Pertemuan Menlu Negara-negara BRICS Diharapkan Keluarkan Suara Kuat Solidaritas 
dan Kerja Sama
2022-05-19 12:30:04 
https://indonesian.cri.cn/2022/05/19/ARTICuyDT4VwHgNsqWg7TerU220519.shtml

Dalam jumpa pers hari Rabu kemarin (18/5), jubir Kemlu Tiongkok Wang Wenbin 
mengumumkan, Pertemuan Menlu Negara-negara BRICS akan diadakan secara virtual 
pada tanggal 19 Mei hari ini. Anggota Dewan Negara merangkap Menlu Tiongkok 
Wang Yi akan memimpin pertemuan tersebut, dan Menlu Afrika Selatan Naledi 
Pandor, Menlu Brasil Carlos Alberto Franco Franca, Menlu Rusia Sergei Lavrov 
dan Menlu India Subrahmanyam Jaishankar akan menghadiri pertemuan kali ini.

Wang menyatakan, sebagai negara ketua BRICS 2022, Tiongkok berharap dapat 
bersama dengan mitra lain BRICS mengadakan komunikasi dan koordinasi lebih 
lanjut mengenai ciri baru dan tantangan baru situasi internasional saat ini, 
serta masalah utama internasional maupun regional, mengeluarkan suara kuat 
solidaritas dan kerja sama negara-negara BRICS, untuk memelihara 
multilateralisme sejati, bersatu kompak untuk menanggulangi wabah, dan 
bersama-sama mendorong pembangunan damai, dan melakukan persiapan yang baik 
untuk KTT BRICS.

Wang Yi: Kerja Sama Jepang-AS Tidak Seharusnya Memicu Konfrontasi Kubu
2022-05-19 12:32:46  
https://indonesian.cri.cn/2022/05/19/ARTIPgecHKvdhzKnsQmSgOJi220519.shtml
 
Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi dalam pertemuan virtualnya dengan Menteri 
Luar Negeri Jepang Yoshimasa Hayashi pada hari Rabu kemarin (18/05) menyatakan 
pendirian Tiongkok mengenai tren negatif Jepang dan AS terkait Tiongkok. 

Wang Yi menunjukkan, Jepang tak lama lagi akan menyelenggarakan KTT Quad (AS, 
Jepang, India dan Australia). Yang patat dicatat dan diwaspadai adalah, 
pemimpin AS masih belum berangkat ke Jepang, telah muncul argumen yang 
digembar-gemborkan Jepang dan AS untuk melawan Tiongkok. 

Jepang dan AS adalah sekutu, namun Tiongkok dan Jepang telah  mencapai 
perjanjian perdamaian dan persahabatan. Kerja sama bilateral antara Jepang dan 
AS tidak seharusnya memicu konfrontasi kubu, lebih-lebih tak seharusnya 
merugikan kedaulatan, keamanan dan kepentingan pembangunan Tiongkok. 

Jepang diharapkan dapat belajar dari sejarah, bertolak dari perdamaian dan 
kestabilan regional, hendaknya bertindak hati-hati, tidak mengambil risiko demi 
negara lain, dan tidak menempuh jalan sesat bermusuhan dengan negara tetangga.

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/ADA48AB9C304472998AD6711491123C3%40A10Live.

Reply via email to