PENGEN NGAKAK…? 
Rusia Sebut Uni Eropa Nikmati Hukum Karma Yang Dibuat Sendiri 
ByTim 
Redaksi0https://bergelora.com/pengen-ngakak-rusia-sebut-uni-eropa-nikmati-hukum-karma-yang-dibuat-sendiri/

JAKARTA– Federasi Rusia, menilai, negara-negara di Uni Eropa yang tergabung di 
dalam North Atlantic Treaty Organization (NATO) dimotori Amerika Serikat (AS), 
tengah ‘menikmati’ hukum karma atau hukum rimba yang dibuat sendiri.

Tujuan sanksi ekonomi diberlakukan bagi Rusia, karena melakukan operasi militer 
khusus ke Ukraina sejak Kamis, 24 Februari 2022, justru membuat masyarakat di 
Uni Eropa terancam kelaparan karena ‘tolak’ impor gandum dan gas alam cair dari 
Rusia.

“Sedangkan pasokan bahan pangan Eropa Barat, yaitu negara-negara Uni Eropa, 
sebagian besar sangat tergantung dengan Rusia,” tulis siaran pers Kantor 
Presiden Federasi Rusia, sebagaimana dilaporkan RIA Novosti, Jumat, 28 Mei 2022.

Masalah dengan ketahanan pangan di dunia telah diperburuk karena sanksi 
terhadap Rusia oleh Amerikat Serikat dan Uni Eropa, kata Vladimir Putin dalam 
percakapannya dengan Perdana Menteri Italia Mario Draghi, tulis siaran pers 
Kremlin.

“Situasi telah diperburuk oleh pembatasan anti-Rusia yang diberlakukan Amerika 
Serikat dan Uni Eropa,” kata pernyataan itu.

Presiden Vladimir Putin mengatakan Rusia siap berkontribusi untuk mengatasi 
krisis pangan jika pembatasan dapat dicabut.

“Vladimir Putin menekankan bahwa Federasi Rusia siap memberikan kontribusi 
signifikan untuk mengatasi krisis pangan melalui ekspor biji-bijian dan pupuk, 
dengan tunduk pada pencabutan pembatasan bermotif politik oleh Barat,” kata 
layanan pers.

Selain itu, kepala negara menyebut tuduhan terhadap Moskow tentang kesulitan 
dalam memasok produk pertanian ke pasar dunia tidak berdasar.

“Vladimir Putin menyoroti fakta bahwa kesulitan yang muncul terkait antara lain 
dengan gangguan pada operasi rantai produksi dan logistik, serta kebijakan 
keuangan negara-negara Barat selama pandemi virus corona,” tulis Kremlin.

Setelah dimulainya operasi militer khusus untuk denazifikasi dan demiliterisasi 
Ukraina, Barat meningkatkan tekanan sanksi terhadap Rusia. Langkah-langkah 
pembatasan terutama mempengaruhi sektor perbankan dan sektor teknologi tinggi.

Seruan untuk meninggalkan sumber energi Rusia semakin keras. Namun, gangguan 
rantai pasokan telah mendorong kenaikan harga bahan bakar dan makanan di Eropa 
dan Amerika Serikat.

Rusia telah memberikan jaminan akan memberikan izin keluarkan kapal asing di 
pelabuhan Ukraina timur dan selatan yang sudah dikuasai sejak operasi militer 
khusus Kamis 24 Februari 2022, yaitu kawasan pelabuhan Mariupol, Odessa dan 
Melitopol.

Inggris memberikan wacana untuk mengerahkan militer matra laut NATO untuk 
membuka blokir Rusia di Laut Hitam, sehingga Ukraina tidak bisa ekspor gandum, 
untuk memasok kebutuhan pangan masyarakat di Uni Eropa.

Menanggapi wacana itu, Rabu, 25 Mei 2022, Rusia menggelar simulasi peluncuran 
rudal balistik berhulur ledak nuklir dan tembakan artileri di Laut Barens, 
sebuah kawasan dekat dekat Denmark, setelah Denmark mengumumkan mempersenjatai 
Ukraina dengan Rudal Harpoon yang diklaim daya jelajah hingga 5000 kilometer.

Kapal perang anti-kapal selam besar Armada Utara Laksamana Levchenko 
mensimulasi tembakan rudal dan artileri terhadap target udara dan laut musuh 
hipotetis selama latihan di Laut Barents.

“Kapal anti-kapal selam besar Laksamana Levchenko melenyapkan sebuah pesawat 
musuh dan rudal jelajah musuh selama latihan di Laut Barents.”

Selama latihan, kapal perang berlatih menembak dengan sistem rudal 
permukaan-ke-udara Kinzhal, sebuah baterai meriam serba guna dan artileri 
anti-pesawat cepat,” kata kantor pers dalam sebuah pernyataan.

Kepada Bergelora.com dilaporkan, selain latihan pertahanan udara, tim artileri 
lintas kapal berlatih menyerang target angkatan laut yang mensimulasikan kapal 
cepat musuh dan melepaskan tembakan ke ranjau laut terapung yang tidak 
tertutup, kata kantor pers.

“Setelah berlatih tugas pelatihan tempur di laut, awak kapal perang anti-kapal 
selam besar Laksamana Levchenko kembali ke pangkalan angkatan laut asalnya di 
Severomorsk.”

“Sebelumnya, kapal perang itu berlatih menembakkan torpedo terhadap kapal selam 
dan tugas anti-kapal selam lainnya di Laut Barents,” kantor pers melaporkan. 
(Dismas Aju)

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/6635D955CA6D45B98AAF7D37DD5B39A3%40A10Live.

Reply via email to