Zelenskyy apresiasi undangan Jokowi untuk hadiri KTT G20 Rabu, 27 April 2022 21:16 WIB Arsip - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy melakukan wawancara dengan perwakilan media Ukraina, saat serangan Rusia terhadap Ukraina berlanjut, di Kiev, Ukraina, 4 April 2022. (ANTARA/Kepresidenan Ukraina via Reuters/as)
Jakarta (ANTARA) - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyampaikan apresiasi kepada Presiden RI Joko Widodo yang telah mengundangnya untuk turut hadir dalam konferensi tingkat tinggi (KTT) G20 di Bali pada November. Pernyataan apresiasi itu disampaikan Zelenskyy melalui cuitan di akun Twitternya setelah melakukan pembicaraan melalui telepon dengan Jokowi. "Telah melakukan pembicaraan dengan Presiden Jokowi... Saya mengapresiasi karena telah mengundang saya ke KTT G20," kata Zelenskyy dalam cuitan di akun resmi Twitter-nya pada Rabu. Presiden Zelenskyy juga menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan Indonesia untuk kedaulatan dan integritas wilayah Ukraina, khususnya dengan dukungan jelas yang dinyatakan Indonesia melalui Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Dalam pembicaraan melalui telepon itu, Zelenskyy dan Jokowi juga membahas tentang isu ketahanan pangan di Ukraina yang sedang dilanda perang. Sebelumnya, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri telah menyatakan bahwa Indonesia akan menggelar KTT G20 secara netral dan tidak memihak atau imparsial. "Indonesia menjalankan tugasnya sebagai pemegang Presidensi G20 berdasarkan aturan dan prosedur seperti presidensi sebelumnya," kata Co-Sherpa G20 Indonesia Dian Triansyah Djani, yang juga adalah Staf Khusus Menteri Luar Negeri untuk Penguatan Program-Program Prioritas. Untuk itu, Indonesia tetap mengundang Rusia untuk hadir dalam KTT G20 pada November 2022. "Sebagai Presidensi G20 dan sesuai dengan Presidensi G20 sebelumnya adalah mengundang semua anggota G20. Memang kewajiban Presidensi G20 untuk mengundang anggota semuanya,” kata Dian. Dia menambahkan Presidensi G20 Indonesia akan terus fokus pada upaya menangani pemulihan ekonomi global yang menjadi prioritas bagi penduduk dunia. Baca juga: Pengamat: Independensi Indonesia tak masalah jika Rusia datang di G20 Baca juga: Moeldoko: Indonesia tidak memihak siapa pun di konflik Rusia-Ukraina Baca juga: Konflik Rusia-Ukraina, Indonesia harapkan anggota G20 jadi solusi Pewarta: Yuni Arisandy Sinaga Editor: Anton Santoso Zelenskyy sebut Indonesia mengundangnya hadir di KTT G20 Bali Rabu, 27 April 2022 21:16 WIB Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy terlihat dikelilingi oleh prajurit Ukraina, di tengah invasi Rusia ke Ukraina, di Bucha, di luar Kiev, Ukraina, 4 April 2022. (ANTARA/Reuters/Marko Djurica/as) Telah berbicara dengan Presiden @jokowi… Menghargai undangannya kepada saya ke pertemuan puncak @g20org Jakarta (ANTARA) - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy pada Rabu mengatakan di Twitter bahwa Presiden RI telah mengundangnya untuk hadir di pertemuan puncak kelompok 20 negara ekonomi terbesar (G20) tahun ini. "Telah berbicara dengan Presiden @jokowi… Menghargai undangannya kepada saya ke pertemuan puncak @g20org," kata dia dalam sebuah cuitan, merujuk kepada Presiden Joko Widodo sebagai ketua G20 tahun ini. Istana kepresidenan dan kantor sekretariat negara RI belum merespons permintaan Reuters untuk berkomentar. Ukraina bukan anggota G20, tapi ketua-ketua G20 sebelumnya pernah mengundang negara-negara lain sebagai tamu untuk menghadiri pertemuan. Baca juga: Rusia setop pasokan, aliran gas Jerman ke Polandia meningkat Juru bicara kementerian luar negeri RI Teuku Faizasyah belum memberi konfirmasi tentang undangan kepada Zelenskyy itu ketika dihubungi oleh Reuters, tapi dia mengatakan menteri luar negeri telah "melakukan konsultasi" dan melaporkan hasilnya kepada Jokowi. Dia tidak menjelaskan dengan siapa konsultasi itu dilakukan. G20 telah mengutuk invasi Rusia di Ukraina yang kini telah memasuki pekan kesembilan. Invasi itu telah meningkatkan ketegangan geopolitik, mengancam ekonomi global, dan memicu krisis kemanusiaan. Baca juga: Rusia klaim rudalnya hantam hanggar senjata AS dan Eropa di Ukraina Sejumlah anggota G20 telah menyerukan agar Rusia dan Presiden Vladimir Putin dikeluarkan dari KTT di Bali pada November, tapi Indonesia menolak dan mengatakan terlalu dini untuk memutuskan hal itu. Pada pertemuan pejabat keuangan G20 di Washington pekan lalu, delegasi AS, Inggris dan Kanada melakukan aksi walk out atas kehadiran delegasi Rusia. Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati mengakui kelompok tersebut menghadapi tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Dia menyerukan kerja sama untuk mengatasi hambatan dalam pertumbuhan ekonomi global. Sumber: Reuters Baca juga: Kekerasan terhadap perempuan Ukraina berkaitan dengan gender Baca juga: Berjalan pincang, Paus Fransiskus serukan lagi perdamaian di Ukraina Penerjemah: Anton Santoso Editor: Fardah Assegaf -- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/9E6BA8437E1D44BEB99DB6EFC1E6CE23%40A10Live.
