Apa Itu ‘Satu Negara Dua Sistem’?
2022-07-01 
14:40:39https://indonesian.cri.cn/2022/07/01/ARTI0w6havM3RxFPslYppQfo220701.shtml?spm=C77783.PVuqMaJp1sU3.EBh5xqK9Mj8L.8




Presiden Tiongkok Xi Jinping tiba di Stasiun Kowloon Barat Hong Kong dengan 
kereta api cepat pada hari Kamis kemarin sore (30/6). Dalam pidatonya Xi 
Jinping menunjukkan, fakta telah membuktikan bahwa prinsip ‘satu negara dua 
sistem’ adalah sistem baik yang menjamin Hong Kong memelihara kemakmuran dan 
kestabilannya dalam jangka panjang, sekaligus sistem yang memelihara 
kesejahteraan warga Hong Kong. Asalkan ‘satu negara dua sistem’ dipertahankan 
dengan teguh, maka Hong Kong pasti akan memiliki masa depan yang lebih indah.




Secara harfiah ‘satu negara dua sistem’ berarti ‘satu negara yang melaksanakan 
dua sistem politik’, yakni di bawah prasyarat satu Tiongkok, bagian induk 
negara melaksanakan sistem sosialis, sedangkan Hong Kong, Makau dan Taiwan 
mempertahankan sistem kapitalis yang sebelumnya sudah ada. Pada awal tahun 
1980-an, demi mewujudkan penyatuan kembali tanah air secara damai, Deng 
Xiaoping selaku pemimpin Tiongkok saat itu, secara inovatif mengajukan gagasan 
ilmiah ‘satu negara dua sistem’, yang kemudian diberlakukan terlebih dulu untuk 
menyelesaikan masalah Hong Kong.



Merujuk pedoman ‘satu negara dua sistem’, pemerintah Tiongkok melakukan 
perundingan diplomatik dengan pemerintah Inggris dan berhasil menyelesaikan 
masalah-masalah peninggalan sejarah terkait Hong Kong.

Pada tanggal 1 Juli 1997, pemerintah Tiongkok memulihkan kedaulatan Hong Kong 
dan berakhirlah penjajahan Inggris di Hong Kong selama satu setengah abad. 
Dengan berdirinya Daerah Administrasi Khusus Hong Kong, warga Hong Kong 
benar-benar menjadi tuan di tanahnya yang merupakan bagian dari wilayah 
Tiongkok.



Praktik selama 25 tahun silam membuktikan bahwa ‘satu negara dua sistem’ bukan 
hanya solusi terbaik untuk menyelesaikan masalah peninggalan sejarah di Hong 
Kong, tapi juga jaminan fundamental bagi perkembangan demokrasi di Daerah 
Administrasi Khusus Hong Kong. Dengan mematuhi prinsip ‘satu negara dua 
sistem’, Hong Kong telah mewujudkan perkembangan pesat ekonomi dan sosialnya 
sejak kembalinya ke pangkuan RRT.

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/0DE358B55C2E45AEA64568D1D23F8407%40A10Live.

Reply via email to