Bg Jo, Anda mengatakan 0.5 - - 1 % dari pasien Dr Terawan 200--400 dari
40.000(???) pasien mengalami berbagai komplikasi.... Entah dari mana bg.
dapatkan factor 0.5 - 1% itu, kalau andaikata 40,000.(??), tidak mengalami
pengobatan Dr Tewaran, berapa persentage yg akan mengalami berbagai komplikasi
itu, mungkin IDI, atau bg mempunyai datanya berdasarkan study yg nyata (???),
mungkin angka 200 - 400 terlalu gde atau terlalu kecil...... Bg. mengatakan
bahwa pasien yg "men"- confirmed hasilnya pengobatan Dr Tewaran positif,
adalah pasien yg "sehat", tidak sakit(????!!!)Kalau saya seandainya seorang
"pasien" SEHAT , wah tentunya saya TAK akan ambil risiko untuk otak saya
diotak-otik oleh achli otak darimanapun, German, Inggris, USA atau Dr. Tewaran
..... entah bagimana dgn bg????!!!! Saya sampai hari ini tidak mengatakan IDI
salah atau benar dgn keputusan IDI terhadap Dr Tewaran, tak (????) ada bahan
study yg actual dn mendalam dari IDI, ..???!!! saya setuju pendapat bahwa
kekuasaan, wewenang IDI untuk memberi ijin seorang Dr yg " bisa" berpratek
atau "tidak" ( dari segi ilmu kedokteran), hak ini harus dalam tangan
pemeriintah, bukannya IDI. Kecuali kalau ada diantara falkutas2 kedokteran yg
diakui pamerintah, mendidik para dokter, dan obral memberi gelar Dr pada para
lulusan tapi ternyata standard pendidikannya fakultas itu rendah, tak sesuatu
dng standard yg ditentukan pemeriintah , ..!!!! IDI bisa memberikan
sanggahan.Yang saya tekankan, IDI harus mempunyai report yg scientific,
berdasarkan studies yg mendalam dan menyeluruh terhadap ex pasien dari Dr.
Terawan, dan ini harus diSERAHKAN pada pemeriintah dn pemeriintah yg berkuasa
untuk mencabut atau tidak ijin praktek seorang Dr. ..... Suatu teori benar atau
salah dibuktikan dgn mempratekkan teori itu.. Ini ke"benar"an universal,
termasuk dalam revolusi social. .!!!
Lln
Sent from my Samsung Galaxy smartphone.
-------- Original message --------From: "'B.H. Jo' via GELORA45"
<[email protected]> Date: 03/04/2022 4:25 a.m. (GMT+05:30) To:
Sunny ambon <[email protected]>, GELORA45_In <[email protected]>
Subject: Re: [GELORA45] Nyawa Dr. Terawan Terancam? Yasona Laoly Pasang Badan
Selamatkan Terawan!
Saya belum melihat youtube-nya tetapi resiko komplikasi dari prosedur
yg. dilakukan oleh Terawan adalah antara 0.5% dan 1%. Komplikasinya adalah
lumpuh sebagian badan, lumpuh setengah badan, juga bisa meninggal dunia.
Kutipan: Digital subtraction angiography (DSA) is still considered the “gold
standard” in vascular imaging. However, DSA is an invasive procedure associated
with risk of complications, 1% overall incidence of neurologic deficit and 0.5%
incidence of persistent deficit. Akhir kutipan.
Jadi kalau Terawan telah melakukan prosedur 40,000, kira2 antara 200 sampai 400
orang telah mendapat komplikasi. Yg. tentunya tidak diberitakan. Sedangkan
keuntungannya tidak jelas sebab tidak ada perbandingan uji klinisnya.
Pemecatan Terawan adalah utk. melindungi potensi komplikasi utk. 200 - 400
orang.
Lain kali, kalau ada kesempatan saya akan memberi komentar ttg. sistem yg.
"amburadul" dari Depkes dan IDI di Indonesia. Yg. berlainan sama sekali dgn.
sistim di Eropa (Jerman), Kanada dan Amerika dimana saya pernah
berhubungan/hidup dgn. sistim dari ketiga negara ini.
BH Jo
On Saturday, April 2, 2022, 05:12:13 AM MDT, Sunny ambon
<[email protected]> wrote:
https://www.youtube.com/watch?v=eSFIN0zKCZU
https://www.youtube.com/watch?v=eSFIN0zKCZU
--
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/CAGjSX2BzHTxpThiTN9oc9Ty-PcCA5UBF6u%2BV-xNNsYwgZnAqrA%40mail.gmail.com.
--
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/b6iajvmfrfkwa2j4ojiox1lo.1648964148731%40email.android.com.