Putin dan Macron Bertukar Pendapat mengenai Situasi Ukraina
2022-05-04 11:27:32  
https://indonesian.cri.cn/2022/05/04/ARTIDiHpSR17rbKpYgXKEszV220504.shtml?spm=C77783.PVuqMaJp1sU3.EBh5xqK9Mj8L.12



Situsweb Kremlin dalam pernyataannya menyebut bahwa Presiden Rusia Vladimir 
Putin mengadakan kontak telepon dengan Presiden Perancis Emmanuel Macron  pada 
hari Selasa (03/05) kemarin.


 

Putin menyatakan ucapan selamat kepada Macron yang menang dalam pemilu dan 
terpilih kembali sebagai kepala negara.

 

Kedua pihak terus bertukar pendapat mengenai situasi Ukriana. Putin 
memperkenalkan keadaan aksi militer spesial yang dilakukan pihak Rusia, 
termasuk situasi Mariupol dan evakuasi warga sipil dari Pabrik Baja Azovstal 
yang dicapai Putin dan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres.

Putin juga memperkenalkan prinsip dan pendirian pihak Rusia dalam pembicaraan 
Rusia-Ukraina, dan menekankan meskipun Kiev sering berubah sikapnya dan tidak 
memberikan persiapan yang cukup, namun Rusia tetap bersedia melakukan dialog 
dengan Ukraina.

                                          

Pihak Perancis menyatakan keprihatinan atas masalah ketahanan bahan pangan 
global yang baru muncul. Mengenai masalah tersebut, Putin menekankan bahwa 
situasi menjadi rumit akibat sanksi yang dikenakan negara-negara Barat, dia 
juga menunjukkan bahwa pentingnya logistik global dan kelancaran infrastruktur 
transportasi.



Sekjen PBB: Berharap Kolaborasi Rusia dan Ukraina Dapat Mencapai Semakin Banyak 
Gencatan Senjata Kemanusiaan
2022-05-04 10:20:17  
https://indonesian.cri.cn/2022/05/04/ARTIO4Z25Gmjhgh0fhlcElwj220504.shtml?spm=C77783.PVuqMaJp1sU3.EBh5xqK9Mj8L.13

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres hari Selasa kemarin (3/5) waktu 
setempat dalam pernyataannya menyatakan penghargaan atas aksi evakuasi lebih 
dari 100 warga sipil dari pabrik baja Azovstal di Mariupol di bawah bantuan 
kerja sama PBB dan Palang Merah Internasional.






Guterres menyatakan dia berharap pihak otoritas Ukraina dan Rusia terus 
berkolaborasi agar mencapai lebih banyak gencatan senjata kemanusiaan, supaya 
warga sipil dapat dievakuasi dengan selamat dan  bantuan kemanusiaan dapat 
dikirim ke lokasi yang paling dibutuhkan.




Koordinator kemanusiaan PBB di Ukraina Osnat Lubrani kemarin menyatakan bahwa, 
sejauh ini dalam aksi kerja sama PBB dan Palang Merah Internasional itu sudah 
tercatat 101 warga sipil dievakuasi dari  pabrik baja Azovstal ke Zaporizhzhya.

Dia menyatakan, sejauh ini belum ada bukti bahwa ada warga dipaksa untuk 
dievakuasi ke daerah yang dikontrol Rusia. Dia menekankan bahwa skala pabrik 
tersebut sangat besar, PBB masih belum mengetahui jumlah konkret warga sipil 
yang terjebak di pabrik tersebut.



-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/D62694718AAA4E60ACCF20E3BC6712FF%40A10Live.

Reply via email to