Setuju dgn tulisan/analisa bung Chan.
Penderitaan rakyat Ukrania adalah salah Ukrania sendiri, terutama Zelensky dan
pengikut2-nya, yg mau dijadikan budak oleh AS dalam permainan geopolitics-nya.
BH Jo
On Tuesday, June 14, 2022, 06:59:17 PM MDT, Chan CT <[email protected]>
wrote:
Jelaslah, ... Perang Rusia-Ukraina ini sudah seharusnya tidak terjadi, kalau
saja Zelensky presiden yang bijak dan bisa utamakan kepentingan Negara dan
rakyat Ukraina! Jadi, TIDAK menjadikan Ukraina bidak AS yang berniat menggempur
hancur Rusia dengan KESALAHAN invasi mengagresi Ukraina!
Namun Biden salah hitung, ... Yang dihadapi kali ini adalah Rusia, negara
nuklir bahkan didukung minyak-gas dan gandum yang cukup kuat. BUKAN seperti
Irak, Suria, Afghanistan, ... negara kecil bisa saja diinjak-injak, jadi begitu
Rusia menyerang Ukraina dengan lebih dahlu mengancam akan menggunakan senjata
nuklir bila ada negara lain mengirimkan pasukan membantu Ukraina, AS dan NATO
pun tidak berani mengirimkan pasukan membantu Ukraina. Membantu senjata canggih
pun jadi sangat terbatas, karena pasukan Ukraina sendiri hanya bisa gunakan
jenis senjata Rusia, termasuk pesawat tempur, tank-tank dan roket, ... tidak
bisa gunakan senjata AS yang canggih itu, ... Lalu, sanksi yang dijatuhkan pada
Rusia, dari larangan membeli minyak-gas Rusia sampai pencabutan Swift, bukan
menghancurkan Rusia sebaliknya menimpa negara-negara Eropa yang sangat butuhkan
minyak-gas Rusia! Begitu Rusia membalas sanksi dengan setiap negara yang hendak
membeli minyak-gas Rusia harus membayar dengan Rubel, ... Jadi berbalik
menaikkan nilai Rubel kembali! Rusia lagi yang menang dengan membuat AS-UE
kewalahan, ... Putin jauh lebih cerdas dan cekatan ketimbang Biden, kakek usur
yang sudah PASTI Kalah!
Begitulah, Biden dalam pertemuan didepan donator Partai Demokrat, 10 Juni sudah
menghianati Zelensky dengan menyatakan: Sudah saya katakan pada Zelensky, Rusia
akan menyerang Ukraina, tapi tidak didengar!
Artinya, Biden sudah hendak lepas tangan, melempar kekalahan dan tanggung jawab
sepenuhnya pada Zelensky saja, ... Tentu Zelensky menepis, bukankah dengan
bantuan kalian kami sudah siap menghadapi serangan dan berhasil bertahan dengan
segala pengorbanan selama lebih 3 bulan, sekalipun AS dan NATO ternyata TIDAK
mengirimkan pasukan membantu kami! Dan, ... keterlambatan pengiriman senjata
canggih dan amunisi, bagaimana kami bisa memenangkan perang ini???
Nampaknya, sekjen NATO juga sudah menyerukan Zelensky harus mengambil keputusan
menempuh perdamaian dengan pengorbanan wilayah! Maksudnya?
Bukankah nanti bersama Macron dan Scholz akhir Juni akan Kiev menemui Zelensky
untuk menekan laksanakan gencatan senjata dengan melepaskan Ukraina-timur yang
sudah diduduki Rusia.
UKRAIANA SEBAIKNYA NYERAH DEH…! Ini Kecanggihan Pertahanan Udara Strela 10
Rusia Hancurkan Ribuan Pesawat Siluman Ukraina ByTim Redaksi
https://bergelora.com/ukraiana-sebaiknya-nyerah-deh-ini-kecanggihan-pertahanan-udara-strela-10-rusia-hancurkan-ribuan-pesawat-siluman-ukraina/
Strella 10 Rusia. (Ist)
JAKARTA – Sistem pertahanan udara ‘Strela-10’ milik Rusia yang telah hancurkan
ribuan pesawat Ukraina.
Dilansir Telegram Kementerian Pertahanan Rusia, Jumat (10/6/2022) diperlihatkan
pekerjaan tempur kru sistem pertahanan udara Strela-10 dari Pasukan Lintas
Udara Militer Rusia.
