BRICS Akan Makin Berhasil Jika Sukses Menangani Keamanan dan Pembangunan
2022-05-21 10:03:22 
https://indonesian.cri.cn/2022/05/21/ARTIzFn0UgBRTxaYsKB7ou5p220521.shtml?spm=C77783.PVuqMaJp1sU3.EBh5xqK9Mj8L.12



Pertemuan puncak virtual tingkat menteri luar negeri negara-negara BRICS dibuka 
pada Kamis malam lalu (19/5). Presiden Tiongkok Xi Jinping dalam pidatonya 
secara mendalam menguraikan pandangannya tentang misi BRICS dalam melakukan dua 
tugas penting, yakni keamanan dan pembangunan. 

Xi Jinping menekankan, negara-negara BRICS hendaknya memperkokoh keyakinannya, 
berani menghadapi tantangan, dan terus mencurahkan tenaga positif bagi 
kestabilan hubungan internasional yang berada dalam kondisi gejolak. Ulasan Xi 
tersebut telah mengundang tanggapan ramai masyarakat internasional, dan 
termanifestasi sepenuhnya dalam pernyataan bersama BRICS.

Mekanisme kerja sama BRICS mencakupi lima negara yang merupakan kekuatan 
ekonomi baru. Mereka adalah pemimpin negara-negara berkembang yang luas, dan 
berperan penting dalam konfigurasi ekonomi maupun politik dunia. Dewasa ini, 
menghadapi perubahan drastis situasi internasional dan dampak serius pandemi 
COVID-19, negara-negara BRICS hendaknya terus memelihara vitalitasnya dan 
memainkan peranan uniknya sebagai kekuatan ekonomi baru dalam rangka memenuhi 
perhatian seluruh masyarakat internasional.

Keamanan politik adalah salah satu pilar dari kerja sama BRICS. Saat ini 
bentrokan Rusia dan Ukraina sekali lagi membuktikan bahwa NATO dengan Amerika 
Serikat sebagai pemimpinnya semata-mata mengejar keamanan dirinya sendiri 
dengan mengorbankan kepentingan keamanan negara lain, dan oleh karena itu, NATO 
hanya akan menimbulkan kontradiksi dan risiko yang baru. 

Hal ini pasti akan menemui jalan buntunya. Belum lama yang lalu, Presiden 
Tiongkok Xi Jinping mengajukan Prakarsa Keamanan Global untuk memberikan solusi 
Tiongkok tentang penyelesaian masalah keamanan global. Dalam pidatonya di depan 
upacara pembukaan pertemuan puncak BRICS kali ini, Xi Jinping menegaskan 
kembali prakarsa tersebut, dan menandaskan bahwa negara-negara BRICS perlunya 
saling peduli kepentingan dan keprihatinan utama pihak lain, saling menghormati 
kedaulatan, keamanan dan kepentingan dalam pembangunan, serta menentang 
hegemonisme dan politik kekuatan, memboikot mentalitas perang dingin serta 
konfrontasi kelompok, dalam rangka membangun komunitas keamanan manusia.

Sementara itu, pembangunan adalah salah satu tugas berat yang dihadapi 
negara-negara BRICS. Menghadapi situasi ekonomi dunia yang gejolak dan tidak 
seimbang, kekuatan ekonomi baru dan negara-negara berkembang hendaknya 
meningkatkan solidaritas dan kerja sama. Hal ini menjadi semakin penting 
dibanding periode kapan pun sepanjang masa. 

Dalam KTT BRICS di Xianmen Tiongkok pada 2017 telah diajukan konsep ‘BRICS 
plus’, yang bermaksud memperluas bidang kerja sama dan pencakupannya di dunia. 
Pada September 2021, Xi Jinping mengajukan Prakarsa Keamanan Global, yang 
mendapat respons positif dari seratus lebih negara dan banyak organisasi 
internasional, termasuk PBB. “Mari kita berupaya bersama agar kue kerja sama 
semakin besar dan kekuatan maju semakin kuat,” demikian kata Xi Jinping dalam 
sambutannya yang penuh semangat terbuka dan inklusif di KTT BRICS.

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/780E2BA01D4B4113910B51B1909BC953%40A10Live.

Reply via email to