9*9 % penduduk berdiam  di rumah yang ada pekarangannya , mengapa disamping
tanah bunga-bunga  yang ditanam dipekarang tidak ditanam cabe bisa ditanam
cabe untuk kebutuhan sendiri dan bagi-bagi dengan sobat bin sahabat yang
tidak bisa tanam. Selama rezimneo-Mojopahit berkuasa banyak krisis
bertalian dengan masalah pangan. Apakah  krisis-krisis  bisa diatasi dengan
hasil pemilu yang akan datang? *


*Di tanah dingin orang bisa menanam cabe di pot  dan hasilnya lumayan bila
dibandingkan  dengan orang yang mempunyai pekarangan di Indonesia. *

https://www.gatra.com/news-545961-ekonomi-harga-cabai-di-jepara-melojak-tembus-rp80-ribu-perkilo-.html
Harga Cabai di Jepara Melojak, Tembus Rp80 Ribu Perkilo

By *Ahmad*
<https://www.gatra.com/news-545961-ekonomi-harga-cabai-di-jepara-melojak-tembus-rp80-ribu-perkilo-.html>


 16 Juni 2022

[image:
https://static.gatra.com/foldershared/images/2022/Ahmad/06-Jun/IMG_20220615_143849.jpg]

X

Pedagang cabai di Pasar Jepara I tengah berjualan, Rabu (15/6).
(GATRA/Ahmad Muharror)

*Jepara, Gatra.com-* Harga komoditas cabai di pasar tradisional di
Kabupaten Jepara, Jawa Tengah masih melambung tinggi. Belum terlihat
tanda-tanda adanya penurunan harga. Hingga, Rabu (15/6) ini saja, harga
cabai di Pasar Jepara I mencapai Rp80 ribu per kilogram.

Nur Hayati, penjual cabai di Pasar Jepara I mengatakan, untuk harga cabai
setan saat ini mencapai Rp80 ribu. Padahal biasanya hanya Rp60 ribu.
"Kemarin sempat sampai Rp90 ribu per kilogramnya," ujarnya.

Sementara untuk cabe keriting yang semula Rp40 ribu sekarang menjadi Rp50
ribu. Cabe merah semula Rp60 ribu menjadi Rp80 ribu. Jenis cabe rawit
semula Rp40 ribu menjadi Rp50 ribu. "Tomat juga naik dari Rp6 ribu menjadi
Rp12 ribu," imbuhnya.

Menurut Nur, kenaikan harga ini dikarenakan adanya gagal panen para petani
cabai. Selama ini ia dipasok dari petani Kabupaten Kudus. Selain cabai,
kenaikan terjadi pada komoditas bawang merah dan kubis. "Bawang merah
dulunya Rp40 ribu sekilo jadi Rp60 ribu. Kubis semula Rp4 ribu jadi Rp12
ribu," ungkapnya.

Salah satu pengusaha ayam geprek, Bayu Rahman mengaku sangat terdampak
dengan adanya kenaikan harga cabai ini. Selain cabai harga ayam juga naik.
Dengan kenaikan harga cabai ini ia terpaksa mengurangi ukuran produknya
untuk menutup kerugian.

"Jika biasanya satu ekor ayam bisa jadi 8 potong, terpaksa harus diperkecil
menjadi 10 potong untuk menutup harga cabai," sebutnya.

Ditanya mengenai harga ayam gepreknya, Rahman mengaku masih sama yaitu Rp15
ribu. Itu sudah termasuk nasi dan minuman. "Kalau harganya saya naikkan,
kawatir kehilangan pelanggan mas," terangnya.

* Reporter:  Ahmad Muharror*
<https://www.gatra.com/news-545961-ekonomi-harga-cabai-di-jepara-melojak-tembus-rp80-ribu-perkilo-.html>
* Editor:   Rohmat Haryadi*
<https://www.gatra.com/news-545961-ekonomi-harga-cabai-di-jepara-melojak-tembus-rp80-ribu-perkilo-.html>

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/CAGjSX2DfDBrKTP%2B4f0yaTP2JmmubbvyAijj-0hijSmSUvK_7qw%40mail.gmail.com.

Reply via email to