Tiongkok Tidak Berminat untuk Menantang atau Menggeser Negara Mana Pun 2022-04-16 10:29:59 https://indonesian.cri.cn/2022/04/16/ARTIXf7jXqI09RZ3WsoQnpVn220416.shtml?spm=C77783.PVuqMaJp1sU3.EBh5xqK9Mj8L.5
Tiongkok tidak berminat menantang atau menggeser negara mana pun, perkembangan Tiongkok hanya bertujuan satu untuk menyejahterakan rakyatnya. Demikian dikatakan juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Zhao Lijian dalam jumpa pers hari Jumat kemarin (15/4) ketika menanggapi wacana pejabat AS yang memfitnah Tiongkok berusaha menyalip AS di berbagai bidang. Diberitakan, Kepala Badan Intelijen Pusat (CIA) AS, William Burns baru-baru ini mengatakan, Tiongkok adalah pesaing yang kuat dan ambisius, negeri ini berusaha menyalip AS di berbagai bidang, untuk menggeser AS sebagai negara adikuasa di kawasan Indo-Pasifik. Menanggapi perkataan William Burns tersebut, Zhao Lijian mengatakan, sejak lama AS tak henti-hentinya menelurkan “teori ancaman Tiongkok” untuk mencoreng dan menodai Tiongkok, akan tetapi, biarpun diulangi seribu satu kali, kebohongan tetaplah kebohongan, masyarakat internasional telah memberikan keputusan yang adil dan tepat terhadap perkembangan damai Tiongkok dan kontribusinya terhadap dunia. Segelintir pejabat AS hendaknya mengesampingkan mentalitas perang dingin, memandang perkembangan Tiongkok secara obyektif, menghentikan penyebaran kabar bohong, menghentikan adu domba terhadap hubungan Tiongkok dengan negara lain, menghentikan gembar-gembornya terkait “ancaman Tiongkok”, dan berbuat hal-hal yang menguntungkan bagi perkembangan hubungan Tiongkok-AS serta perdamaian dan kestabilan dunia. Zhao Lijian menunjukkan, AS terus menyebarkan kabar bohong terkait krisis Ukraina, tak henti-hentinya menodai Tiongkok, mengadu domba hubungan Tiongkok dengan Rusia, tujuannya adalah untuk mengalihkan kontradiksinya, memicu konfrontasi agar dapat meraup keuntungan daripadanya. AS haruslah melakukan mawas diri terhadap tanggung jawabnya dalam krisis Ukraina yang terus meningkat. Masalah Taiwan Adalah Urusan Intern Tiongkok, Berbeda dengan Masalah Ukraina 2022-04-16 10:30:42 https://indonesian.cri.cn/2022/04/16/ARTIdLw6vxQ1WP46iP0U4g25220416.shtml?spm=C77783.PVuqMaJp1sU3.EBh5xqK9Mj8L.4Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Zhao Lijian menggelar jumpa pers pada hari Jumat kemarin (15/4). Ada wartawan yang bertanya, menurut laporan, mantan PM Jepang Shinzo Abe dalam sebuah artikelnya di surat kabar AS menyandingkan masalah Taiwan dengan masalah Ukraina, dan menyebut AS harus dengan tegas berkomitmen “membantu pertahanan Taiwan”, apa komentar Tiongkok mengenai laporan tersebut? Menanggapi pertanyaan tersebut, Zhao Lijian mengatakan, sejumlah kecil politikus Jepang berulang kali melontarkan perkataan yang omong kosong terkait masalah Taiwan, blak-blakan mengomentari urusan dalam negeri Tiongkok, memicu konfrontasi antar negara besar, intriknya sangat jahat, Tiongkok menyatakan penentangan tegas atas hal itu. Taiwan adalah bagian tak terpisahkan dari wilayah Tiongkok, masalah Taiwan semata-mata adalah urusan intern Tiongkok, hakikatnya sangat berbeda dengan masalah Ukraina, boleh dikatakan sama sekali tidak boleh disandingkan. Jepang pernah melakukan penjajahan selama setengah abad di Taiwan, dan telah melakukan tak terbilang banyaknya kejahatan di sana, dan berdosa sejarah kepada rakyat Tiongkok. Kami mengingatkan para politikus terkait Jepang agar menjaga lisan dan menjaga diri khususnya terkait masalah Taiwan, agar tidak menyampaikan sinyal yang salah kepada kekuatan separatis “Taiwan Merdeka”. -- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/D405AE0D996C43E7BB02D00CC9C47349%40A10Live.
