TERMASUK DI INDONESIA NIH..! 
Mantan Pejabat AS Akui Bantu Kudeta Rezim Negara Lain 
ByTim 
Redaksi0https://bergelora.com/termasuk-di-indonesia-nih-mantan-pejabat-as-akui-bantu-kudeta-rezim-negara-lain/

JAKARTA – Mantan pejabat tinggi Amerika Serikat, John Bolton, mengakui dirinya 
pernah membantu merencanakan beberapa kudeta pemerintah di negara asing. Hal 
itu terungkap saat wawancara dengan salah satu stasiun televisi ternama, CNN.

Bolton, yang pernah menjadi Dubes Amerika Serikat di PBB dan penasehat keamanan 
nasional di Gedung Putih, diwawancara oleh CNN mengenai dengar pendapat yang 
berlangsung di Capitol Hill terkait dengan aksi penyerbuan tanggal 6 Januari 
2021.


Pada tahun 1965, rakyat yang dicurigai anggota atau simpatisan PKI dan pengikut 
Soekarno dikumpulkan dalam satu lobang dan diikat kemudian dibunuh pakai 
bayonet (Ist) 
Para senator dalam Komite 6 Januari tersebut menuduh mantan Presiden Donald 
Trump melakukan penghasutan supaya massa melakukan kekerasan (penyerbuan ke 
Capitol) sebagai upaya terakhir Trump mempertahankan kekuasaannya meski hasil 
Pemilu kalah dari Joe Biden.

Kepada Jake Tapper dari CNN, Bolton menyebutkan bahwa Trump tidak punya 
kompetensi alias kemampuan cukup untuk merencanakan sebuah kudeta.

“Sebagai orang yang pernah membantu merencanakan sebuah kudeta – bukan disini 
tapi di negara lain- butuh kerja keras. Dan Trump tidak bisa melakukan itu,” 
ujar Bolton.

Sontak, Tapper langsung menembak Bolton, dimana ia pernah membantu sebuah 
kudeta negara lain. Awalnya menolak, Bolton kemudian menyebut Venezuela.

Namun, Tapper seolah tak percaya Bolton hanya sekali saja membantu kudeta 
negara asing. “Sepertinya ada yang tidak Anda katakan kepada saya selain 
Venezuela,” tanya Tapper. Bolton hanya menjawab singkat, “Tentunya.”

Sudah menjadi rahasia umum bahwa pemerintahan Amerika Serikat doyan intervensi 
politik dalam negeri negara lain, bahkan menurunkan rezim yang berkuasa di 
negara lain dengan berbagai cara.

Namun, baru kali ini ada seorang (mantan) pejabat senior Amerika Serikat 
mengakui secara terbuka campur tangan Gedung Putih dalam perpolitikan negara 
asing.


Situasi Indonesia saat kudeta militer 1965. (Ist) 
Pemberontakan Dan Upaya Pembunuhan Soekarno

Kepada Bergelora.com di Jakarta dilaporkan, keterlibatan Amerika Serikat lewat 
lembaga intelejen CIA nya pernah berkali-kali dilakukan di Indonesia semasa 
Presiden Soekarno. Sejak masa pemberontakan DI/TII (1948), PRRI dan Permesta 
(1958-1959).

Termasuk 7 kali upaya.CIA melakukan pembunuhan terhadap presiden Soekarno 
seperti yang dipaparkan dibawah ini.

1. Pelemparan 5 Granat di Cikini (30 Nevember 1957) upaya pembunuhan bung karno

Presiden Soekarno bersama D.N Aidit Perayaan ulang tahun Partai Komunis 
Indonesia – 23 Mei 1965.

Kejadian ini terjadi di depan Sekolah Rakyat Perguruan Cikini.

Saat hendak masuk ke dalam mobilnya, Soekarno dilempar 5 granat dari berbagai 
arah.

Bung Karno berhasil selamat, namun 10 orang harus kehilangan nyawanya karena 
menjadi tameng hidup.

Selain itu, 100 orang lainnya pun diketahui mengalami luka-luka akibat serangan 
yang dilakukan oleh anggota Gerakan Pemuda Islam Indonesia.


Pilot Daniel Maukar. (Ist) 
2. Serangan Pesawat Jet (9 Maret 1960)

Gagal dengan serangan granat, serangan pesawat jet pun dikerahkan untuk 
menumbangkan Bung Karno.

Daniel Maukar, pilot cerdas yang dipengaruhi dan direkrut oleh kelompok 
Perjuangan Rakyat Semesta (Permesta), adalah sosok yang menerbangkan jet Mig-17.

