Pertemuan ke-14 Pemimpin Negara-negara BRICS Digelar
2022-06-23 
22:30:22https://indonesian.cri.cn/2022/06/23/ARTIBnl6SKg2UzSnxqBgQUjs220623.shtml?spm=C77783.PVuqMaJp1sU3.EBh5xqK9Mj8L.5

Presiden Tiongkok Xi Jinping malam hari ini (23/6) di Beijing secara virtual 
memimpin Pertemuan ke-14 Pemimpin Negara-negara BRICS.
Pertemuan digelar secara virtual dengan tema “Bentuk Kemitraan Yang 
Berkualitas, Ciptakan Zaman Baru Pembangunan Global” dengan dihadiri  Presiden 
Afrika Selatan Matamela Cyril Ramaphosa, Presiden Brasil Jair Messias 
Bolsonaro, Presiden Rusia Vladimir Putin dan Perdana Menteri India Narendra 
Damodardas Modi.

Sekitar pukul 8, pemimpin lima negara BRICS berfoto bersama secara virtual dan 
pertemuan dimulai.



Presiden RRT Xi Jinping menyampaikan pidato bertema ‘Kuasai Arus Zaman, 
Ciptakan Masa Depan yang Cerah’ secara virtual di depan upacara pembukaan Forum 
Bisnis BRICS pada hari Rabu kemarin malam (22/6).

Presiden Xi menunjukkan, saat ini dunia sedang mengalami perubahan yang tiada 
taranya dalam seratus tahun ini dan pandemi Covid-19, berbagai tantangan 
keamanan bermunculan, pemulihan ekonomi dunia amat sulit, pembangunan global 
pun menghadapi kekandasan berat. Menuju kemana dunia ini? Perdamaian atau 
peperangan? Pembangunan atau resesi? Keterbukaan atau ketertutupan? Kerja sama 
atau konfrontasi? Semuanya adalah pertanyaan tantanga zaman yang kita hadapi.

Presiden Xi menekankan, meskipun terkadang mengalami berbagai kendala, tapi 
Tiongkok selalu dapat berkembang maju tanpa berhenti. Meskipun situasi 
internasional berubah secara drastis, tapi tren keterbukaan dan pembangunan tak 
akan berubah, keinginan  untuk bekerja sama dengan bergaendengan tangan 
menghadapi tantangan pun tak akan berubah.

Pertama, kita harus bersolidaritas, bersama-sama memelihara perdamaian dan 
kestabilan dunia.

Kedua, kita harus bergotong royong, bersama-sama mendorong pembangunan 
berkelanjutan global.

Ketiga, kita komunitas senasib sepenanggungan, harus bersama-sama mewujudkan 
kerja sama yang saling menguntungkan.

Keempat, kita harus bersikap inklusif, bersama-sama memperluas keterbukaan dan 
intergrasi.

Presiden Xi menekankan, menghadapi lingkungan pembangunan dalam dan luar negeri 
yang rumit dan serius, Tiongkok giat mengkoordinasikan pencegahan wabah dengan 
pembangunan ekonomi, berpegang teguh pada politik memprioritaskan kepentingan 
rakyat dan keselamatan jiwa, secara maksimal melindungi kesehatan rakyat, serta 
semaksimal mungkin menstabilkan situasi pokok ekonomi. 

Tiongkok akan terus mengintensifkan penyesuaian kembali kebijakan makro, 
mengambil langkah yang lebih efektif, serta berupaya mewujudkan target 
pembangunan ekonomi tahun ini. Pada paro kedua tahun 2022, Tiongkok akan 
mengadakan Kongres Nasional ke-20 Partai Komunis Tiongkok untuk menentukan 
gambar biru pembangunan Tiongkok pada tahap selanjutnya. 

Tiongkok akan bertolak dari tahap pembangunan yang baru, melaksanakan konsep 
pembangunan yang baru, aktif menyusun pola pembangunan yang baru, dan berupaya 
mewujudkan pembangunan bermutu tinggi. Ke depan Tiongkok akan terus 
meningkatkan level keterbukaan, membangun sistem baru ekonomi yang lebih 
terbuka, terus menciptakan lingkungan bisnis yang semakin dimarketisasi, 
dilegalisasi dan diinternasionalisasi. Tiongkok menyambut investasi asing di 
Tiongkok, meningkatkan kerja sama ekonomi dan bersama berbagi peluang 
pembangunan.

