Menlu Tiongkok Sampaikan Serangkaian Pendapat Perdalam Hubungan Tiongkok-ASEAN
2022-07-13 
11:48:42https://indonesian.cri.cn/2022/07/13/ARTImBvHp0nIafgZgdUu1kJz220713.shtml?spm=C77783.PVuqMaJp1sU3.EBh5xqK9Mj8L.24
Jubir Kemenlu Tiongkok Wang Wenbin dalam jumpa pers hari Senin lalu (11/7) 
mengatakan, Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi menyampaikan pidatonya di 
Sekretariat ASEAN pada tanggal 11 Juli, ia mengajukan serangkaian pendapat dan 
prakarsa untuk lebih lanjut memperdalam hubungan Tiongkok-ASEAN, serta 
mendorong perdamaian dan kemakmuran regional, pidatonya menimbulkan respons 
antusias dari pejabat Sekretariat ASEAN dan para hadirin.




Wang Wenbin mengatakan, Wang Yi dalam pidatonya menunjukkan, tahun ini adalah 
tahun dimulainya hubungan kemitraan strategis komprehensif Tiongkok-ASEAN, 
Tiongkok akan terus mendukung sentralitas ASEAN, terus mendorong penyelesaian 
perselisihan melalui cara Asia, terus mempertahankan strategi pembangunan 
terbuka, terus mendorong kerja sama inovasi iptek, terus mengembangkan 
nilai-nilai Asia, serta bersama-sama menulis artikel baru kerja sama regional 
dan revitalisasi Asia.

Wang Wenbin mengatakan, Wang Yi dalam pidatonya menekankan, terkait prospek 
Asia saat ini, telah muncul dua arah yang sangat berbeda. Yang pertama adalah 
regionalisme yang menjunjung keterbukaan, memelihara multilateralisme sejati, 
serta menjunjung prioritas pembangunan dan mengupayakan kerja sama saling 
menguntungkan, mendorong negara-negara di kawasan agar dapat segera 
menanggulangi wabah dan mewujudkan pembangunan menyeluruh. 

Yang kedua adalah meninjau kembali mentalitas lama perang dingin, melakukan 
politik kelompok tertutup, mengklasifikasikan negara-negara kawasan berdasarkan 
nilai-nilai, mengelompokkan ekonomi regional, bahkan berencana melakukan 
NATOisasi terhadap keamanan Asia-Pasifik.

Wang Wenbin mengatakan, pilihan Tiongkok adalah, bersama dengan negara-negara 
di kawasan termasuk ASEAN, menjunjung konsep perdamaian, pembangunan, mandiri 
dan inklusif, dengan teguh mempratikkan regionalisme terbuka, sekaligus belajar 
dari kecerdasan dan pengalaman peradaban dan praktik Asia, terus memberikan 
makna era baru kepada regionalisme terbuka. 

Hendaknya terus menjunjung konsep hidup berdampingan secara damai, terus 
mempertahankan target pembangunan dan revitalisasi, serta terus menjunjung 
prinsip kemandirian, semangat keterbukaan dan inklusivitas, bersama membangun 
rumah bersama yang damai, tenteram, makmur, indah dan bersahabat.

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/8EBD28F1988A4923AD845909974A7E85%40A10Live.

Reply via email to