Dialah Biang Keroknya!
2022-03-29 15:19:20  
https://indonesian.cri.cn/2022/03/29/ARTI4UtgMEeVCE5dlzjmlpiZ220329.shtml?spm=C77783.PVuqMaJp1sU3.EBh5xqK9Mj8L.14



“Orang ini (presiden Rusia Vlatimir Putin) tak boleh berkuasa lagi” demikian 
kata Presiden AS Joe Biden dalam pidatonya terkait konflik Rusia-Ukraina di 
Polandia. Walaupun Gedung Putih ingin mengklarifikasi kata-kata Biden yang 
dengan sewenang-wenang mengintervensi urusan intern negara lain, tapi ini telah 
mengungkapkan tujuan sejati Washington untuk memprovokasi, menghancurkan dan 
menggulingkan pemerintahan Rusia, agar AS dapat terus mempertahankan 
hegemoninya di dunia.

AS memanipulasi politik, ekonomi, kebudayaan, pendidikan dan media, mengibarkan 
bendera HAM, demokrasi dan kebebasan, menciptakan guncangan di seluruh dunia. 
Konflik Rusia-Ukraina yang telah berlangsung selama satu bulan itu justru 
adalah contoh terbaru dari banyak contoh AS yang mempertajam kontradiksi antar 
negara lain atau secara langsung melancarkan perang demi mengupayakan 
kepentingan geopolitiknya.

Menengok kembali sejarah agresi dan intervensi AS, tak sulit ditemukan bahwa 
Washington adalah biang kerok dari keguncangan dunia dan sumber kekacauan dunia.



(Tahun 2003, Gedung Kepresidenan Irak setelah dibom oleh tentara AS)

Apakah AS haus akan perang?

Dilihat dari segi big data, jawabannya adalah ‘ya’.



Menurut statistik tidak lengkap, sejak berdiri pada tahun 1776, dalam sejarah 
selama 240 tahun, waktu AS tidak terlibat dalam perang hanya tercatat selama 20 
tahun, dari berakhirnya Perang Dunia II pada tahun 1945 sampai tahun 2001, di 
153 negara dan daerah telah terjadi 248 kali konflik bersenjata, di antaranya, 
perang yang dilancarkan oleh AS tercatat sebanyak 201 kali, merupakan 81 persen 
dari jumlah totalnya.



Sejak Perang Dunia II, hampir setiap presiden AS memiliki perangnya sendiri. 
Perang-perang itu mengakibatkan negara yang diagresi mengalami banyak 
penderitaan, jutaan rakyat sipil mati, dan puluhan juta orang menjadi tuna 
wisma. Tujuannya hanya satu, mempertahankan hegemoninya di dunia.



(Pengungsi Timur Tengah yang melarikan diri ke Eropa)

Sejarah dosa AS yang dengan keras mengintervensi urusan intern negara lain dan 
membantai rakyat sipil telah menulis penuh sebuah cerita tragis 3 juta rakyat 
sipil yang tewas dan 3 juta orang yang menjadi pengungsi.



(Tahun 2017, Konvoi Kendaraan Lapis Baja AS di Suriah)

Perang Vietnam, perang Teluk, perang Afghanistan, perang Irak dan perang 
Suriah… menghitung perang-perang yang dilancarkan AS setelah Perang Dunia II, 
dapat dikatakan bahwa haus akan perang telah menjadi tradisi Washington. 
Perang-perang itu tidak saja menimbulkan keguncangan dunia, tapi juga 
menyebabkan proliferasi populisme di AS, dan konfrontasi politik di dalam 
negeri meningkat, muncul krisis menyeluruh di dalam negeri AS.



Saat melancarkan perang, AS selalu mengibarkan bendera HAM dan demokrasi. Namun 
jika AS terlalu banyak melakukan hal serupa, rakyat dunia akan mengetahui 
maksud asli tindakan AS.

AS adalah biang kerok yang mengakibatkan keguncangan dunia. Kapan mereka dapat 
menghentikan kejahatannya? Semua orang yang cinta perdamaian sedang 
bertanya-tanya!

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/43DA1F86E3EB42C8A0C3003BAB122EC3%40A10Live.

Reply via email to