Xi Jinping menunjukkan, krisis akan mendatangkan kekacauan, tapi juga memicu 
reformasi, dan kuncinya tergantung pada bagaimana penanggapannya. 

Pihak Tiongkok bersedia bersama dengan mitra BRICS mendorong pelaksanaan 
inisiatif pembangunan global,  mendorong agenda pembangunan berkelanjutan tahun 
2030 PBB, membentuk komunitas pembangunan global dan membantu direalisasinya 
pembangunan global yang lebih kencang, hijau dan sehat.

Xi Jinping menunjukkan, pemikiran Perang Dingin dan politik kekuatan masih 
membayangi seluruh dunia. Ancaman keamanan tradisional dan non-tradisional 
masih terus bermunculan. 

Sejumlah negara berupaya memperluas persekutuan militer untuk memperoleh 
keamanan mutlak dan memaksa negara-negara mengambil pilihan dan menimbulkan 
perlawanan kelompok. Kalau kecenderungan berbahaya ini terus berkembang, dunia 
akan menjadi lebih bergolak. 

Negara-negara BRICS hendaknya mempraktekkan multilateralisme dalam arti 
sesungguhnya, menjunjung keadilan, menentang hegemoni, menentang 
bullying,memelihara solidaritas dan menentang perpecah-belahan. 

Pihak Tiongkok bersedia bersama dengan mitra BRICS menempuh sebuah jalan 
keamanan tipe baru dan memberikan stabilitas dan tenaga positif kepada dunia.

Lebih lanjut Xi Jinping menunjukkan, dengan meninjau kembali satu tahun yang 
lalu, wabah Covid-19 merebak di dunia, pemulihan ekonomi dunia yang 
berliku-liku, dan masalah perdamaian dan keamanan amat menonjol. Menghadapi 
situasi dunia yang serius dan rumit, negara-negara BRICS selalu berpegang pada 
semangat BRICS yang terbuka, inklusif, kooperatif dan mengupayakan kemenangan 
bersama, meningkatkan solidaritas dan kerja sama, dan dengan bergandengan 
tangan mengatasi kesulitan. Mekanisme BRICS menunjukkan ketangguhan dan 
vitalitas, dan kerja sama BRICS mencapai kemajuan dan hasil yang positif.

Xi Jinping menegaskan, pertemuan kali ini bertepatan pada saat krusial ke mana 
masyarakat manusia menuju. Negara-negara BRICS sebagai negara emerging market 
dan negara berkembang yang   besar hendaknya berani memikul tanggung-jawab, dan 
memberikan kekuatan yang positif, stabil dan konstruktif kepada dunia.

Pertama, kita hendaknya mengeluarkan suara yang adil, mendorong masyarakat 
internasional mempraktekkan multilateralisme dalam arti sesungguhnya, 
memelihara sistem internasional dengan PBB sebagai intinya dan tata tertib yang 
berdasarkan hukum internasional, melepaskan pemikiran Perang Dingin dan 
perlawanan kelompok,menentang sanksi secara sepihak, menyalah-gunakan sanksi, 
dan dengan keluarga besar yaitu komunitas senasib sepenanggungan manusia 
menggantikan lingkaran kecil hegemonis.

Kedua, kita hendaknya menebalkan keyakinan mengatasi wabah, bertolak dari sikap 
bertanggung-jawab kepada rakyat dan jiwa, membentuk pagar pengontrolan wabah, 
meningkatkan kerja sama internasional dalam penanggulangan wabah dan menjaga 
bersama kesehatan dan keselamatan jiwa manusia.

Ketiga, kita hedaknya mengumpulkan kekuatan pemulihan ekonomi meningkatkan 
penyelarasan kebijakan makro, menjamin keamanan dan kelancaran rantai industri 
dan rantai pemasok, membentuk ekonomi dunia tipe terbuka, mencegah dan 
melenyapkan resiko dan tantangan yang dihadapi dalam pembagunan dunia, dan 
mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan lebih tangguh.

Ke-empat, kita hendaknya mendorong pembangunan berkelanjutan, mempertahankan 
pikiran pembangunan yang mengutamakan rakyat, meningkatkan alokasi dana di 
bidang-bidang pengentasan kemiskinan, bahan pangan, pendidikan dan kesehatan, 
memajukan pelaksanaan agenda pembangunan berkelanjutn 2030 PBB dan mewujudkan 
pembangunan global yang lebih kencang, hijau dan sehat.



-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/BDF48B5A16414F58B4FB468CC5E4E026%40A10Live.

Reply via email to