Dunia Harus Waspadai Sinyal Bahaya Politikus Jepang Yang Ingin Kembangkan 
Kembali Militerisme
2022-05-08 10:51:55 
https://indonesian.cri.cn/2022/05/08/ARTIAtIE1MzL4ORZwrauCoOa220508.shtml?spm=C77783.PVuqMaJp1sU3.EBh5xqK9Mj8L.15

 Tahun ini genap 75 tahun pelaksanaan Konstitusi Damai Jepang. Akan tetapi 
rangkaian tindakan yang dilakukan sejumlah politikus Jepang menunjukkan, 
pihaknya terus membesar-besarkan ancaman luar, berupaya menerobos pengikatan 
Konsititusi Damai supaya Jepang mendirikan Tentara Pertahanan dan memiliki hak 
pertempuran dengan dunia luar. Oleh karena itu, masyarakat internasional harus 
mewaspadai sinyal bahaya dikeluarkan sejumlah politikus Jepang yang ingin 
mengembangkan kembali militerisme.




75 tahun yang lalu, Jepang merilis Konstitusi baru pasca perang setelah 
mengalami kegagalan menyeluruh dalam Perang Dunia II. Menurut Konsititusi, 
Jepang untuk selama-lamanya melepaskan hak untuk melancarkan perang, melakukan 
ancaman bersenjata atau dengan kekuatan bersenjata sebagai cara penyelesaian 
persengketaan internasional. Untuk mencapai tujuan itu, Jepang tidak memiliki 
kekuatan militer dan kekuatan perang lainnya, tidak mengakui hak pertempuran 
negara. Menurut Konsititusi, biaya militer Jepang tidak boleh melampaui 1 
persen PDB.


Baru-baru ini, Partai Demokrat Liberal Jepang mengajukan proposal kepada 
Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida untuk mengatur kembali kebijakan diplomasi 
dan pertahanan, dan mengajukan Jepang harus memiliki kekuatan yang membalas 
serangan musuh, anggaran pertahanan Jepang harus ditambah sampai 2 persen ke 
atas.

 

Rakyat negara-negara Asia bahkan seluruh dunia sudah mencatat sinyal bahaya 
yang dikeluarkan politikus Jepang yang ingin mengamademen Konsititusi dan 
mengembangkan kembali militerisme. Dalam kunjungan Fumio Kishida ke 6 negara 
yang baru berakhir, kebanyakan negara Asia menyatakan sikap hati-hati atas apa 
yang disebut sebagai ancaman luar yang dibesar-besarkan Jepang, ini menandakan 
negara-negara Asia sangat menghargai perdamaian yang sulit diperoleh. 
Pemerintah Jepang hendaknya mendengarkan seruan masyarakat dalam negeri yang 
cinta  pada perdamaian, mempelajari sejarah, terus menempuh jalan perkembangan 
damai.

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/B64053911C40467F86DEA996C2659AFF%40A10Live.

Reply via email to