Tim Petugas Pantau Survei Qomolangma: Mendedikasikan Masa Muda kepada Survei 
Ilmiah Dataran Tinggi
2022-05-26 11:09:13  
https://indonesian.cri.cn/2022/05/26/ARTIHtwBGPRu4ltV45TgELCM220526.shtml



* Tanggal 15 Mei, Wahana Terapung (Floating Airship)Jimu No.1 Tipe III siap 
diluncur.

Pada 15 Mei lalu, wahana terapung atau floating airship Jimu No.1 tipe III 
mencapai ketinggian 9.032 mdpl di udara sekitar puncak Qomolangma untuk 
melakukan pemantauan transmisi uap air atomosfir dan perubahan vertikal gas 
rumah kaca (GRK). Survei ilmiah tersebut telah menciptakan rekor dunia perihal 
pemantauan atmosfir melalui wahana terapung udara.



Gao Jing, berusia 39 tahun, adalah kepala tim survei pemantauan terpadu kali 
ini. Ia mengatakan, dalam kondisi geografis yang rumit seperti di Qomoloangma, 
mereka telah dihadapkan tantangan berat untuk meluncurkan wahana terapung  ke 
udara setinggi 9.000 meter. Untuk menunaikan tugasnya, dia dan seluruh anggota 
timnya telah melakukan banyak percobaan selama empat tahun terakhir ini.

Mereka mendirikan base kamp dengan peti kemas dan tenda pada ketinggian 4.300 
mdpl. Dari 26 April hingga sekarang mereka terus bertugas di sana. Gao Jing 
mengatakan, dalam menggunakan wahana terapung yang paling sulit adalah mengisi 
udara ke dalamnya karena selalu terganggu angin lembah. Untuk mengatasinya 
mereka hanya melakukannya pada rentang waktu antara jam 12 larut malam hingga 
jam 12 siang. Setelah memasuki tahap krusial eksperimen, mereka harus sibuk 
siang dan malam.“

“Adapun motivasinya, ya sederhana aja, dulu kami hanya melakukan pemantauan di 
atas permukaan bumi,tapi kali ini saya penasaran sekali bagaimana perubahannya 
dari permukaan bumi sampai ke atmosfir,” demikian ujar Gao Jing kepada wartawan.



Gao Jing sejak lama berfokus pada penelitian tentang  sirkulasi air dataran 
tinggi dan mekanisme perubahan iklim. Sejak pertama kali menginjak kakinya di 
Dataran Tinggi Qinghai-Tibet pada 2019, Gao Jing sudah bertekad bulat untuk 
mendedikasikan masa mudanya di dataran tinggi. Pada 2019, Gao Jing dan timnya 
mencetak rekor pemantauan atmosfir di ketinggian 7.003 meter dengan wahana 
terapung tipe sama. Selain itu, dia telah berhasil mencatat angka pantauan 
beruntun terhadap isotop uap air di permukaan gletser yang berada di lokasi 
ultra tinggi. 

Kini Gao Jing dan rekan-rekan setimnya masih bertugas di dataran tinggi dengan 
rata-rata ketinggian 4.000 mdpl untuk melanjutkan eksplorasinya. Bagi dia, 
eksplorasi ilmiah tidak kenal batasnya, dan membutuhkan upaya generasi demi 
generasi,terutama para pemuda yang bersemangat dedikatif.

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/3A2780A4F63349EC8FF1B1447D210B36%40A10Live.

Reply via email to