Lhooo, ... siapa yang mengejek orang berdemo, ...??? Yang saya katakan, 
berjuang mengalahkan imperialisme AS TIDAK CUKUP berteriak-teriak diluar dengan 
demo saja! Harus ada negara-negara cukup kuat yang berkemampuan melawan dari 
dalam perut imperialisme! Menggempur imperialisme didalam PBB, WTO, WHO, ... 
lembaga yang selama ini digunakan imperialisme menipu melestarikan penindasan 
didunia, ...

Begitulah makin banyak negara-negara didunia ini yang sadar penipuan dan 
penindasan imperialisme AS, lebih-lebih setelah perang Rusia-Ukraina yang 
memblejeti tingkah laku munafik AS itu, ... Dan adalah juga kenyataan makin 
banyak negara-negara didunia ini yang berpaling dan siap bekerjasama dengan 
RRT. Inilah kenyataan yang terjadi, ...TIDAK TERBANTAHKAN!



From: Tatiana Lukman 
Sent: Friday, June 17, 2022 1:06 AM
To: Chan CT 
Subject: RE: [GELORA45] Konferensi Tingkat Menteri WTO Ke-12 Fokuskan Beberapa 
Urusan Krusial

Ah, anjing jaga budukan, sudah begitu jelas bukti yang tak bias dibantah, masih 
menggonggong terus menuduh roang lain yang tdk melihat kenyataan..Padahal 
kenyataan di depan matanya tidak dapat dia bantah… Dasar orang reaksioner, anti 
komunis, bisanya mengejek orang-orang yang berjuang dengan segala macam cara, 
termasuk demo… anjing remo mana bias mengapresiasi cara orang berjuang…dia 
tahunya menggonggong, menjilat tuannya….. Yang jelas, hakikat kenyataan bahwa 
imperialis China ada dalam WTO, sebuah Lembaga imperialis, TIDAK BISA DIA 
BANTAH… maka larinya mencemooh aksi demonya.. tapi fakta bahwa China berada di 
dikubu imperialis, SAMA SEKALI TIDAK MAMPU DIA BANTAH!! Itulah fakta yang 
seharusnya dia bantah, klo memang jujur berdiskusi… Tapi dasar anjing budukan, 
mana bias berdiskusi pakai otak…bisanya ya hanya menggonggong….menggaruk-garuk 
budukannya itu!!!

 

Sent from Mail for Windows

 

From: Chan CT
Sent: Thursday, June 16, 2022 4:51 PM
To: Tatiana Lukman; GELORA45_In
Subject: Re: [GELORA45] Konferensi Tingkat Menteri WTO Ke-12 Fokuskan Beberapa 
Urusan Krusial

 

Hehehee, ini nenek radikalis, ...! Tidak berani melihat kenyataan hidup didunia 
yang begitu rumit dan kampleks, dimana sudah ratusan tahun dikangkangi 
kapitalis maju, khususnya kapitalisme-imperialisme AS 100 tahun terakhir ini! 
Dimana AS mendirikan dan menggunakan PBB, WTO, WHO, ... mengangkangi dunia 
selama ini. Lalu, bagaimana melawan dan bisa mengalahkan 
kapitalisme-imperialisme kalau tidak masuk tergabung di organisasi 
internasional macam PBB, WTO, WHO itu? Cukup berteriak-teriak diluar dengan 
demo-demo saja, ...?

 

Setelah bisa tergabung, apa bisa menangkan perjuangan TANPA keberhasilan 
menyadarkan kebusukan AS dan menyatukan negara-negara didunia? Bukankah RRT 
diterima dalam WTO, AS hendak menggempur hancur ekonomi Tiongkok dengan 
“kebebasan dagang” di WTO. Ternyata, justru ekonomi RRT makin maju dahsyat, 
sampai-sampai Trump di tahun 2018 yang terpental keluar WTO, hehehee, ... 
Sebaliknya AS yang berubah jalankan ekonomi tertutup, dengan lebih melindungi 
kepentingan AS lebih dahulu!

