Kisah Xi Jinping dan Ibunya
2022-05-08 10:47:53 
https://indonesian.cri.cn/2022/05/08/ARTIBhJQW87xZeT6ZZorGhwu220508.shtml?spm=C77783.PVuqMaJp1sU3.EBh5xqK9Mj8L.2

“Pendidikan karakter anak wajib dimulai dari ibunya,” demikian pepatah kuno 
Tionghoa berbunyi. Sejak dahulu kala, keibuan selalu disenandungkan oleh 
masyarakat. Ibu Xi Jinping alias Qi Xin adalah seorang anggota Partai Komunis 
Tiongkok yang ulung, sekaligus sosok ibu yang menganut etos tidak “asal-asalan” 
dalam segala urusan.

  

“Mendidik anak dengan kedisiplinan diri; mengajar ilmu dan menumbuhkan etika”, 
dalam mengasuh anak-anak, Qi Xin selalu menaati pola asuh yang benar dan 
positif dengan kedisplinan diri sendiri, dan selalu mendidik mereka dengan etos 
keluarga yang terbaik. Kepada anaknya Xi Jinping, beliau menaruh harapannya 
sebagai tanggung jawab dan akundabilitas terhadap negara dan bangsa.

Bagi anak-anak, ibu adalah sosok yang paling baik hati. Bagi ibu, anaknya 
adalah orang yang paling berbakti.








Xi Jinping kerap terkenang-kenang pada kehidupannya masa kecil, di mana ibunya 
Qi Xin sering menceritakan kisah tentang ibu Yue Fei yang menato moto “setia 
membela tanah air” di punggung anaknya dengan jarum. “Saya berkata, betapa 
sakitnya jika huruf itu ditato di tubuhnya. Ibu saya berujar, iya pasti sakit, 
namun kesetiaan itu akan teringat di lubuk hatinya.” Sejak itulah Xi Jinping 
tak pernah melupakan moto "setia membela tanah air”, dan menjadikannya sebagai 
tujuan pengejaran seumur hidupnya.




Ketika beranjak dewasa, Xi Jinping pun bersama para pemuda-pemudi lainnya 
berangkat ke pedesaan untuk bertani di sebuah tim produksi bernama Liangjiahe 
di Provinsi Shaanxi utara. Sebelum keberangkatan, ibunya Qi Xin memberikan Xi 
Jinping sebuah bungkusan kain dengan menyulam tiga huruf Kanji di atasnya, 
yaitu Hati dari Ibu.



Setelah memangku jabatan sebagai pemimpin, jadwal harian Xi Jinping menjadi 
sangat padat, dan jarang ada waktu untuk pulang dan berkumpul dengan ibunya. 
Pada liburan Festival Musim Semi atau tahun baru Imlek 2001, Qi Xin melakukan 
panggilan telepon dengan Xi Jinping yang tidak mudik dari tempat kerjanya. Qi 
Xin dalam sambungan telepon berpesan kepada Xi Jinping: “Asal kau bekerja 
keras, itulah hal yang sama seja dengan berbakti kepada bapak dan ibu.”




Di atas sebuah rak buku di kantor Xi Jinping terpajang sebuah foto, yang 
mengabdikan momen mesra di mana Xi Jinping dan ibunya berjalan di sebuah taman, 
dengan tangannya saling bergandengan. Ajaran berbakti kepada orangtua dan 
peduli pada kasih sayang keluarga sudah terukir dalam pikiran dan 
kebijaksanaanya tentang pemerintahan negara. Selama bertahun-tahun ini, Xi 
Jinping tak pernah melupakan amanat ibunya, dan juga selalu teguh pada 
cita-cita awalnya.

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/BBB7F81CC03C450BABB86EB51D676E7B%40A10Live.

Reply via email to