Yang Terpenting Saat Ini Adalah Gencatan Senjata 2022-04-07 12:42:35 https://indonesian.cri.cn/2022/04/07/ARTIi0HZpiW2U5q7fJNr7evu220407.shtml?spm=C77783.PVuqMaJp1sU3.EBh5xqK9Mj8L.16
Hari Selasa (5/4), Dewan Keamanan PBB mengadakan rapat untuk membahas “insiden Bucha”. Wakil Tetap Tiongkok untuk PBB menekankan, mendorong peredaan situasi dan gencata senjata di Ukraina sedini mungkin merupakan tugas urgen masyarakat internasional dan juga harapan terbesar Tiongkok. Terkait dengan “insiden Bucha”, Tiongkok menyatakan bahwa semua tudingan harus didukung oleh fakta, sebelum hasil penyelidikan diperoleh, diharapkan semua pihak yang terlibat dapat menahan diri dan tidak melontarkan tudingan yang tidak beralasan. Pendirian Tiongkok yang objektif dan rasional telah memberikan petunjuk yang jelas kepada komunitas internasional terkait “insiden Bucha”. Rusia dan Ukraina memiliki pendiriannya masing-masing mengenai “insiden Bucha”. Baru-baru ini, media Ukraina merilis sejumlah foto dan video terkait terbunuhnya warga Bucha, dan menuding Rusia sebagai pelakunya. Hal tersebut dibantah oleh pihak Rusia dengan menyebut bahwa “bukti kejahatan” yang disebutnya muncul setelah penarikan mundur tentara Rusia dan setelah tibanya tentara dan media Ukraina, semua itu adalah akting dari media-media Barat. Rusia telah menyampaikan bukti terkait kepada Dewan Keamanan. Rusia dan Ukraina memiliki perbedaan pendapat mengenai insiden Bucha, PBB harus mengirim tim penyelidiknya yang independen dan objektif ke Ukraina. Sebelum fakta ditemukan, semua pihak yang terlibat hendaknya menahan diri, tidak bersikap apriori atau mempersengit situasi. Akan tetapi, negara-negara Barat termasuk AS tidak sabar menunggu hasil penyelidikan dan menjadikan prediksinya sendiri sebagai kesimpulan final, dan mulai memberikan sanksi putaran baru kepada Rusia. Analis menunjukkan, “insiden Bucha” terjadi saat perundingan Rusia-Ukraina mencapai kemajuan positif, maka tidak dikesampingkan kemungkinan adanya pihak yang sengaja menghambat perundingan itu. Saat ini, yang harus dilakukan oleh komunitas internasional adalah, di satu sisi melakukan penyelidikan independen dan objektif terhadap “insiden Bucha”, di sisi lain harus berupaya mendorong perundingan dan mewujudkan gencatan senjata dalam rangka mencegah bencana kemanusiaan secara tuntas. Tiongkok Tegas Akan Melindungi Kepentingan Keamanan dan Kedaulatan Sendiri 2022-04-07 12:45:31 https://indonesian.cri.cn/2022/04/07/ARTITujqUll30JEV05JVEOPz220407.shtml?spm=C77783.PVuqMaJp1sU3.EBh5xqK9Mj8L.7Jubir Kemlu Tiongkok Zhao Lijian hari Rabu kemarin(6/4) menyatakan, tindakan AS yang menjual senjatanya kepada daerah Taiwan Tiongkok dengan serius melanggar prinsip ‘Satu Tiongkok’ dan Tiga Komunike Bersama Tiongkok-AS, lebih-lebih melanggar penetapan Komunike ‘17 Agustus’, dengan serius merugikan kedaulatan dan kepentingan pembangunan dan keamanan Tiongkok, dengan serius merugikan hubungan Tiongkok-AS serta perdamaian dan kestabilan Selat Taiwan. Pihak Tiongkok menentang tegas dan mengecam keras hal tersebut. Menurut laporan, Badan Kerja Sama Keamanan Pertahanan AS menyatakan (5/4), Deplu AS telah meluluskan penjualan teknologi militer dan sarana terkait kepada Kantor Ekonomi dan Budaya Taipei, termasuk penataran dan sarana terkait sistem pertahanan Patriot senilai sekitar US$95 juta. Zhao menunjukkan, “Pihak AS harus menaati prinsip ‘Satu Tiongkok’ dan penetapan Tiga Komunike Bersama Tiongkok-AS, membatalkan rencana penjualan senjatanya kepada Taiwan, dan menghentikan penjualan senjata kepada Taiwan serta hubungan militer AS-Taiwan. Tiongkok akan mengambil tindakan yang tegas untuk melindungi kedaulatan dan kepentingan keamanan dan kedaulatan sendiri.” -- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/35DD4BA4C79E41138B428EB2E7A25029%40A10Live.
