Perusahaan Kosmetik Revlon Ajukan Permohonan Bangkrut (beritasatu.com) <https://www.beritasatu.com/ekonomi/940357/perusahaan-kosmetik-revlon-ajukan-permohonan-bangkrut?utm_source=newsletter&utm_medium=email&utm_campaign=NewsletterB1>
ome <https://www.beritasatu.com/> > Ekonomi <https://www.beritasatu.com/ekonomi> Perusahaan Kosmetik Revlon Ajukan Permohonan Bangkrut Jumat, 17 Juni 2022 | 07:27 WIB Oleh : Unggul Wirawan / WIR <https://www.beritasatu.com/unggul-wirawan> [image: Produk rambut Revlon terlihat di Supercenter Walmart, Houston, Texas, AS pada Kamis 16 Juni 2022 di. Revlon, raksasa kosmetik berumur 90 tahun, mengajukan permohonan kebangkrutan.] Produk rambut Revlon terlihat di Supercenter Walmart, Houston, Texas, AS pada Kamis 16 Juni 2022 di. Revlon, raksasa kosmetik berumur 90 tahun, mengajukan permohonan kebangkrutan. (Foto: AFP) New York, Beritasatu.com- Perusahaan kosmetik raksasa Revlon Inc mengajukan permohonan kebangkrutan. Seperti dilaporkan *Al Jazeera,* Kamis (16/6/2022), Revlon telah berjuang dengan masalah inflasi dan rantai pasokan. Revlon telah kehilangan ruang rak di toko-toko Amerika Serikat (AS) karena * startup* yang didukung oleh selebriti. Revlon telah mengajukan perlindungan kebangkrutan Bab 11 setelah berjuang untuk bersaing dengan merek pemula yang berfokus secara daring dalam beberapa tahun terakhir. Pada Rabu, pembuat cat kuku dan lipstik yang dimiliki oleh miliarder Ron Perelman mendaftarkan aset dan kewajiban antara US$ 1 miliar (Rp 14,8 triliun) dan US$ 10 miliar (Rp 148 triliun), menurut pengajuan ke Pengadilan Kepailitan AS untuk Distrik Selatan New York. BACA JUGA Perusahaan Kosmetik Victoria Care Bagi Dividen Rp 70,4 M <https://www.beritasatu.com/ekonomi/926015/perusahaan-kosmetik-victoria-care-bagi-dividen-rp-704-m> Pengajuan Bab 11 memungkinkan perusahaan untuk terus beroperasi sambil menyusun rencana untuk membayar kreditur. Pengajuan kebangkrutan datang beberapa hari setelah *Wall Street Journal* melaporkan Revlon telah memulai pembicaraan dengan pemberi pinjaman menjelang jatuh tempo utang untuk menghindari kebangkrutan. Penjualan Revlon telah berjuang di tengah kemacetan pasokan dan kegagalan untuk dengan cepat beralih ke perawatan kulit yang diminati, kehilangan ruang rak di toko-toko AS untuk* startup* yang didukung oleh selebriti seperti Kylie Jenner's Kylie Cosmetics dan Fenty Beauty oleh Rihanna. BACA JUGA 10 Perusahaan Kosmetik Terbaik di tahun 2011 <https://www.beritasatu.com//65441/10-perusahaan-kosmetik-terbaik-di-tahun-2011> Revlon Inc mulai menjual cat kuku di tengah masa Depresi Hebat. Perusahaan berumur 90 tahun ini kemudian menambahkan lipstik terkoordinasi ke dalam koleksinya. Pada tahun 1955, merek tersebut bersifat internasional. Perusahaan induk Perelman, MacAndrews & Forbes Inc, mengambil alih Revlon dalam pengambilalihan yang sengit pada tahun 1985, mendanai kesepakatan dengan utang sampah yang diajukan oleh Michael Milken. MacAndrews & Forbes pada satu titik menggugat Revlon atas penerimaan perusahaan atas tawaran yang lebih rendah dari Forstmann Little & Co, menghasilkan keputusan pengadilan Delaware yang penting tentang tugas fidusia anggota dewan, kadang-kadang dijuluki "Aturan Revlon." BACA JUGA 8 Perusahaan Kosmetik Taiwan Jajaki Bisnis di Indonesia <https://www.beritasatu.com/ekonomi/394352/8-perusahaan-kosmetik-taiwan-jajaki-bisnis-di-indonesia> Beban utang perusahaan terbukti memberatkan, terutama setelah menjual lebih dari US$2 miliar (Rp 29,7 triliun) pinjaman dan obligasi untuk mendanai akuisisi Elizabeth Arden pada 2016. Perusahaan juga memiliki merek termasuk Cutex dan Almay, dan pasar di lebih dari 150 negara. Revlon mencegah beberapa gagal bayar sebelumnya dengan memutus kesepakatan dengan kreditur untuk mengerjakan ulang kewajibannya di luar pengadilan. -- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/CAGjSX2D%2BFqtRSs2MY5WBp9pwu9tdFq%3DP1bTD7dA1W8okVo8EiQ%40mail.gmail.com.
