AS Prioritaskan Pemungutan Suara dan Abaikan Kepantingan Rakyat Sipil
2022-07-08 
14:19:18https://indonesian.cri.cn/2022/07/08/ARTIKNtrY5nHWk6Ha98PzZC6220708.shtml

Belakangan ini, dimedia-AS berulang kali menggembar-gemborkan isu pemerintah AS 
yang sedang mendiskusikan pencabutan sebagian tarif tinggi yang dikenakan pada 
produk Tiongkok untuk mengurangi tekanan inflasi yang terus mencetak rekor 
baru. 

Sejumlah media mengutip perkataan narasumber yang menunjukkan bahwa pemerintah 
Biden mungkin akan mencabut ‘tarif kecil’. Seberapa kecil? Sebesar 10 miliar 
dolar AS, atau sekitar 2,7 persen dari 370 miliar dolar AS tarif tinggi yang 
dikenakan kepada Tiongkok.



Di AS, karena egoisme ekstrem politikus dan kelompok kepentingan yang 
berbeda-beda saling mengendalikan satu sama lain, maka hal ini sepenuhnya 
adalah sandiwara lama yang terus diulang-ulang. 

Publik telah melihat jelas dua keadaan: pertama, politikus AS tidak mungkin 
memikul kerugian politik pribadinya di hadapan kepentingan negara, kebutuhan 
perusahaan dan rakyat sipil pada akhirnya tetap bergantung pada ‘pemungutan 
suara’. 

Kedua, dalam masalah pencabutan tarif terhadap Tiongkok, semakin lama 
pemerintah AS menundanya, maka kerugian ekonomi AS akan semakin banyak.



Selama 4 tahun ini, banyak fakta dan angka statistik yang membuktikan bahwa 
perang perdagangan yang dilancarkan AS kepada Tiongkok telah gagal total. Dari 
pertengahan tahun 2018 sampai bulan April tahun 2022, perang perdagangan yang 
dilancarkan AS kepada Tiongkok membuat rakyat AS menghabiskan 129 milyar dolar 
AS lebih banyak. 

Ekonom Wadah Pemikir Tax Foundation AS Alex Durante dalam artikelnya 
mengatakan, tarif yang dikenakan kepada produk Tiongkok hampir semua dipikul 
oleh perusahaan dan konsumen AS, bukan dipikul oleh perusahaan Tiongkok seperti 
yang direncanakan.



Akan tetapi mengapa Washington ragu terhadap hal ini?  Faktor utamanya tetaplah 
‘pemungutan suara’. Untuk memenangkan pemilihan, politikus AS memilih untuk 
mengorbankan rakyat sipil yang meronta-ronta  dalam harga minyak yang tinggi, 
harga properti yang tinggi dan harga pangan yang tinggi. Dilihat dari hal ini, 
apa yang disebut sebagai ‘prioritas AS’ sebenarnya adalah prioritas pemungutan 
suara, sedangkan rakyat sipil disisihkan dan diabaikan.

Menghadapi keraguan pemerintah AS dalam masalah tarif, Tiongkok dengan jelas 
menyatakan sikapnya bahwa pencabutan semua tarif yang dikenakan kepada Tiongkok 
tidak hanya menguntungkan Tiongkok dan AS, tapi juga menguntungkan seluruh 
dunia.

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/A17276058A06466D8CA4BE1B8943161A%40A10Live.

Reply via email to