Kompleks Industri Militer AS Bersekongkol Menggaet Keuntungan dari Perang
2022-04-01 12:56:01  
https://indonesian.cri.cn/2022/04/01/ARTIbPpk14YFc2xnBGnFmVm3220401.shtml?spm=C77783.PVuqMaJp1sU3.EBh5xqK9Mj8L.14



Konflik Militer Rusia-Ukraina telah berlangsung selama sebulan lebih, sejauh 
ini perang tersebut tidak hanya mengakibatkan korban tewas dan cedera prajurit 
dan rakyat jelata, tapi juga telah mengakibatkan jutaan orang Ukraina menjadi 
pengungsi. Sebagai penyebab konflik Rusia-Ukraina, Amerika Serikat (AS) terus 
“memberikan pisau” dari belakang, tindakan itu berkaitan dengan sifat negaranya 
sebagai “kompleks industri militer”. 

Pihak militer, industri, pemerintah dan Kongres AS bekerja sama erat sambil 
berkolusi dengan wadah pemikir dan media sehingga membentuk sebuah grup 
kepentingan, grup itu terus membuat “musuh” di seluruh dunia, menghasut konflik 
antar negara lainnya untuk mendapatkan keuntungan dari perang. Konflik 
Rusia-Ukraina justru menjadi mangsa terbaru “vampir” itu.

Setelah konflik Rusia-Ukraina terjadi, imbauan kalangan strategis AS mengenai 
perluasan persenjataan, pembangkitan kembali “perdamaian ala AS” itu kembali 
meningkat, mencoba mengintimidasi negara lain untuk mewujudkan “Pax American 
(perdamaian global yang dikelola AS)”. Konsep yang selalu ditawarkan oleh 
kalangan strategis AS itu justru menjadi “sumber” kekayaan kompleks industri 
militer tersebut.




Tindakan gaya “vampir” kompleks industri militer AS untuk memperoleh keuntungan 
dari perang itu tidak hanya mendatangkan pergolakan dunia tapi juga melahap 
sebagian besar kekayaan masyarakat AS. Mantan analis Pentagon, Franklin 
C.Spinney pernah dalam artikelnya menunjukkan, Dalam 30 tahun yang lalu, 
pengaruh kompleks industri militer AS cukup besar sehingga pemerintah tidak 
mungkin mengeluarkan kebijakan untuk memelihara perdamaian dunia, juga telah 
mengakibatkan perilaku parasit termasuk persaingan eksklusif dan perburuan 
rente kekuatan industri militer, menimbulkan korupsi, sehingga daya saing 
ekonomi AS menurun   tahun demi tahun. 

Ia mengimbau pemerintah AS  mengubah pendirian dan kebijakannya, dan secara 
aktif menjaga perdamaian dunia, “Pengambil kebijakan diplomatik hendaknya 
memandang dengan sungguh-sungguh tuntutan rasional negara lain, serta 
menghentikan tindakannya yang selalu memonsterisasi negara lain”.

Namun, kompleks industri militer tidak menghiraukan hal itu, mereka hanya 
mengupayakan kepentingannya saja, bahkan sejumlah orang di antaranya 
mengharapkan konflik Rusia-Ukraina berlangsung 10 tahun lagi. Yang mereka 
perhatikan adalah, dengan dukungan militer dan ekonomi Barat, tentara Ukraina 
dan tentara bayaran dari negeri asing menjatuhkan Rusia melalui perang gerilya 
yang berlarut-larut. Mereka sama sekali tidak menghiraukan korban tewas dan 
cedera rakyat Ukraina, serta kehancuran instalasi. “Sejak Konflik Rusia-Ukraina 
terjadi, pasti banyak orang yang sedang diam-diam merayakannya,” ujar Spinney.

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/431FB4778D3541F6BEA661EC36F408E1%40A10Live.

Reply via email to