 

Imperialisme AS itu harus dilawan, ... dimanapun dia berada! 

 

 

From: Tatiana Lukman 

Sent: Thursday, June 16, 2022 1:01 AM

To: Chan CT ; 'Jonathan Goeij' via GELORA45 

Subject: RE: [GELORA45] Konferensi Tingkat Menteri WTO Ke-12 Fokuskan Beberapa 
Urusan Krusial

 

Tidak pernah habis-habisnya bukti yang memperlihatkan bagaimana Imperialis 
China Bersama imperialis AS ada di pihak yang menentang rakyat sedunia… Contoh 
dibawah gamblang tak dapat dibantah…China Bersama AS dan kekuatan imperialis 
lainnya serta antek-anteknya berkonferensi untuk menentukan kebijakan yang 
mematikan ekonomi nasional negeri-negeri Dunia Ketiga!!

 

LIhat dibawah bagaimana selama bertahun-tahun rakyat berbagai negeri menentang 
WTO, Lembaga imperialis, dan China ada di dalam WTO!!

 

Mau bukti apa lagi?????

 

 



 

Fight Neoliberal Trade, Junk WTO and Advance the People’s Trade Agenda!


Kong Yee Sai Mau! Junk WTO!!

AISA leader and JNU Students Union President Mona Das participated in the 
protest activities of Asian Students Association (ASA) at Hong Kong during the 
WTO Ministerial. Mona Das reports on the mood of protest at Hong Kong.

Hong Kong , the venue for the 6 th Ministerial meeting of WTO, also witnessed 
congregation of thousands of protestors from across the globe. When rulers of 
the world met in the Convention and Exhibition Centre to decide upon the 
modalities of “free trade”, a few meters from them across the harbour thousands 
of protestors were determined to derail any agreement which would push millions 
in the developing world towards extinction. Farmers, workers, women, students, 
youth, indigeneous people all were united in their protest against US and EU 
dictated terms of globalization. One of the main agendas of this round of 
ministerial meeting was to sign Agreement on Agriculture (AoA). Thousands of 
farmers staged militant protests because the AoA is biased in favour of 
capital-intensive and corporate agribusiness-driven agriculture. There were 
farmers from Korea , Japan , Thailand , Indonesia , Philippines , Latin America 
, Africa , India . For the developing world WTO means death and devastation as 
it threatens the livelihood of the vast masses of the small and marginal 
farmers. The struggle of farmers from developed countries like Korea and Japan 
is to protect their small sized family farms against the onslaught of 
Transnational Corporations.

Students in one voice rejected commercialisation of education. One the main 
slogans of the anti-WTO protest was “Education out of GATS!”. Commercialisation 
of education all across the developing world has meant thousands of students 
being pushed out of the education system. Asian Students’ Association, a 
student youth platform in the Asia Pacific was a part of Hong Kong People’s 
Alliance against WTO and Imperialist Globalization. ASA held a Students’ 
Conference on Education and Globalisation.

Water cannons, tear gas, pepper spray was being used by the police at the drop 
of a hat. On the 17 th December more than a thousand protestors were cordoned 
by the police and the para-military and illegaly detained for more than 9 hours 
in the open on a cold winter night without food and water. They were arrested 
one by one only at 4a.m.on Dec. 18 th . We students, migrant workers, women 
decided to express our solidarity with the protesting farmers being tortured by 
the police and para-military. We marched on the streets of Hong Kong on the 17 
th night with food and water for the farmers detained at the loading docks. We 
appealed to the common people on the streets in the Causeway Bay shopping area 
for their solidarity with the anti-WTO protestors. Our numbers swelled with 
common people from Hong Kong- the hub of capitalism and one of the 
beneficiaries of globalisation. However the para-military immediately responded 
by forcibly stopping our march on gunpoint. The corporate media of Hong Kong 
from the day one was all out to demonise the protestors. The newspapers next 
morning reported the protest as

“ Battle of Wanchai”. Yes! The protestors did wage a battle against WTO, 
people’s battle over profit.

