Kemenlu Tiongkok:Tiongkok dan AS Dapat Memiliki Lingkaran Pertemanan yang Sama 2022-05-14 10:08:31 https://indonesian.cri.cn/2022/05/14/ARTIG8SJ4QE1fzlKo62z8vEQ220514.shtml
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Zhao Lijian hari Jumat kemarin (13/5) di depan jumpa pers menyatakan, Tiongkok dan Amerika Serikat (AS) sama-sama adalah negara di kawasan Asia Pasifik, hendaknya dapat memiliki lingkaran pertemanan yang sama. Dikabarkan, Gedung Putih AS hari Kamis kemarin (12/5) mengumumkan daftar kenyataan KTT AS-ASEAN, di mana menyebut bahwa Presiden AS Joe Biden telah mengumumkan serangkaian prakarasa senilai lebih dari 150 juta dolar US, dengan mencakupi berbagai aspek dari infrastruktur, keamanan hingga penanggulangan pandemi untuk memperdalam hubungan AS dan ASEAN. Zhao Lijian menekankan bahwa, Tiongkok berpegang teguh pada prinsip konsultasi bersama, membangun bersama dan menikmati bersama, mendorong kerja sama regional yang didominasi ASEAN dengan sikap konsultasi sama derajat. Tiongkok tidak memainkan pertarungan “Zero Sum”, tidak mendorong konfrontasi kelompok. Tiongkok menyambut baik semua inisiatif kerja sama yang bertujuan mendorong pembangunan berkelanjutan jangka panjang dan kemakmuran bersama kawasan ini. Zhao Lijian menunjukkan, sebagai tetangga baik dan mitra baik ASEAN, Tiongkok selalu memprioritaskan hubungan dengan ASEAN sebagai arah utama diplomatik, dan berpegang pada ide qin, cheng, hui, rong, yang berarti keramahan, ketulusan, saling menguntungkan dan inklusivitas demi mengembangkan hubungan kerja sama bersahabat dan mengupayakan pendorongan pembangunan bersama. Dunia Berperang, AS Senang 2022-05-13 10:58:25 https://indonesian.cri.cn/2022/05/13/ARTI2nkgPaHTiGr0pCwKMRrP220513.shtml Pada hari Rabu yang lalu (10/5), Dewan Perwailan Rakyat (DPR) AS secara royal meratifikasi rencanan bantuan sebesar US$ 40 miliar kepada Ukraina, termasuk bantuan militer sekitar US$25 miliar. Sementara itu, Presiden Meksiko Andrés Manuel López Obrador mengeluh bahwa AS sedikit pun tidak memberikan bantuan untuk pembangunan negara-negara Amerika Tengah selama perundingan yang berlangsung selama 4 tahun, sehingga masalah bantuan terhadap pembangunan Amerika Tengah pun terus ditangguhkan. AS juga sangat pelit terhadap PBB. Sebagai negara pembayar iuran terbesar PBB, AS sudah lama tidak melaksanakan kewajiban pembayarannya. Sejauh ini, AS menunggak lebih dari US$ 1 miliar iuran PBB, meskipun dibandingan dengan bantuannya itu boleh dikata uang kecil, tapi kapan AS melunasinya masih menjadi sebuah tanda tanya. Sama seperti tindakannya yang mengacau di mana-mana, bantuan AS kepada Ukraina pun bertujuan untuk mengadu domba antara Rusia dan Ukraina, untuk mengalahkan lawan dan mengikat negara sekutunya, agar membawa keuntungan besar kepada kombinasi militer dan industri AS dan memelihara hegemoninya. Ini adalah sebabnya mengapa AS memberikan bantuan royal kepada Ukraina tapi tidak mempedulikan kebutuhan pihak lain, karena ‘dunia berperang, AS pun senang’. Bagi AS, kekacauan berarti keuntungan, keuntungan selalu diprioritaskannya. Maka, asalkan AS terus menjadi ‘sumber kekacauan dunia’, ia akan mendatangkan lebih banyak malapetaka dan kekacuan kepada dunia. -- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/605B057625D84A49960530D7A1910057%40A10Live.
