Indonesia Emas 2045? Kalau nanti akan ada emas mengapa tidak gabung atau digabungkan bersama seperti BRIC menjadi BRICI?
https://www.beritasatu.com/ekonomi/954255/bonus-demografi-harus-dimaksimalkan-guna-wujudkan-indonesia-emas-2045 Bonus Demografi Harus Dimaksimalkan Guna Wujudkan Indonesia Emas 2045 Kamis, 21 Juli 2022 | 15:29 WIB Oleh : Thresa Sandra Desfika / CAH <https://www.beritasatu.com/iman-rahman-cahyadi> [image: Founding Partner AC Venture, Pandu Patria Sjahrir.] Founding Partner AC Venture, Pandu Patria Sjahrir. (Foto: istimewa) *Jakarta, Beritasatu.com* – Indonesia harus bisa memanfaatkan dengan maksimal bonus demografi <https://www.beritasatu.com/tag/bonus-demografi> untuk mewujudkan Indonesia Emas <https://www.beritasatu.com/tag/indonesia-emas> pada tahun 2045. *Founding* Partner AC Venture, Pandu Patria Sjahrir mengatakan, pada 2045, jumlah penduduk Indonesia 70% dalam usia produktif (15-64 tahun) dan sisanya 30% merupakan penduduk yang tidak produktif (usia di bawah 14 tahun dan di atas 65 tahun). "Bonus demografi ini harus kita maksimalkan karena akan mendorong perekonomian Indonesia lebih pesat dan mewujudkan impian kita menjadi negara maju. Karena bukan hanya Indonesia yang terus berbenah, namun juga negara lain," kata Pandu dalam keterangan tertulis, Kamis (21/7/2022). *BACA JUGA : **Pendidikan dan Kesehatan Fondasi Capai Generasi Emas <https://www.beritasatu.com/nasional/865269/pendidikan-dan-kesehatan-fondasi-capai-generasi-emas>* Dalam kunjungan ke Prancis pada 2-11 Juli lalu, Pandu mendapat pengalaman dan pelajaran berharga. Ia berbincang dengan politikus dan pebisnis Bruno Bonnell. Prancis dikatakannya memiliki tiga fokus untuk meningkatkan level persaingan mereka pada 2030. Pertama, sektor kesehatan dan penelitian; kedua, sektor akademis melalui penambahan talenta digital di *deep tech* dan di AI; ketiga, transisi energi untuk dekarbonisasi di dunia. "Kita pun tidak mau kalah, secara demografi, kita memiliki populasi terbesar di Asia Tenggara dan terbesar ke-4 di dunia dengan usia rata-rata 26 tahun. Hal itu menjadikan Indonesia salah satu negara dengan tenaga kerja muda yang besar secara global,” ujar Pandu. Lebih lanjut, kata Pandu, pemerintah bersama masyarakat perlu menyiapkan generasi muda yang berpendidikan dan berketerampilan tinggi serta inovatif dengan adopsi teknologi di masyarakat yang semakin baik dan visi ekonomi yang berorientasi industri hilir. Meski demikian, ada tiga tantangan yang dihadapi Indonesia sebelum mencapai target generasi emas 2045 tersebut. Pandu mengatakan, tantangan yang pertama adalah tenaga kerja Indonesia saat ini terdiri dari 78 juta pekerja informal dan hanya 10% dari tenaga kerja yang merupakan lulusan universitas. *BACA JUGA : **Reformasi Digital untuk Persiapkan Generasi Emas <https://www.beritasatu.com/nasional/665571/reformasi-digital-untuk-persiapkan-generasi-emas>* "Sehingga Indonesia membutuhkan lebih banyak tenaga kerja berpendidikan dan berketerampilan tinggi," ucapnya. Kedua, Indonesia perlu memiliki* free movement* tenaga kerja terampil sekaligus meningkatkan kualitas tenaga kerja nasional melalui akses pendidikan global. Harapannya, dalam 20-30 tahun mendatang, Indonesia akan punya talenta yang lebih berkembang. Ketiga, masalah lain adalah Indonesia dihadapkan oleh masalah perubahan iklim yang mengancam kualitas hidup talenta mudanya. "Hal ini diperparah oleh kurangnya talenta muda berbakat yang berpengalaman dan berpengetahuan untuk mengatasi masalah ini," pungkas Pandu. -- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/CAGjSX2Bp78OWv6tH1f5Jtr3Mgfy5WOObx1rH3EvLCkp%3Dqv5L5A%40mail.gmail.com.
