Di Balik Abstainnya RI saat Voting Penangguhan Rusia di Dewan HAM PBB
Tim detikcom - detikNews
Minggu, 10 Apr 2022 06:06 WIB

Wakil Tetap RI untuk PBB, Arrmanatha Nasir. (YouTube United Nations)

Jakarta - Negara-negara telah memilih untuk mendukung atau menolak Rusia 
ditangguhkan keanggotaannya dari Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan 
Bangsa-Bangsa (Dewan HAM PBB). Indonesia memilih abstain, tidak mendukung atau 
menolak. Ada argumen di balik sikap Indonesia.
Meski akhirnya resolusi menangguhkan keanggotaan Rusia dari Dewan HAM PBB lolos 
karena mayoritas negara mendukung, namun Indonesia bersama 57 negara lainnya 
memilih abstain. Voting ini digelar oleh Majelis Umum PBB pada Kamis (7/4) lalu.

Baca juga:
Indonesia Abstain di Voting PBB soal Penangguhan Rusia dari Dewan HAM

Ada 93 negara setuju, 24 negara menentang, dan 58 negara memilih abstain.


Menurut situs resmi PBB, Rusia, China, Kuba, Korea Utara, Iran, Suriah, 
Vietnam, termasuk di antara mereka yang memberikan suara menentang.

Negara-negara yang memilih abstain antara lain Indonesia, India, Brasil, Afrika 
Selatan, Meksiko, Mesir, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Yordania, Qatar, Kuwait, 
Irak, Pakistan, Singapura, Thailand, Malaysia, dan Kamboja.


Baca juga:
Sikap Abstain RI Kala PBB Bahas Keanggotaan Rusia di Dewan HAM

Voting tersebut menandai dimulainya kembali sesi darurat khusus PBB tentang 
perang di Ukraina, dan digelar menyusul laporan pelanggaran yang dilakukan oleh 
pasukan Rusia.

Selanjutnya, pembantaian Bucha jadi pangkal masalahnya:

Pembantaian Bucha jadi pangkal masalahnya

Voting untuk menangguhkan keanggotaan Rusia dari Dewan HAM PBB lantaran terjadi 
pembantaian di Bucha, Ukraina. Ratusan nyawa warga sipil melayang di kota dekat 
Kyev itu saat Rusia menginvasi Ukraina.

Sebelum voting, Duta Besar Ukraina Sergiy Kyslytsya mendesak negara-negara 
untuk mendukung resolusi tersebut.

"Bucha dan lusinan kota dan desa Ukraina lainnya, di mana ribuan penduduk yang 
damai telah dibunuh, disiksa, diperkosa, diculik, dan dirampok oleh tentara 
Rusia, menjadi contoh seberapa jauh Federasi Rusia telah melangkah jauh dari 
deklarasi awalnya di domain hak asasi manusia. Itulah sebabnya kasus ini unik 
dan tanggapan hari ini jelas dan tegas," kata Sergiy Kyslytsya.

Baca juga:
Apa Keuntungan RI Abstain di Voting Penangguhan Rusia dari Dewan HAM PBB?

Indonesia juga mengecam pembantaian di Bucha. Argumen Indonesia dapat disimak 
dalam rekaman sidang Majelis Umum PBB yang diunggah PBB di kanal YouTube-nya, 
United Nations, diakses detikcom pada Sabtu (9/4). Indonesia menyampaikan 
sikapnya sebagaimana sejumlah negara lain yang mengikuti sidang ini.

Kota Bucha menjadi tempat di mana warga sipil Ukraina tewas akibat konflik 
negara tersebut dengan Rusia. Jenazah warga sipil mulai dikubur di Bucha. Foto: 
REUTERS/STRINGER
Argumen Indonesia disampaikan Wakil Tetap RI untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa 
(PBB), Arrmanatha Nasir, di sidang tersebut. Pada dasarnya, Indonesia ingin 
komisi penyelidikan internasional dari Dewan HAM PBB untuk menyelidiki lebih 
dahulu pelanggaran kemanusiaan di Bucha, Ukraina. Maka Indonesia tidak langsung 
menyetujui resolusi itu, melainkan menunggu hasil kerja penyelidikan komisi 
tersebut.

