Selat Taiwan serta perdamaian dan stabilitas regional. Taiwan 
bukanlah Ukraina, tekad rakyat Tiongkok untuk mempertahankan kedaulatan negara 
dan keutuhan wilayah tidak bisa dihancurkan. Bermain api dalam masalah Taiwan 
hanya akan membakar diri sendiri,” ujar Wang Wenbin.


Kemenlu: Dukungan Tiongkok kepada IAEA Tak Berarti Menerima Aksi Pembuangan 
Limbah Nuklir Jepang ke Laut
2022-03-29 10:44:57  
https://indonesian.cri.cn/2022/03/29/ARTILLOWduvNBEkXXupGPs7e220329.shtml?spm=C77783.PVuqMaJp1sU3.EBh5xqK9Mj8L.5Menanggapi
 laporan terkait kunjungan tim kerja Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) di 
Jepang, jubir Kemenlu Tiongkok Wang Wenbin dalam jumpa pers hari Senin 
kemarin(28/3) menunjukkan, dukungan Tiongkok terhadap pekerjaan yang diadakan 
oleh tim teknologi tidak berarti menerima kebijakan Jepang yang membuang limbah 
nuklirnya ke laut.

Dikabarkan, dalam jumpa pers virtual hari Jumat lalu(25/3), IAEA menyatakan, 
tim kerjanya menggelar pembicaraan dengan Komisi Energi Atom Jepang di Jepang 
dari tanggal 21-25 Maret lalu, untuk membahas apakah tindakan pengawasan 
rencana pembuangan limbah nuklir Fukushima memenuhi standar keamanan IAEA. 
Laporan evaluasi akan dikeluarkan pada dua bulan mendatang.

Wang Wenbin menyatakan, Tiongkok selalu memperhatikan masalah penanganan air 
limbah nuklir Fukushima Jepang, rencana pengawasan yang menyeluruh, ilmiah dan 
ketat bermanfaat untuk menangani air limbah nuklir Fukushima secara aman. Pihak 
Jepang harus bekerja sama dengan tim kerja IAEA, diharapkan IAEA dapat secara 
tepat waktu melaporkan keadaan evaluasi kepada masyarakat internasional 
terutama pihak yang terdampak.

Wang Wenbin menekankan, walau pengawasan penanganan air limbah nuklir sangat 
penting, namun memilih cara penganan yang tepat barulah sumber masalahnya. 
Tiongkok berharap, pembahasan terkait pengaturan pengawasan dapat membuat 
Jepang menyadari pentingnya mengevaluasi berbagai pilihan cara penanganan 
pembuangan limbah nuklir, bukannya bersikeras pada keputusan untuk membuangnya 
ke laut.


-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/1A39DD4017304E72B998E545EC5EC757%40A10Live.

Reply via email to