Pemerintah ambil dan menjadi milik negara? On Fri, Apr 1, 2022 at 2:36 AM Chan CT <[email protected]> wrote:
> ] > Pemerintah Segera Ambil Alih Izin Praktik Dokter dari IDI Dampak Terawan > Dipecat > [image: Photo of Pemerintah Segera Ambil Alih Izin Praktik Dokter dari IDI > Dampak Terawan Dipecat] > > > https://www.suarapemredkalbar.com/read/nasional/30032022/pemerintah-segera-ambil-alih-izin-praktik-dokter-dari-idi-dampak-terawan-dipecat > > > *JAKARTA, SP* – Pemerintah Republik Indonesia akan mengambil alih > kewenangan pemberian izin praktik dokter dari sebelumnya merupakan > kewenangan Ikatan Dokter Indonesia (IDI). > > Hal itu dikemukakan Menteri Hukum dan Hak Azasi Manusia, Yasonna Laoly, > Rabu, 30 Maret 2022, menanggapi hasil Muktamar ke-XXXI Ikatan Dokter > Indonesia di Banda Aceh, 24 – 25 Maret 2022, merekomendasikan pemecatan > permanen dan pencabutan izin praktik mantan Menteri Kesehatan Republik > Indonesia, Prof Dr dr Terawan Agus Putranto (57 tahun). > > Terawan Agus Putranto dipecat karena metoda pengobatan pasien stroke > menggunakan sistem cuci otak atau dikenal Digital Subtraction Angiogram > (DSA) sejak tahun 2018. > > Terawan Agus Putranto dipersalahkan pula karena memberikan suntikan Vaksin > Immunoteraphy Nusantara, lewat cel dentritik di Rumah Sakit Pusat Angkatan > Darat Gatot Subroto Jakarta, sebagai upaya menimbulkan kekebalan tubuh agar > tidak mudah terpapar Corona Virus Disease-19 (Covid-19). > > “Kita segera menyusun undang-undang dan atau penyempurnaan sebuah produk > undang-undang yang menggariskan izin praktik seorang dokter ditangani > Pemerintah Republik Indonesia,” kata Yasona Laoly. > > “Posisi IDI harus dievaluasi. Kita harus membuat undang-undang yang > menegaskan izin praktik dokter adalah ranah pemerintah, dalam hal ini > Kementerian Kesehatan,” tulis Yassona Laoy dalam siaran pers, Rabu petang, > 30 Maret 2022. > > Yasona Laoy menyesalkan putusan IDI memberhentikan permanen mantan Menteri > Kesehatan, Dokter Terawan yang merupakan seorang spesialis radiologi dari > keanggotaan. > > “Saya sangat menyesalkan putusan IDI, apalagi sampai memvonis tidak > diizinkan melakukan praktik untuk melayani pasien,” kata Yasona Laoly. > > > Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu juga bercerita > pengalaman ketika menerima vaksin Nusantara dari Putranto. > > Bahkan, Yasona Laoly mengaku tidak meragukan kredibilitas dan keahlian > sang dokter itu. Sejak lama Yasona Laoly mengaku sangat berminat > mendapatkan Vaksin Immunoteraphy Nusantara. > > Yasona Laoly mengetahui sejumlah tokoh nasional dan Pejabat Tinggi Negara, > jadi tim relawan Vaksin Immunoteraphy Nusantara, dan sampai sekarang tidak > ada keluhan. > > “Saya tahu banyak pejabat tinggi negara yang sudah menerima suntikan > vaksin Nusantara dari dr Terawan, serta sangat menyakini keampuhannya,” > ujar Yasona Laoly. > > Yasona Laoly menceritakan pengalaman dua sahabatnya mengikuti metode > Digital Subtraction Angiogram (DSA) yang dilakukan Putranto. > > Setelah mengikuti DSA dari tentara dokter itu, dua orang sahabatnya > merekomendasikan agar Yasona Laoly mengikuti metode DSA. > > Menurut Yasona Laoly, pengalaman dari dua sahabatnya serta pasien lain > merupakan pengalaman empirik dan fakta.* > > > > Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, > kirim email ke [email protected]. > Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi > https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/CAG8tavhnrk-cvqAiP4%2BNWTa16X-gik%3DwwSb5uC0hymgiOLhRyA%40mail.gmail.com > <https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/CAG8tavhnrk-cvqAiP4%2BNWTa16X-gik%3DwwSb5uC0hymgiOLhRyA%40mail.gmail.com?utm_medium=email&utm_source=footer> > . > > -- > Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, > kirim email ke [email protected]. > Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi > https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/83D08529DC934FEABDA91C09D4FD800B%40A10Live > <https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/83D08529DC934FEABDA91C09D4FD800B%40A10Live?utm_medium=email&utm_source=footer> > . > -- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/CAGjSX2C8VC6rszoArjb6avzfky6YQgxMSGh%2BuPJHj9GmqT66cg%40mail.gmail.com.