Baca juga:
Selain Abstain Voting PBB, RI Didorong Aktif Damaikan Rusia-Ukraina

Selanjutnya, argumen Indonesia di balik sikap abstain:

Argumen Indonesia di balik sikap abstain

Berikut adalah kalimat Arrmanatha Nasir dalam sidang Majelis Umum PBB, 7 April 
2022:

Sangat menyedihkan melihat permusuhan di Ukraina terus berlanjut, dan jumlah 
warga sipil dan korban terus meningkat.

Kami berbagi keprihatinan mendalam dengan komunitas internasional berkaitan 
dengan situasi hancurnya hak asasi manusia dan kemanusiaan di Ukraina, dan kami 
tidak menganggap enteng laporan pelanggaran berat dan sistemik dan 
penyalahgunaan HAM, termasuk laporan dari Bucha.

Baca juga:
RI Abstain di Voting PBB soal Penangguhan Rusia, PD Tunggu Langkah Nyata

Untuk alasan ini, kami percaya Dewan Hak Asasi Manusia harus tetap menangani 
masalah ini dan mendukung seruan Sekjen PBB untuk penyelidikan menyeluruh dan 
independen.

Kami juga mendukung penuh pembentukan komisi penyelidikan internasional yang 
independen oleh Dewan Hak Asasi Manusia.

Bapak Presiden (Presiden Majelis Umum PBB), tidak diragukan lagi bahwa mereka 
yang bertanggung jawab atas pelanggaran hak asasi manusia di Ukraina harus 
dimintai pertanggungjawaban dan dibawa ke pengadilan. Oleh karena itu, Komisi 
harus menerima dukungan penuh dan akses yang diperlukan untuk menjalankan 
mandatnya secara efektif.

Baca juga:
Ini Argumen RI Saat Abstain Penangguhan Rusia di Dewan HAM PBB

Sementara itu, kita harus memberikan kesempatan kepada komisi untuk bekerja 
secara objektif dan transparan serta mempresentasikan temuan dan laporannya. 
Kita harus mengizinkan uji tuntas dan tidak berprasangka buruk terhadap 
pekerjaan komisi itu.

Majelis Umum PBB juga harus berhati-hati. Selain itu, tindakan Majelis Umum 
tidak boleh membuat preseden negatif yang dapat merusak kredibilitas badan PBB 
yang mulia ini.

Karena alasan itulah, Indonesia abstain pada resolusi L4.

Baca juga:
Mendengar Argumen RI yang Abstain soal Penangguhan Rusia di PBB

Bapak Presiden, Indonesia tetap teguh dalam komitmen kami untuk menghormati dan 
melindungi hak asasi manusia untuk semua. Prioritas kami sekarang adalah 
menyelamatkan nyawa dan melindungi warga sipil di Ukraina. Kami menegaskan 
kembali seruan kami kepada semua pihak untuk menghentikan permusuhan dan 
berusaha keras untuk mencapai perdamaian melalui dialog dan diplomasi. Ini 
adalah satu-satunya cara kita dapat mengakhiri penderitaan dan hilangnya nyawa 
yang tidak masuk akal di Ukraina, dan untuk mencegah meningkatnya dampak 
negatif perang di luar kawasan.

Jadi kita harus menghentikan perang. Dan saya ulangi, kita harus menghentikan 
perang sekarang. Jika tidak, kita semua akan menderita.

Terima kasih Pak Presiden.

(dnu/dnu)

Baca artikel detiknews, "Di Balik Abstainnya RI saat Voting Penangguhan Rusia 
di Dewan HAM PBB" selengkapnya 
https://news.detik.com/berita/d-6025271/di-balik-abstainnya-ri-saat-voting-penangguhan-rusia-di-dewan-ham-pbb.

Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/987D1A9213FB462DA777BFF95ABF3260%40A10Live.

Reply via email to