BISA TEGAS GAK…? 
BNPT Sebut Larangan UAS Masuk Singapura Jadi Pelajaran untuk RI 
ByTim Redaksi
https://bergelora.com/bisa-tegas-gak-bnpt-sebut-larangan-uas-masuk-singapura-jadi-pelajaran-untuk-ri/

JAKARTA — Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) menyatakan pencekalan 
yang dilakukan pemerintah Singapura terhadap penceramah Ustaz Abdul Somad (UAS) 
harus dijadikan pembelajaran bagi Indonesia dalam mencegah radikalisme.

Direktur Pencegahan BNPT Brigjen Ahmad Nurwakhid mengatakan bahwa upaya yang 
dilakukan oleh negara tetangga Indonesia itu tak lebih dari antisipasi dini 
terhadap potensi ancaman kepada negaranya.

“Saya melihat ini justru menjadi pelajaran penting bagi Indonesia untuk juga 
melakukan pencegahan sejak hulu dengan melarang pandangan, pemahaman dan 
ideologi radikal yang bisa mengarah pada tindakan teror dan kekerasan,” kata 
Nurwakhid saat dihubungi pers, Rabu (18/5)

Menurutnya, Singapura saat ini lebih unggul dari sisi pencegahan ancaman dan 
bentuk-betuk teror.

Ia mencontohkan Indonesia masih melakukan upaya preventif strike atau penegakan 
hukum terhadap ancaman teror sementara Singapura sudah tahap pencegahan dari 
hulu, yakni pemikiran radikalisme.

“Singapura lebih hulu yakni “pre-emptive strike”, yakni pencegahan terhadap 
potensi ancaman aksi yang disebabkan oleh pandangan, doktrin dan ideologi,” 
jelasnya.

Kepada Bergelora.com di Jakarta dilaporkan, Nurwakhid menjelaskan bahwa 
Singapura punya landasan hukum bernama Internal Security Act (ISA) untuk 
melakukan hal itu. Negara tersebut dapat melarang ideologi, pandangan dan 
pemahaman radikalisme yang mengarah pada aksi terorisme.

“Singapura berani mengambil Langkah itu karena jelas ceramah, sikap dan 
pandangan yang eksklusif, intoleran merupakan watak dasar dari muncul pemahaman 
radikal terorisme akibat doktrin al-wala wa bara maupun takfiri,” ucap dia.

Oleh sebab itu, kata dia, BNPT menghargai kebijakan yang diambil oleh 
pemerintah Singapura terhadap UAS.

Nurwakhid menyatakan bahwa pihaknya tak akan mengintervensi penolakan 
kedatangan UAS dan rombongan ke negara tersebut.

Sebelumnya, UAS ditolak masuk ke Singapura oleh otoritas setempat. Kementerian 
Dalam Negeri Singapura menyebut sejumlah alasan menolak kedatangan UAS di 
negara tersebut.

Salah satu poinnya yaitu UAS dianggap menyebarkan ajaran yang ekstremis dan 
bersifat segregasi. Singapura juga menyampaikan kritik terhadap pernyataan UAS 
yang pernah membahas soal bom bunuh diri dalam ceramahnya.

“Somad dikenal menyebarkan ajaran ekstremis dan segregasi, yang tidak dapat 
diterima di masyarakat multi-ras dan multi-agama Singapura,” mengutip situs 
resmi Kemendagri Singapura.

Langkah Singapura itu mendapat kecaman dari berbagai pihak termasuk Majelis 
Ulama Indonesia (MUI). (Web Warouw)

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/4858A55C365A471D8580999E27E390DD%40A10Live.

Reply via email to