Kasih Sayang Ayah Bagaikan Gunung
2022-06-19 
10:55:45https://indonesian.cri.cn/2022/06/19/ARTIP206pZY3kAPYcjfkLPiR220619.shtml?spm=C77783.PVuqMaJp1sU3.EBh5xqK9Mj8L.3

Lukisan cat minyak ‘Ayah’ adalah karya seniman Tiongkok Luo Zhongli pada tahun 
1980. Sosok ayah dalam lukisan ini membuat banyak warga Tiongkok mengenang 
kembali perasaan kasih-sayang ayah. 

Bagi orang Tiongkok umumnya, citra ayah memang selalu serius, diam tetapi giat 
berkerja, menjadi tulang punggung sekeluarga. Terima kasih atas pengorbanan dan 
perjuangan ayah bagi sekeluarga. Selamat Hari Ayah!





































 

“Kehangatan Kasih-Sayang” Ayah, 
Hadiah Istimewa Hari Ayah dari Seniman Tiongkok Han Meilin
2022-06-19 
15:47:18https://indonesian.cri.cn/2022/06/19/ARTICcZFIroB1Fd2ibkhofJP220619.shtml?spm=C77783.PVuqMaJp1sU3.EBh5xqK9Mj8L.1
 

 

Berkenaan Hari Ayah yang jatuh pada 19 Juni, Profesor Han Meilin yang sekaligus 
seniman terkemuka dari Universitas Tsinghua Tiongkok mempersembahkan kepada 
ayah-ayah di berbagai sudut dunia sebuah hadiah istimwa “kehangatan 
kasih-sayang” alias rangkaian karya porselin berupa baju tebal khas Tiongkok 
dengan motif atau coraknya seperti aksara piktografis zaman kuno Tiongkok.



Kasih sayang dari seorang ayah selalu terasa hangat, murni dan sedikit “keras”. 
Cinta ayah yang tercurah untuk anak-anaknya adalah yang sungguh-sungguh dan 
padat, begitu pula sebaliknya, mereka nampaknya tidak menantikan “balas jasa” 
dari anak-anak, melainkan hanya sehelai “baju tebal cilik” yang hangat sebagai 
tanda cinta dari anak-anaknya. 

Karya Han Meilin tersebut mengkombinasi aksara zaman kuno dengan baju tebal 
porselin sehingga memberikan rasa yang sama seperti cinta ayah, sehingga secara 
visual memberikan kesan sangat kuratif,  lembut, dan hangat. Selagi dipegang di 
tangan akan terasa sangat keras, berat, dan tahan digembleng, dibakar atau pun 
diuji oleh waktu. 

Motif aksara huruf kuno yang tertera di karya baju tebal porselin adalah hasil 
penelitian dan ketekunan Han Meilin selama puluhan tahun silam. Dia sejak dulu 
telah mulai mencatat atau mendokumentasikan puluhan ribu tanda huruf atau 
aksara piktografis yang terukir di benda-benda budaya peninggalan berupa tulang 
kura-kura, ukiran batu, mural, tembikar, perunggu, porselin, batu nisan dan 
genderang batu yang menjadi koleksinya. 

Melalui peniruan dan penelitian terhadap aksara piktografis tersebut, Han 
Meilin pun telah menyelesaikan sebuah buku berjudul “Tianshu” atau “Buku dari 
Langit”.



Karya “baju tebal” dalam bentuk porselin adalah hasil senirupawan Chao Ziwei 
yang dulu berguru kepada Han Meilin setelah tamat dari Universitas Tsinghua. 
Oleh karena itu, karya baju tebal porselin dengan corak aksara kuno tersebut 
boleh dikatakan adalah hasil ciptaan bersama antara guru dan anak asuhannya.













-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/C0EA756E2E6B477BA19DE134B508049E%40A10Live.

Reply via email to