Dia berhasil menyerang 3 tempat, yakni tangki bahan bakar Tanjung Priok, Istana 
Bogor, dan Istana Merdeka.

Aksinya tersebut gagal membunuh Soekarno karena dia sedang berada di gedung 
lain yang berjarak 20 meter dari Istana Merdeka.


Presiden Soekarno saat mengajak Presiden Uni Soviet Nikita Khruschev keliling 
Indonesia. (Ist) 
3. Pencegatan Jembatan Rajamandala (April 1960)

Kemudian, upaya pembunuhan Bunga Karno lainnya dilakukan saat kunjungan Perdana 
Menteri Uni Soviet, Nikita Kruschev, ke Indonesia.

Saat dalam perjalanan ke Jawa Barat, sekelompk anggota DI/TII menghadang 
rombongan saat melintasi Jembatan Rajamandala Cianjur.

Beruntung, pasukan pengawal presiden, Tjakrabirawa dengan sigap berhasil 
meloloskan rombongan dari pencegatan tersebut.

4. Pelemparan Granat di Jalan Cendrawasih, Makassar (7 Januari 1962)

Saat berada di Makassar untuk menghadiri acara di Gedung Olahraga Mattoangin, 
lagi-lagi mobil Soekarno dilempar oleh granat, namun untungnya meleset dan 
mengenai mobil lain.

Pelakunya sendiri diketahui bernama Marcus Latuperissa dan Ida Bagus Surya 
Tenaya yang pada akhirnya divonis hukuman mati.


Presiden Soekarno di tengah sholat Idul Adha di Monas. (Ist) 
5. Penembakan Salat Idul Adha (14 Mei 1962)

Selain terjadi di berbagai situasi yang terjadi di atas, upaya pembunuhan Bung 
Karno pun pernah dilakukan saat salat Idul Adha.

Pelakunya sendiri adalah seorang kiai bernama H Moh Bachrun yang menembak Bung 
Karno saat berdiri di saf terdepan.

Tembakannya meleset dan mengenai Ketua DPR, KH Zainul Arifin yang menjadi imam.

Bachrun pun kemudian dihukum mati, namun menjelang eksekusi, Bung Karno 
memberikan grasi karena tidak tega.

6. Penembakan Mortir oleh Kelompok Kahar Muzakar (1960-an)

Penembakan mortir ini terjadi saat kunjungan kerja ke Sulawesi.

Saat hendak meninggalkan Lapangan Terbang Mandai, sebuah peluru mortir 
ditembakkan ke arah iring-iringan.

Beruntungnya, peluru tersebut meleset jauh dari kendaraan Bung Karno.

Pelakunya sendiri adalah anak buah pimpinan DI/TII, Kahar Muzakar.

7. Granat Cimanggis (Desember 1964)

Seorang pria tidak dikenal tiba-tiba melemparkan sebuah granat ke arah 
rombongan Bung Karno yang sedang melakukan perjalanan menuju Jakarta.

Lagi-lagi lemparan tersebut gagal mengenai mobil karena jarak pelemparan sudah 
di luar jarak kendaraan presiden.


Saat penangkapan pendukung Soekarno 1965. (Ist) 
Kudeta Militer 1965

Keberhasilan operasi CIA dicapai.pada tahun 1965, lewat kudeta militer yang 
dipimpin Jenderal Soeharto Kudeta. Menurut Jenderal (Purn) Kudeta tersebut 
memakan 3 juta korban jiwa pendukung Soekarno. Keterlibatan CIA dalam kudeta 
berdarah di Indonesia itu sudah dibuka sendiri oleh pemerintah Amerika Serikat 
sejak tahun 1980 akhir.

Selama berkuasa sampai tahun 1998 Soeharto mendapat dukungan penuh dari Amerika 
dan barat selama menjaga kepentingan mereka di Indonesia dan Asia Tenggara.

Saat gerakan rakyat dan mahasiswa berhasil mendorong mundur Presiden Soeharto, 
Amerika dan CIA diam-diam mendukung sambil menjaga kepentingannya di Indonesia. 
Menjelang kejatuhannya Soeharto menandatangani Letter of Inten (LoI) yang 
menjamin kelangsungan kepentingan AS di Indonesia. LoI kemudian menjadi dasar 
perubahan UUD’45 lewat amandemen sebanyak 4 kali sejak 1999-2002, yang melucuti 
dasar kedaulatan NKRI sampai hari ini. (Web Warouw)

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/DF3E7FDCD7AA4706BDCE9D59F96DECC7%40A10Live.

Reply via email to