Kenyataan sejarah yang terjadi, kekuatan militer AS yang dibangga-banggakan 
“tak terkalahkan” dimasa PD-II, di Perang Korea, 1951-1953 sudah kalahkan 
Tentara Rakyat Tiongkok, di Perang Vietnam juga dikalahkan, ... bahkan 20 tahun 
kemenangan duduki Afghanistan juga berakhir dengan kekalahan harus ditarik 
mundur secara kebirit-birit, tidak bedanya seperti kekalahan di Vietnam! Lalu, 
dimana kejujuran jendral Mark Milley??? Bukankah akan lebih baik kalau jenderal 
itu bisa meyakini dan menyimpulkan kenapa Amerika lebih 70 tahun terakhir ini 
harus begitu giat perang, bikin kacau mencampuri urusan dalam negeri orang 
lain, gebukin negara lain yang berbeda pendapat, dan, ... akhirnya dalam 
kekuatan Global makin merosot!

ADA JUGA YANG JUJUR…! 
Jenderal Mark Milley: AS Bukan Lagi Kekuatan Global yang Tidak Tertandingi 
ByTim Redaksi
https://bergelora.com/ada-juga-yang-jujur-jenderal-mark-milley-as-bukan-lagi-kekuatan-global-yang-tidak-tertandingi/


Kepala Staf Gabungan Angkatan Bersenjata Amerika Seikat, Gen. Mark Milley. (Ist)
JAKARTA – Jenderal Angkatan Darat, Jenderal Mark Milley dan sekarang sebagai 
Kepala Staf Gabungan Militer Amerika Serikat, mengkhawatirkan kekuatan militer 
Rusia dan China.

Dalam situasi mendatang, ada fenomena bahwa militer Amerika Serikat, sudah 
bukan lagi kekuatan global yang tidak tertandingi.

Di hadaan perwira remaja Angkatan Darat Amerika Serikat, Sabtu, 21 Mei 2022, 
Mark Milley, mengingatkan, untuk mempersiapkan militer Amerika Serikat 
berperang di masa depan yang mungkin terlihat sedikit seperti perang hari ini.

Military mengutip Associated Press, Minggu, 22 Mei 2022, Mark Milley, 
melukiskan gambaran suram tentang dunia yang menjadi lebih tidak stabil, dengan 
kekuatan besar yang berniat mengubah tatanan global.

Mark Milley mengatakan kepada taruna yang lulus di Akademi Militer Amerika 
Serikat di West Point, akan memikul tanggung jawab untuk memastikan kesiapan 
Amerika Serikat di masa mendatang.

“Dunia tempat Anda ditugaskan memiliki potensi konflik internasional yang 
signifikan antara kekuatan besar. Dan potensi itu meningkat, bukan berkurang,” 
kata Mark Milley kepada para taruna.

“Kelebihan apa pun yang kita, Amerika Serikat, nikmati secara militer selama 70 
tahun terakhir akan segera berakhir, dan Amerika Serikat akan, pada 
kenyataannya, kita sudah ditantang di setiap domain peperangan, luar angkasa, 
dunia maya, maritim, udara, dan daratan.”

Amerika Serikat, kata Mark Milley, bukan lagi kekuatan global yang tak 
tertandingi.

Sebaliknya, itu sedang diuji di Eropa oleh operasi militer khusus Rusia ke 
Ukraina yang disebut Mark Milley agresi Rusia, di Asia oleh pertumbuhan ekonomi 
dan militer China yang dramatis serta ancaman nuklir dan rudal Korea Utara, dan 
di Timur Tengah dan Afrika oleh ketidakstabilan dari teroris.

Menggambarkan paralel dengan apa yang pejabat militer lihat dalam perang Rusia 
di Ukraina, Mark Milley mengatakan perang masa depan akan sangat kompleks, 
dengan musuh yang sulit dipahami dan perang perkotaan yang membutuhkan senjata 
presisi jarak jauh, dan teknologi canggih baru.

Amerika Serikat telah mengirimkan drone baru berteknologi tinggi dan senjata 
lainnya ke militer Ukraina – dalam beberapa kasus peralatan yang baru dalam 
fase prototipe awal.

Senjata seperti drone Switchblade kamikaze yang diluncurkan dari bahu digunakan 
untuk melawan Rusia, bahkan saat mereka masih berkembang.

Dan selama 25 hingga 30 tahun ke depan, karakter dasar perang dan senjatanya 
akan terus berubah.

Militer Amerika Serikat, kata Mark Milley, tidak dapat berpegang teguh pada 
konsep dan senjata lama, tetapi harus segera memodernisasi dan mengembangkan 
kekuatan dan peralatan yang dapat menghalangi atau, jika perlu, menang dalam 
konflik global.

Dan perwira yang lulus, kata Mark Mille, harus mengubah cara pasukan Amerika 
Serikat berpikir, berlatih, dan bertarung.

Kepada Bergelora.com di Jakarta dilaporkan, sebagai pemimpin Angkatan Darat 
masa depan, kata Mark Milley, letnan dua yang baru dilantik sebagai perwira 
remaja Amerika Serikat, akan bertarung dengan tank robot, kapal dan pesawat 
terbang, dan mengandalkan kecerdasan buatan, bahan bakar sintetis, manufaktur 
3-D, dan rekayasa manusia.

“Generasi Andalah yang akan memikul beban dan memikul tanggung jawab untuk 
menjaga perdamaian, menahan dan mencegah pecahnya perang kekuatan besar,” kata 
Mark Milley.

Secara gamblang, Mark Milley menggambarkan seperti apa kegagalan mencegah 
perang antara kekuatan besar.

“Pertimbangkan sejenak bahwa 26.000 — 26.000 — tentara dan Marinir tewas hanya 
dalam enam minggu dari Oktober hingga November 1918 dalam Pertempuran 
Meuse-Argonne dalam Perang Dunia I,” kata Milley. terbunuh dalam delapan minggu 
pada musim panas 1944 dari pantai Normandia hingga pembebasan Paris.”

Mengingat 58.000 orang Amerika yang terbunuh hanya dalam musim panas 1944 
ketika Perang Dunia II berkecamuk, dia menambahkan, “Itu adalah biaya manusia 
dari perang kekuatan besar” (Web Warouw)

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/3213C2024EEC4B97A8D84258FE33BF7D%40A10Live.

Reply via email to