Written byI76Monday, May 30, 2022 22:00

https://www.pinterpolitik.com/in-depth/resep-anies-jadi-capres/
Resep Anies Jadi Capres
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan didesak untuk segera menjadi anggota partai 
politik. Ini dianggap menjadi resep agar lebih mudah menjadi calon presiden 
(capres) pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang. Lantas, seperti apa 
sebenarnya resep yang pas untuk Anies menjadi Capres 2024?


--------------------------------------------------------------------------------

PinterPolitik.com

Pergelaran puncak Milad ke-20 Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang diadakan 
pada hari Minggu, 29 Mei 2022 di Istora Senayan dihadiri oleh sejumlah tokoh 
nasional dan elite dari berbagai partai politik (parpol) nasional.

Sebagian besar tokoh dan elite parpol yang hadir merupakan langganan survei 
capres-cawapres 2024. Sebut saja, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, 
Menparekraf Sandiaga Uno, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, dan 
Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (Zulhas).

Habib Aboe Bakar Alhabsyi, Sekretaris Jenderal  DPP PKS, mengatakan Milad PKS 
ini menjadi ajang jodoh-jodohan Pilpres 2024. Ia juga berharap tokoh-tokoh yang 
hadir dapat menemukan jodoh yang pas.

Dan tokoh yang paling sering disorot dan dicecar banyak pertanyaan tentunya 
Anies, karena dianggap sebagai gubernur yang dimenangkan oleh PKS di Jakarta. 
Meski demikian, Anies bukanlah kader ataupun anggota PKS, bahkan anggota partai 
manapun.

Seolah terdapat selubung misteri antara Anies dengan partai politik. Bahkan 
sebelumnya, Partai Demokrat DKI Jakarta juga mendorong Anies agar berpartai 
sebagai syarat konstitusi pencalonannya pada Pilpres 2024 mendatang.

Mujiono, Ketua DPP Partai Demokrat DKI, memberikan saran agar lebih baik Anies 
Baswedan masuk partai dan menjadi kader parpol. Ia menilai jika Anies bergabung 
dengan partai akan semakin mudah dan lancar dalam persaingan Pilpres 2024.

Disebutkan, Anies sudah memiliki modal kepercayaan dan simpati dari masyarakat, 
hanya tinggal membutuhkan kendaraan untuk maju dan kendaraan tersebut adalah 
partai politik. Keuntungan lain masuk partai, menurut Mujiono, yaitu agar Anies 
tetap menjaga popularitasnya tidak turun setelah melepas jabatan sebagai 
gubernur, mengingat sebentar lagi masa jabatan Anies berakhir.

Meski seolah mendesak, sampai saat ini Anies belum menentukan pilihannya untuk 
masuk partai mana dan diusung oleh partai apa saja. Lantas, seperti apa 
memahami kondisi Anies saat ini dan seperti apa saran untuknya?


Anies masuk partai politik 
Strategi End Game?
Desakan agar Anies segera masuk parpol bisa jadi adalah sebuah jebakan. Sebagai 
tokoh non-partai, justru Anies dapat dengan mudah memperoleh tiket dari 
partai-partai politik di Senayan. Hal ini karena tingkat elektabilitas yang 
tinggi dan tidak terikat dengan parpol manapun justru menjadi magnet tersendiri.

Hendra Setyawan, Direktur Eksekutif Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi 
Indonesia (SIGMA), mengingatkan agar Anies tidak gegabah  masuk partai politik, 
meski didorong sebagai calon presiden pada Pilpres 2024.

Menurut Hendra, posisi Anies saat ini strategis dikarenakan justru sebagai 
penarik pemilih bagi partai politik. Artinya, untuk menarik simpati masyarakat, 
harusnya parpol yang meminang Anies bukan sebaliknya.
Tidak gegabah dan menunggu waktu yang pas adalah kunci dalam pengambilan 
keputusan. Apalagi berbicara tentang politik, semua hal akan terasa berkabut. 
Bukan hanya lawan, bahkan kawan bisa menjadi faktor kekalahan jika tidak mampu 
mengambil keputusan dengan tepat.

Mohamad Sobary dalam tulisannya Politik Dengan Segala Cara, mengandaikan 
politik adalah kondisi setiap orang seolah tidak punya perasaan. Jebakan untuk 
mempersulit lawan menjadi bagian integral dari nafas politik tersebut. Oleh 
karenanya, perlu kehati-hatian dan bijak dalam memilih keputusan untuk membuat 
strategi.

Hal ini mungkin berlainan dengan salah satu nasihat perang Sun Tzu. Dalam 
bukunya The Art of War, ahli perang sepanjang masa ini memberikan nasihat agar 
bergerak cepat dan menyerang lebih dulu.

Tapi dalam nasihat yang lain, Sun Tzu mengajarkan kita untuk tetap melihat 
situasi. Ungkapnya, meski pasukan yang pertama datang di medan perang akan 
mempunyai keuntungan, yaitu semangat yang tinggi, bukan berarti hal tersebut 
dapat menjadi jaminan kemenangan mereka.

