Malvinas Tak Seharusnya Jadi Luka Selamanya
2022-04-03 10:08:55  
https://indonesian.cri.cn/2022/04/03/ARTINhYQUfhYINJnaK1taiF5220403.shtml?spm=C77783.PVuqMaJp1sU3.EBh5xqK9Mj8L.13

Tanggal 2 April adalah genap 40 tahun meletusnya Perang Kepulauan Malvinas. 40 
tahun yang lalu, Perang yang bertujuan merebut kedaulatan Kepulauan Malvinas 
itu meletus dan berlangsung selama 74 hari, perang tersebut diakhiri dengan 
kekalahan Argentina. Tindakan hegemoni Inggris yang mempertahankan “warisan 
kolonialisme ” itu memberikan luka mendalam kepada rakyat Argentina bahkan 
negara-negara Amerika-Latin.








Isu Kepulauan Malvinas adalah masalah sejarah kolonialisme. Argentina mengklaim 
kepemilikannya terhadap Kepulauan Malvinas pada tahun 1816 ketika terlepas dari 
penjajahan kolonial Spanyol dan mengumumkan kemerdekaan. Inggris dengan paksa 
menduduki Kepulauan Malvinas pada tahun 1883 ketika melakukan ekspansi kolonial 
di Amerika Selatan. PBB dalam resolusinya pada tahun 1965 mencantumkan isu 
Kepulauan Malvinas ke dalam kategori “dekolonisasi” dan mendesak Inggris dan 
Argentina menyelesaikan perselisihan kedaulatan melalui perundingan bilateral. 
Komite Khusus Dekolonisasi Majelis Umum PBB pernah 30 kali mendesak pemerintah 
Inggris untuk mengadakan perundingan dengan pemerintah Argentina, tapi ditolak 
Inggris. 




Sesudah Perang Malvinas, Argentina tidak pernah berhenti untuk mengklaim 
kedaulatan terhadap kepulauan itu. Sejumlah besar negara di dunia termasuk 
Tiongkok dengan tegas mendukung tuntutan Argentina yang mengklaim kedaulatan 
terhadap Kepulauan Malvinas, dan mendesak Inggris segera melaksanakan resolusi 
terkait PBB dan selekasnya menghidupkan perundingan dan menyelesaikan 
persengketaan secara damai. Namun Inggris terus beraksi untuk memperkokoh 
kedudukannya terhadap Kepulauan Malvinas. Menurut laporan pihak Argentina, 
Inggris menempatkan senjata militer anti udara di Malvinas pada Januari tahun 
ini. Tindakan Inggris ini nyata sekali melanggar resolusi PBB dan kembali 
melukai rakyat Argentina.








Apa yang dilakukan Inggris menandakan, Inggris tetap terobsesi dalam impian 
lama kolonialisme. Masalah Kepulauan Malvinas bukan hanya masalah Argentina 
sendiri, melainkan masalah regional bahwa internasional, berbagai pihak 
hendaknya menentang Inggris yang bersikeras melakukan tindakan kolonialisme di 
wilayah Argentina. Masalah Kepulauan Malvinas tidak seharusnya menjadi luka 
selamanya!

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/F5F15868636E43D1BE1C24D281A0CABA%40A10Live.

Reply via email to