Polda Metro Tangkap Menteri Khilafatul Muslimin di Mojokerto!
Wildan Noviansah - detikNews
Senin, 13 Jun 2022 09:45 WIB

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan (Yogi Ernes/detikcom)

Jakarta - Polda Metro Jaya kembali menangkap tokoh sentral Khilafatul Muslimin. 
Kali ini, polisi menangkap AS (74) yang merupakan menteri di Khilafatul 
Muslimin.
"Ya benar, yang bersangkutan, AS ditangkap oleh Tim Ditreskrimum Polda Metro 
Jaya di Mojokerto, dini hari tadi," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes 
Endra Zulpan saat dihubungi detikcom, Senin (13/6/2022).

AS ditangkap di Mojokerto pada Senin (13/6) pukul 00.30 WIB. Ia memiliki 
jabatan sebagai menteri di Khilafatul Muslimin.


"Peran AS, ditunjuk sebagai kepala departemen pendidikan (Menteri Pendidikan) 
Khilafahtul Muslimin," imbuhnya.

Zulpan mengatakan penangkapan AS adalah pengembangan dari penangkapan Abdul 
Qadir Hasan Baraja yang juga pimpinan tertinggi Khilafatul Muslimin.

Baca juga:
Geger Khilafatul Muslimin Punya NIW Gantikan e-KTP

Terbitkan Pengganti e-KTP

Operasi yang dilakukan tim gabungan Ditreskrimum Polda Metro Jaya terhadap 
Khilafatul Muslimin di beberapa lokasi, didapat temuan baru. Salah satunya 
ditemukan adanya data-data kependudukan ribuan warga di kantor pusat Khilafatul 
Muslimin di Lampung.

"Dan kita temukan di situ data induk warga Khilafatul Muslimin se-Indonesia 
yang sampai sore ini kita temukan berjumlah mencapai puluhan ribu," kata Kabid 
Humas Polda Metro Jaya Kombes E Zulpan di Mapolda Metro Jaya, Minggu (12/6).

Zulpan menyebut data tersebut digunakan untuk membuat nomor induk baru. 
Nantinya akan digunakan untuk menggantikan e-KTP (KTP elektronik) yang 
diterbitkan pemerintah Indonesia.

"Dan ada temuan menarik, mereka juga sudah membuat Nomor Induk Warga atau NIW 
yang digunakan Khilafatul Muslimin untuk menggantikan e-KTP yang diterbitkan 
pemerintah Indonesia," kata Zulpan.

Baca juga:
Polisi Temukan Puluhan Ribu Data Anggota Khilafatul Muslimin
Lihat video 'Momen Penangkapan Tokoh Khilafatul Muslimin di Lampung Berujung 
Ricuh!':







Baca halaman selanjutnya: duit diduga dana operasi Khilafatul Muslimin.

Rp 2,3 M Diduga Dana Operasi Disita

Selain itu, polisi juga turut menyita komputer yang berada di kantor pusat dan 
akan diperiksa oleh tim terkait. Kemudian, brankas besi sebanyak empat unit 
berisi uang tunai senilai Rp 2,3 miliar.

"Kemudian, kita temukan juga catatan keuangan dan serta kita temukan buku 
tabungan rekening penampung," ucap Zulpan.

Baca juga:
Polisi Ungkap Khilafatul Muslimin Bikin Nomor Induk Warga Gantikan e-KTP

Sebagai informasi, penggeledahan juga dilakukan di kantor yang berada di Kota 
Bekasi dan Medan, Sumatera Utara. Polisi mengamankan sejumlah barang bukti, di 
antaranya selebaran maklumat terkait khilafah dan buku-buku buletin serta 
majalah terkait Khilafatul Muslimin.

"Kemudian beberapa atribut ormas Khilafatul Muslimin, dokumen, komputer yang 
terkait Khilafatul Muslimin yang sekarang sudah dibawa oleh tim yang tentu akan 
dilakukan pemeriksaan (komputer) oleh tim terkait unit tersebut," jelas Zulpan.

Sejauh ini polisi telah menangkap 6 orang terkait Khilafatul Muslimin, termasuk 
Ahmad Sobirin.

Baca juga:
Peran 4 Tersangka Khilafatul Muslimin: Pendiri-Penyebar Doktrin
(mea/mea)

Baca artikel detiknews, "Polda Metro Tangkap Menteri Khilafatul Muslimin di 
Mojokerto!" selengkapnya 
https://news.detik.com/berita/d-6124172/polda-metro-tangkap-menteri-khilafatul-muslimin-di-mojokerto.

Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/67942444E2B341A7ABF0E5BA0FB142B9%40A10Live.

Reply via email to