Laporan dari China
China "ogah" dituduh jebak negara lain dengan utang
 Senin, 27 Juni 2022 23:31 WIB
 
Sebuah kereta rel listrik (electric multiple unit/EMU) Jalur Kereta China-Laos 
melintasi jembatan utama di atas Sungai Yuanjiang di Provinsi Yunnan, China 
barat daya, (3/12/2021). Jalur Kereta China-Laos, proyek unggulan Inisiatif 
Sabuk dan Jalur Sutra (Belt and Road Initiative/BRI), mulai beroperasi pada 
Jumat (3/12). ANTARA FOTO/Xinhua/Wang Guansen/aww.

Beijing (ANTARA) - China tidak mau dituduh menjebak negara lain dengan utang 
melalui proyek pembangunan Prakarsa Sabuk Jalan (BRI) yang dicanangkan Presiden 
Xi Jinping sejak sembilan tahun yang lalu.

"Tidak ada mitra BRI yang menyetujui apa yang disebut dengan 'jebakan utang'," 
kata juru bicara Kementerian Luar Negeri (MFA) Zhao Lijian di Beijing, Senin.

Menurut dia, BRI sebagai jebakan utang merupakan narasi yang keliru karena 
selama sembilan tahun berjalan, program tersebut menganut prinsip musyawarah, 
berkontribusi bersama, dan bermanfaat untuk masyarakat di negara-negara mitra.

Dengan mengutip perkiraan Bank Dunia, Zhao menjelaskan bahwa jika semua proyek 
infrastruktur transportasi BRI terealisasi, maka pada tahun 2030 BRI akan 
menghasilkan 1,6 triliun dolar AS pendapatan dunia atau sekitar 1,3 dari PDB 
global.

"Lebih dari 90 persen pendapatan akan masuk ke negara-negara mitra," ujarnya.

BRI, lanjut dia, juga akan berkontribusi pada pengentasan 7,6 juta jiwa 
penduduk dari kemiskinan ekstrem dan 32 juta jiwa dari kemiskinan sedang selama 
2015-2030.

Dalam Konferensi Tingkat Tinggi G7 telah disepakati penambahan dana sebesar 600 
miliar dolar AS untuk proyek-proyek infrastruktur di negara-negara berkembang 
sebagai upaya untuk menandingi proyek BRI.

"Terkait dengan inisiatif baru yang diusulkan G7, China selalu menyambut 
positif. Tapi inisiatif semacam itu tidak harus saling menjatuhkan," ujarnya.

Pihaknya akan menentang setiap tindakan kalkulasi geopolitik yang menyudutkan 
BRI.

"Tahun lalu G7 telah mengusulkan inisiatif B3W (Membangun Kembali Dunia yang 
Lebih Baik). Apakah itu B3W atau inisiatif lainnya, dunia ingin melihat 
investasi dan proyek nyata yang akan memberikan manfaat bagi masyarakat," kata 
Zhao dalam pengarahan pers rutin itu. 

Baca juga: Luhut yakin Indonesia terhindar dari jebakan utang Belt and Road
Baca juga: Presiden China janji perkuat sektor jasa di negara BRI
Baca juga: Perdagangan antara Hunan di China dan negara-negara di Sabuk dan 
Jalur Sutra meningkat 
Pewarta: M. Irfan Ilmie
Editor: Atman Ahdiat

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/236B8DF96A9C45BAAC6AF4C3BE6B9BD8%40A10Live.

Reply via email to