“Sanksi” AS Sedang Timbulkan Malapetaka Kemanusiaan Didunia
2022-04-18 13:30:15 
https://indonesian.cri.cn/2022/04/18/ARTIKZ6ktvhDxyGy8TwVFisI220418.shtml?spm=C77783.PVuqMaJp1sU3.EBh5xqK9Mj8L.14

AS dan negara sekutunya sedang perlahan-lahan menambah sanksi dengan alasan 
konflik Rusia-Ukraina, namun sanksi gagal menaklukkan Rusia, sebaliknya sanksi 
itu mungkin menjadi perang ekonomi dan perang finansial yang menyebar di 
seluruh dunia, ekonomi dunia yang penuh dengan goncangan akibat wabah Covid-19 
sedang mengalami pukulan ganda dari terputusnya rantai industri dan rantai 
pasokan.

Negara-negara Eropa pertama mengalami dampaknya karena sangat mengandalkan 
energi Rusia. Harga energi Eropa baru-baru ini melompat ke rekor tertinggi 
dalam sejarah, biaya listrik, heater dan transportasi penduduk di banyak negara 
Eropa juga naik, bahan harga bahan pangan dan sebagian barang-barang kebutuhan 
harian juga naik. Di dalam UE pun muncul pemecah-belahan karena masalah apakah 
dilarang impor energi dari Rusia.

Seiring dengan kenaikan harga komoditas antara lain energi, bahan pangan dan 
bahan baku dalam lingkup seluruh dunia, yang memperoleh dampak terparah ialah 
negara-negara berkembang yang lemah dasar ekonominya, perkembangan ekonomi, 
kesejahteraan dasar rakyat dan kestabilan masyarakat sedang terancam.

Profesor Daniel Drezner dari Universitas Tufts AS dalam artikelnya di majalah 
“Foreign Affairs” menyatakan, pemerintah AS sekarang maupun sebelumnya dengan 
sewenang-wenang menggunakan paksaan ekonomi dan kekerasan ekonomi, menjadikan 
sanksi sebagai pilihan utama untuk menyelesaikan persengketaan internasional, 
hal ini tak hanya tidak efektif,   justru akan mengakibatkan malapetaka 
kemanusiaan. “AS” sudah menjadi “Amerika Serikat Sanksi”.

Presiden Ukraina: Tak Akan Lepaskan Wilayah Bagian Timur Ukraina
2022-04-18 13:33:40  
Menurut laporan Kantor Berita Nasional Ukraina hari Minggu kemarin (17/4), 
Presiden Ukraina Volodymyr Oleksandrovych Zelensky mengatakan, Ukraina tidak 
akan melepaskan wilayah bagian timur Ukraina untuk menghentikan perang dengan 
Rusia.

Menurut laporan, saat menerima wawancara CNN AS, Zelensky mengatakan, tentara 
Ukraina siap berperang di daerah Donbas, karena pertempuran di daerah Donbas 
akan mempengaruhi seluruh arah perkembangan perang. Ia menambahkan, meskipun 
tentara Rusia meninggalkan Kiev dan Negara Bagian Chernihiv, hal ini tidak 
berarti tentara Rusia tidak akan menuju Kiev lagi setelah mereka menduduki 
daerah Donbas.

Zelensky menyatakan, jika ada kesempatan berunding, pihak Ukraina akan 
mengadakan perundingan, akan tetapi, pihak Ukraina menolak perundingan yang 
berada di bawah ‘ultimatum’ Rusia.



 

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/8BA51F2B27C14E1295BB68C12AF1E43F%40A10Live.

Reply via email to