Lebih lanjut, Sun Tzu memberi nasihat agar pasukan yang datang di akhir tidak 
dulu menyerang mereka. Dalam pengertian lain, pasukan diminta menunggu semangat 
tempur pasukan lawan memudar. Ini adalah keuntungan lain bagi pasukan yang 
menjalankan strategi bermain di akhir laga.

Suci Handayani dalam tulisannya Strategi Pengambilan Keputusan, mengungkapkan 
bahwa pengambilan keputusan di akhir merupakan strategi jitu pengambilan 
keputusan. Ia memperkenalkan cara ini dengan dua istilah, yaitu delaying dan 
fatalistic.

Suci memberikan penjelasan bahwa delaying merupakan prinsip dari strategi 
pengambilan keputusan yang menyarankan individu untuk melakukan penangguhan. 
Ini adalah perilaku dalam menunda untuk melakukan suatu tugas atau pekerjaan 
ketika menghadapi situasi yang tidak menentu.

Menunggu sampai kesempatan paling akhir akan memberikan manfaat. Hal ini juga 
disebut dengan fatalistic, yang mengandaikan keputusan dipertimbangkan dengan 
memperhatikan kondisi yang terjadi dengan sendirinya. Tentunya, kedua kondisi 
ini akan membuat pengambilan keputusan di akhir akan banyak menentukan 
permainan.

Layaknya sebuah permainan catur, tahap akhir adalah kondisi yang paling 
menegangkan dalam rentang tahapan permainan. Catur dan politik mengajarkan agar 
sangat penting untuk menjaga momentum hingga mencapai permainan akhir (end 
game).

Mungkin inilah saran untuk Anies yang saat ini menghadapi berbagai desakan agar 
secepatnya masuk partai. Anies harus mengambil momentum injury time dalam 
menentukan partai mana dan siapa yang bersanding dengannya.

Lantas, apakah momen injury time ini efektif dalam politik di Indonesia? 
Bagaimana sebaiknya Anies memainkan strategi injury time ini?

siapa pengganti anies 
Buat Kejutan?
Strategi bermain di ujung atau injury time memang sering ditampilkan di atas 
panggung politik Indonesia. Pada Pilpres 2019, misalnya, komposisi pasangan 
Jokowi dan Ma’ruf Amin mengejutkan banyak pihak saat itu. Ma’ruf dipilih pada 
menit-menit akhir setelah banyak isu liar tentang siapa pendamping Jokowi.

Prabowo-Sandiaga sebagai saingan Jokowi-Ma’ruf saat itu juga melakukan strategi 
yang sama. Penentuan Sandiaga sebagai cawapres juga terjadi pada menit-menit 
akhir.

Dalam konteks jelang Pemilu dan Pilpres 2024, cara yang sama juga terlihat 
ketika Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan 
(PDIP) menanggapi isu soal calon presiden.

Menurut Hasto Kristiyanto, Sekretaris Jenderal DPP PDIP, Megawati sebagai sosok 
yang berpengalaman di dunia politik hanya diam dan tersenyum menanggapi isu-isu 
tersebut. Tersirat bahwa Megawati mengetahui dalam konteks penentuan capres dan 
cawapres tidaklah semudah dengan hanya melakukan deklarasi.

Anies dapat mengambil pelajaran dari politisi senior seperti Megawati. Bahwa 
bermain di akhir akan memberikan peluang yang baik untuknya  mengkalkulasi 
semua sumber daya politiknya saat mencalonkan diri.

Mungkin sumber daya politik Anies akan diuji tidak lama lagi. Setelah 
melepaskan jabatan sebagai Gubernur DKI, Anies tidak lagi punya panggung 
politik. Kondisi ini yang mengharuskannya untuk dapat membuat panggung sendiri.

Sejauh ini, Anies masih belum mengungkapkan rencananya setelah purna tugas. Ia 
hanya mengatakan setelah tidak lagi jadi gubernur akan beristirahat sesaat. 
Anies dikenal sebagai tokoh yang selalu berkomunikasi dengan simbol-simbol 
tertentu.

Mungkin saja dengan merahasiakan langkah selanjutnya, bermaksud untuk 
membuatnya sulit ditebak. Dan dengan kalimat beristirahat sejenak, bisa 
ditafsirkan ia akan kembali dari peristirahatannya untuk membuat kejutan.

Tahun 2023 mendatang mungkin akan menjadi  momen yang pas untuk Anies datang 
kembali dan mengejutkan banyak pihak. Apakah akan masuk menjadi anggota partai 
ataukah mengikuti konvensi partai tertentu sebagai calon presiden, semua itu 
patut ditunggu.

Dalam politik banyak taktik yang dapat digunakan untuk memenangkan permainan. 
Mungkin dengan sedikit mengulur waktu untuk mempersiapkan perang sesungguhnya 
dapat menjadi cara untuk tetap menjaga daya tahan politik Anies.

Layaknya ungkapan pemikir politik Niccolò Machiavelli, dalam politik manusia 
dituntut hanya untuk berperang secara terus menerus, sekalipun ada waktu jeda 
untuk beristirahat, itu  hanya digunakan untuk memikirkan peperangan 
selanjutnya. (I76)


-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/452CCDCEE1E94FF9BC188AD682D05512%40A10Live.

Reply via email to