Dimana berkat tindakan cepat kru tempur Strela-10 yang akurat dan
terkoordinasi, dimungkinkan untuk mendeteksi target udara secara tepat waktu.
Kemudian mengidentifikasinya sebagai UAV musuh dan menghancurkannya, mencegah
pengintaian area dan penyesuaian artileri Angkatan Bersenjata Ukraina.
Secara total, sejak awal operasi militer khusus, sebanyak 193 pesawat, 130
helikopter, 1.163 kendaraan udara tak berawak telah dihancurkan.
Termasuk 336 sistem rudal anti-pesawat, 3.471 tank dan kendaraan tempur lapis
baja lainnya, 493 peluncur roket ganda, 1.834 artileri lapangan dan senjata
mortir, serta 3.512 unit kendaraan militer khusus. (Web Warouw)
MENYERAHLAH ZELENSKY…! Rusia Hancurkan Jembatan dan Potong Rute Pelarian di
Sievierodonetsk ByTim
Redaksi0https://bergelora.com/menyerahlah-zelensky-rusia-hancurkan-jembatan-dan-potong-rute-pelarian-di-sievierodonetsk/
JAKARTA – Pasukan Rusia meledakkan sebuah jembatan yang menghubungkan Kota
Sievierodonetsk di Ukraina yang diperangi ke kota lain di seberang sungai,
memotong kemungkinan rute evakuasi bagi warga sipil, kata pejabat setempat,
Minggu (12/6).
Sievierodonetsk telah menjadi pusat pertempuran untuk menguasai wilayah Donbas
timur Ukraina. Beberapa bagian kota telah hancur dalam beberapa pertempuran
paling berdarah sejak Kremlin melancarkan invasi pada 24 Februari.
“Tujuan taktis utama penjajah tidak berubah: mereka menekan di Sievierodonetsk,
pertempuran sengit sedang berlangsung di sana,” kata Presiden Ukraina Volodymyr
Zelensky dalam pidato video malamnya, menambahkan bahwa militer Rusia berusaha
mengerahkan pasukan cadangan. ke Donbas, melansir Reuters 13 Juni.
Sementara itu, Gubernur Provinsi Lugansk Serhiy Gaidai mengatakan, pasukan
Ukraina dan Rusia masih bertempur di jalan-jalan di sana pada Hari Minggu.
Pasukan Rusia telah menguasai sebagian besar kota, tetapi pasukan Ukraina tetap
menguasai kawasan industri dan pabrik kimia Azot, tempat ratusan warga sipil
berlindung.
Tetapi, Rusia telah menghancurkan sebuah jembatan di atas Sungai Donets
Siverskyi yang menghubungkan Sievierodonetsk dengan kota kembarnya Lysychansk,
kata Gaidai.
Menurutnya, yang tersisa hanya satu dari tiga jembatan yang masih berdiri.
“Jika setelah penembakan baru, jembatan itu runtuh, kota itu akan benar-benar
terputus. Tidak akan ada cara untuk meninggalkan Sievierodonetsk dengan
kendaraan,” terang Gaidai, mencatat tidak adanya perjanjian gencatan senjata
dan tidak ada koridor evakuasi yang disepakati.
Adapun Kepala Pemerintahan Sievierodonetsk mengatakan sedikit lebih dari
sepertiga kota tetap di bawah kendali pasukan Ukraina, dengan sekitar dua
pertiga di tangan Rusia.
“(Pasukan) kami memegang garis pertahanan dengan kuat,” kata Oleksandr Stryuk
kepada TV nasional.
Di Lysychansk, penembakan Rusia menewaskan seorang anak berusia enam tahun,
kata Gaidai. Reuters tidak dapat secara independen mengkonfirmasi akun ini.
Setelah dipaksa untuk mengurangi tujuan kampanye awalnya setelah invasi 24
Februari ke Ukraina, Moskow telah mengalihkan perhatiannya untuk memperluas
kendali di Donbas, di mana separatis pro-Rusia telah menguasai wilayah sejak
2014.
Kepada Bergelora.com si Jakarta dilaporkan, jatuhnya Sievierodonetsk, di
kantong terakhir tanah Ukraina yang dikuasai di wilayah strategis Lugansk, akan
membawa Rusia selangkah lebih dekat ke salah satu tujuan yang dinyatakan oleh
Presiden Rusia Vladimir Putin sebagai operasi militer khusus. (Web Warouw)
--
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/75E04194EC364B95965AF7E506676561%40A10Live.
--
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/1271099034.2209070.1655256444192%40mail.yahoo.com.