BIARIN DAH…! 
Medvedev: Jika Sanksi Rusia Diteruskan, Maka Hegemoni Amerika Akan Runtuh 
ByTim Redaksi
https://bergelora.com/biarin-dah-medvedev-jika-sanksi-rusia-diteruskan-maka-hegemoni-amerika-akan-runtuh/

JAKARTA- Mantan Presiden Rusia Dmitry Medvedev telah menyatakan bahwa sanksi 
yang dijatuhkan pada negaranya akan memiliki berbagai konsekuensi global, salah 
satunya adalah runtuhnya hegemoni Amerika Serikat (AS).

Rusia menginvasi Ukraina pada 24 Februari tahun ini, yang mengakibatkan Barat 
memberlakukan sanksi ekonomi yang ketat dan menghukum negara-negara yang akan 
berbisnis dengan Moskow.

Akibat sanksi tersebut, Rusia kini menghadapi krisis ekonomi dan meratapi masa 
depan yang tidak pasti.

Tapi itu tidak menghentikan Medvedev untuk mengkritik AS dan sekutunya. Dia 
mengatakan bahwa efek dari sanksi ini akan terasa di seluruh dunia.

Kepada Bergelora.com di Jakarra dilaporkan, Medvedev membuat serangkaian 
prediksi di saluran Telegram-nya pada Jumat (13/5), di mana ia menguraikan 
dampak sanksi Rusia kepada rantai pasokan, inflasi, dan krisis pangan global.

Menurutnya, banyak aspek kehidupan bagi warga dunia, akan terpengaruh.

Dia juga memperkirakan, pembatasan tersebut akan merugikan sistem keuangan 
global, berpotensi memicu krisis moneter dan keuangan di beberapa negara atau 
blok sebagai akibat dari terganggunya stabilitas sejumlah mata uang nasional, 
menimbulkan merajalelanya inflasi, dan rusaknya stabilitas ekonomi global.

“Konflik militer regional baru akan muncul di tempat-tempat di mana situasinya 
belum diselesaikan secara damai selama bertahun-tahun atau di mana kepentingan 
substansial dari pemain internasional utama diabaikan. Teroris akan menjadi 
aktif yang berpikir bahwa otoritas Barat saat ini dialihkan oleh pertikaian 
dengan Rusia,” tulisnya di Telegram, dikutip Newsweek.

Dia lebih lanjut mengatakan bahwa “runtuhnya gagasan tentang dunia yang 
berpusat pada Amerika” karena semua ini akan menyoroti kelemahan konsep 
hubungan internasional Barat.

Dikatakan bahwa sanksi itu bisa menjadi pendorong untuk terbentuknya tatanan 
dunia baru, yang sebelumnya dikatakan akan disambut baik oleh Moskow.

Ia menulis bagaimana “aliansi internasional baru negara-negara berdasarkan 
kriteria Anglo-Saxon pragmatis ketimbang ideologis akan dibentuk”.

“Akibatnya, akan tercipta arsitektur keamanan baru. Ini akan menyoroti 
kelemahan konsep hubungan internasional yang kebarat-baratan seperti 
‘keteraturan berdasarkan aturan’,” tutupnya. (Web Warouw)

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/52A40682552B4483810A606D35CD5520%40A10Live.

Reply via email to