“Helm Biru” Tiongkok Menjadi Kekuatan Utama Pasukan Penjaga Perdamaian PBB
2022-05-31 13:17:35  
https://indonesian.cri.cn/2022/05/31/ARTIs5prVNDmzrJ7bwC0BaR0220531.shtml?spm=C77783.PVuqMaJp1sU3.EBh5xqK9Mj8L.14

Hari Minggu lalu (29/5) adalah ‘Hari Internasional Penjaga Perdamaian PBB’. Di 
depan jumpa pers hari Senin kemarin (30/5), Juru bicara Kementerian Luar Negeri 
Tiongkok Zhao Lijian memperkenalkan partisipasi Tiongkok dalam kegiatan 
pemeliharaan perdamaian PBB. Dikatakannya bahwa “Helm Biru” Tiongkok telah 
menjadi kekuatan utama Pasukan Penjaga Perdamaian PBB.

Zhao Lijian memperkenalkan, Tiongkok mengirim pengamat militernya ke PBB pada 
tahun 1990,  dan sejak itu, Tiongkok mulai mengikuti aksi pemeliharaan 
perdamaian PBB. Kemudian, Tiongkok mengirim ‘Pasukan Helm Biru’ pertama dalam 
aksi pemeliharaan perdamaian PBB pada tahun 1992. Selama lebih dari 30 tahun 
ini, Tiongkok telah mengirim total sekitar 50 ribu prajurit dalam aksi 
pemeliharaan perdamaian PBB di lebih dari 20 negara dan daerah, dan terdapat 16 
prajurit dan perwira berkorban yang menyumbangkan jiwanya.

Zhao Lijian menunjukkan, kini Tiongkok adalah negara besar kedua yang 
menanggung iuran pemeliharaan perdamaian PBB dan negara pertama pengirim 
pasukan sebagai anggota tetap Dewan Keamanan PBB, total sekitar 2,2 ribu 
prajurit dan perwira Tiongkok sedang bertugas di 8 zona tugas pemeliharaan 
perdamaian.

Rahasia Kesuksesan Asia-Pasifik Adalah Kerja Sama dan Kemenangan Bersama
2022-05-31 14:01:03  
https://indonesian.cri.cn/2022/05/31/ARTIrmYDjcJV74xyMxvgRGLb220531.shtml?spm=C77783.PVuqMaJp1sU3.EBh5xqK9Mj8L.23
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Zhao Lijian di depan jumpa pers 
hari Senin kemarin (30/5) membicarakan apa yang disebut  ‘Kerangka Ekonomi 
Indo-Pasifik’. Dia menunjukkan, rahasia kesuksesan Asia-Pasifik adalah kerja 
sama dan kemenangan bersama bukanlah konfrontasi zero-sum.

Di depan Konferensi Internsional ke-27 tentang Masa Depan Asia (FOA 2022), 
Mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir bin Mohamad mengatakan, ‘Kerangka 
Ekonomi Indo-Pasifik’ bersifat politik bukan ekonomi, bertujuan untuk 
menyingkirkan dan melawan Tiongkok. Tiongkok telah memberikan kontribusi kepada 
pertumbuhan ekonomi negara-negara lain, namun malah disingkirkan. 

Pertumbuhan ekonomi membutuhkan kestabilan bukan konflik, Amerika Serikat 
bersikeras menyingkirkan Tiongkok dan mengirim kapal perang ke Laut Tiongkok 
Selatan, hal itu berkemungkinan mengakibatkan peristiwa di luar dugaan bahkan 
kekerasan atau peperangan, dan ini tidak menguntungkan pertumbuhan ekonomi 
negara-negara ASEAN. Hendaknya dihindarkan peningkatan konflik AS-Tiongkok demi 
memelihara kestabilan kawasan.

Zhao Lijian ketika menanggapi hal tersebut mengatakan bahwa apa yang dikatakan 
mantan Perdana Menteri Mahathir bin Mohamad tersebut benar dan mewakili 
pendirian kebanyakan negara di kawasan, juga telah menjelaskan hal yang paling 
diperhatikan dan diinginkan oleh negara-negara kawasannya, yaitu perdamaian, 
kestabilan dan pertumbuhan ekonomi di kawasan. Inilah tren zaman dan kehendak 
rakyat. 

AS membelakangi arah tersebut dan mempolitisasi isu ekonomi demi kepentingannya 
sendiri dengan merugikan kepentingan negara lain bahkan seluruh kawasan, 
tindakan tersebut tidak akan memperoleh dukungan dan tidak akan berhasil.



-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/3AF354B1B8F94C5697846707DDE1F285%40A10Live.

Reply via email to