 



Effigy of the WTO on its first outing. At the end of the week it was 
ceremonially beaten and ripped apart.

 

 

WTO Nairobi Ministerial: ‘Permanent solution to Food Security? Junk the WTO!’
No solution in sight from a system that breeds the world’s problems, warns 
global activists a day ahead of the 10th Ministerial Conference of the World 
Trade Organization (WTO) in Nairobi, Kenya

 

Sent from Mail for Windows

 

From: Chan CT
Sent: Tuesday, June 14, 2022 2:29 AM
To: GELORA45_In
Subject: [GELORA45] Konferensi Tingkat Menteri WTO Ke-12 Fokuskan Beberapa 
Urusan Krusial

 

Konferensi Tingkat Menteri WTO Ke-12 Fokuskan Beberapa Urusan Krusial
2022-06-13 11:53:05

https://indonesian.cri.cn/2022/06/13/ARTIL4q8jHlDkwG29dSywvxw220613.shtml?spm=C77783.PVuqMaJp1sU3.EBh5xqK9Mj8L.13
 

 



Konferensi Tingkat Menteri WTO Ke-12 digelar di Jeneva, Swiss pada hari Minggu 
kemarin(12/6).



Konferensi kali ini berlangsung empat hari, para anggota akan mendiskusi 
masalah kekebalan hak intelektual vaksin virus corona, penanganan wabah, 
subsidi perikanan, pertanian, ketahanan bahan pangan dan reformasi WTO, para 
anggota masih akan mengadakan diskusi terkait pekerjaan masa depan WTO.

 



 

Dirjen WTO Ngozi Okonjo-Iweala menyatakan, saat ini dunia sedang menghadapi 
berbagai krisis termasuk wabah virus corona, kelangkaan bahan pangan, perubahan 
iklim dan konflik regional. Berbagai pihak harus bersatu padu, bersama 
mengatasi kesulitan. “Siapa pun tak akan berkembang dengan baik secara 
sendirian,” tuturnya.



Iweala menyatakan, pekerjaan WTO telah mencapai kemajuan. Beberapa urusan 
termasuk HakI vaksin virus corona, penanganan wabah, subsidi perikanan, 
pertanian dan ketahanan bahan pangan telah menjadi rancangan dokumen, 
diharapkan konferensi kali ini dapat mencapai lebih banyak hasil.



Menteri Perdagangan Tiongkok Wang Wentao menghadiri konferensi. Dia menyatakan, 
mekanisme perdagangan multilateral yang berintikan WTO adalah landasan 
perdagangan internasional, Tiongkok bersedia dengan berbagai pihak bersama 
mendorong WTO memainkan peranan lebih besar dalam rehabilitasi ekonomi dunia.



Wang Wentao menyatakan, Tiongkok akan terus memelihara mekanisme perdagangan 
multilateral dengan aksi riil, mendukung reformasi WTO berkembang ke arah 
tepat, reformasi harus meningkatkan fungsi WTO, mendorong globalisasi ekonomi 
agar setiap anggota mendapat keuntungan.



Konferensi Tingkat Menteri WTO adalah badan otoritas pengambilan kebijakan yang 
tertinggi, biasanya digelar setiap dua tahun. Konferensi Tingkat Menteri ke-12 
semula dijadwalkan di ibukota Kazakhstan pada bulan Juni tahun 2020, kemudian 
ditunda karena wabah, dan mengubah tempat penggelaran ke Jeneva.



-- 
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/1AB03360AE7C4814B74F0E2C0B1C96BF%40A10Live.

 

-- 
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/77F19158024046B590F48E8182073780%40A10Live.

 

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/E37B872E65D24BEAB58C46577F3FB145%40A10Live.

Reply via email to