Tiongkok Sekali Lagi Mendesak AS Jelaskan Aktivitas Militer Biologis
2022-04-23 14:07:34  
https://indonesian.cri.cn/2022/04/23/ARTIj9r9TErsmRSeFmpECuHa220423.shtml?spm=C77783.PVuqMaJp1sU3.EBh5xqK9Mj8L.13

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Zhao Lijian dalam konferensi pers 
Jumat kemarin (22/04) menyatakan, sebagai salah satu negara anggota Konvensi 
Pelarangan Senjata Biologis, AS seharusnya memberi contoh di bidang memenuhi 
komitmen, bukan menjadi pengecualian. Tiongkok sekali lagi mendesak AS memberi 
penjelasan menyeluruh mengenai aktivitas militer biologisnya, dan menghentikan 
menentang dengan sendiri pembentukan mekanisme pemeriksaan multilateral.

Dikabarkan, juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova 
belakangan ini mengatakan lagi bahwa tentara Rusia menemukan sejumlah dokumen 
dan mengenal rencana militer biologis yang dilaksanakan Departeman Pertahana AS 
di Ukraina. Rusia telah mengumumkan sejumlah fakta di PBB dan organisasi 
internasional lain, dan menuntut agar AS memberi penjelasan yang detail.

Zhao Lijian menunjukkan, sejauh ini AS belum memberi penjelasan yang meyakinkan 
mengenai aktivitas senjata biologisnya. Sikap AS sejauh ini tidak jelas bahkan 
saling bertentangan, ini lebih lanjut menambah kekhawatiran komunitas 
internasional.

Zhao Lijian mengatakan, tidak hanya itu saja, di satu bidang AS memperingati 
genap 50 penandatanganan Konvensi  Pelarangan Senjata Biologis atas nama negara 
terikat konvensi tersebut, dan membicarakan soal peningkatan mekanisme konvensi 
tersebut, tapi di bidang lain, dalam konferensi konvesni yang ditutup 
akhir-akhir ini, AS terus mengabaikan imbauan komunitas internasional, secara 
sendirian menentang pemulihan kembali perundingan mulatilateral untuk membentuk 
mekanisme pemeriksaan konvensi. 

Zhao Lijian menunjukkan,   bagaimana sikap AS itu meyakinkan komunitas 
internasional, dan bagaimana dipulihkan keyakinan komunitas internasional 
terhadap AS untuk memenuhi komitmennya?

Nasib Assange Adalah Cermin “Kebebasan Ala AS”
2022-04-23 14:05:24  
https://indonesian.cri.cn/2022/04/23/ARTI7skXM91jDYcM3we6GcqG220423.shtml?spm=C77783.PVuqMaJp1sU3.EBh5xqK9Mj8L.15

Pengadilan Daerah London Inggris belakangan ini secara resmi mengesahkan 
ekstradisi pendiri situs web Wikileaks Julian Paul Assange  ke AS, hal ini 
mengundang kesangsian dan protes banyak pihak. Sejumlah pendukung Assange 
mengadakan unjuk rasa di luar pengadilan dan menganggap keputusan tersebut 
sangat absurd. 

Pengacara Assange menunjukkan, Assange mungkin akan dijatuhkan hukuman penjara 
sepanjang 175 tahun. Editor Jenderal Wikileaks Kristinn Hrafnsson menunjukkan, 
keputusan AS dan Inggris ini sesama dengan menjatuhkan hukuman mati kepada 
Assange.


Selama belasan tahun ini mengapa pemerintah AS selalu terus melacak Assange? 
Sebabnya ialah Assange mengunkapkan serangkaian skandal AS sehinggi AS 
kehilangan reputasinya. Pengalaman Assange menyadarkan publik bahwa di AS mana 
ada kebebasan yang disebutnya, soal kebebasan hanya adalah dalih dan alat untuk 
menyerang negara lain oleh politikus AS.



Baik Assange, Edward Snowden, maupun jurnalis ternama AS Peter Arnett yang 
dipecat karena berterus terang bahwa AS telah gagal dalam perang Irak,  nasib 
mereka justru seperti sebidang cermin  yang mengungkapkan kemunafikan dan 
kejelekan kebebasan ala AS, dan memperlihatkan wajah sebenar kebebasan sebagai 
alat mengupayakan hegemoni.




Pada Januari tahun ini, Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador pernah 
menulis sepucut surat kepada mantan Presiden AS Trump untuk memberi amnesti 
kepada Assange. Lopez mengatakan, dirinya  mengirim surat tapi tidak mendapat 
tanggapannya. Dengan standar ganda ala AS yang terkenal di dunia, ini adalah 
surat yang pasti tidak akan dibalas.



 

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/DECC177B0AA843E98FA7691222BDF801%40A10Live.

Reply via email to