AS-NATO TEPUK TANGAN..! 
Rusia Hancurkan Pangkalan Unit Black Hundred Ukraina, 300 Tentara Tewas 
ByTim 
Redaksi0https://bergelora.com/as-nato-tepuk-tangan-rusia-hancurkan-pangkalan-unit-black-hundred-ukraina-300-tentara-tewas/

Presiden AS, Joe Biden yang paling bertanggung jawan dalam peang melawan Rusia 
di Ukraina. (Ist)
JAKARTA – Ratusan milisi Ukraina yang berlokasi di Republik Rakyat Donetsk 
(DPR) tewas setelah serangan presisi tinggi oleh militer Rusia.

Pernyataan itu diungkapkan Kementerian Pertahanan (Kemhan) Rusia dalam 
konferensi pers harian pada Jumat (22/7/2022). Kemhan Rusia mengatakan pasukan 
Rusia menghancurkan titik penempatan sementara formasi nasionalis “Black 
Hundred” menggunakan persenjataan presisi tinggi berbasis darat.


Milisi Black Hundred Ukraina di Donetsk berupaya mempengaruhi masyarakat untuk 
anti Rusia. (Ist) 
Para milisi pendukung Ukraina itu diduga bersembunyi di gedung sekolah di kota 
Kramatrosk di Republik Rakyat Donetsk.

“Hingga 300 milisi dan lebih dari 40 unit peralatan khusus dieliminasi akibat 
serangan tersebut,” ungkap pengumuman itu. Selain itu, Kemhan Rusia melaporkan 
mengambil gudang amunisi Angkatan Bersenjata Ukraina yang terletak di bagian 
timur kota Nikolaev, sekitar 100 kilometer dari kota pelabuhan Odessa.


Simbol Black Hundred. (Ist) 
Serangan itu juga menewaskan hingga 30 prajurit Ukraina dan enam kendaraan 
lapis baja dan mobil, serta lebih dari 2.000 peluru untuk sistem roket 
peluncuran ganda GRAD MLRS dan sekitar 1.000 peluru untuk howitzer 
self-propelled Akatsiya. Pada Rabu, Kemhan Rusia melaporkan menghancurkan depot 
pasokan Angkatan Bersenjata Ukraina di Soledar, yang terletak di DPR, bersama 
dengan 40 pejuang nasionalis dan sekitar 19 unit kendaraan lapis baja.

Kabar terbaru dari Kementerian Pertahanan Rusia menunjukkan pasukan Rusia 
sejauh ini telah menghancurkan 260 pesawat Ukraina, 144 helikopter, 1.589 
drone, 357 sistem rudal anti-pesawat, 4.141 tank dan kendaraan tempur lapis 
baja lainnya, 762 sistem MRLS, 3.176 artileri lapangan dan mortir, serta 4.453 
unit kendaraan khusus militer.

Kepada Bergelora.com di Jakarta dilaporkan, Rusia mengirim pasukan ke Ukraina 
pada 24 Februari, dengan alasan kegagalan Kiev untuk mengimplementasikan 
perjanjian Minsk, yang dirancang memberi wilayah Donetsk dan Lugansk status 
khusus di dalam negara Ukraina. Protokol, yang ditengahi Jerman dan Prancis, 
pertama kali ditandatangani pada tahun 2014. Mantan Presiden Ukraina Pyotr 
Poroshenko sejak itu mengakui tujuan utama Kiev adalah menggunakan gencatan 
senjata untuk mengulur waktu dan “menciptakan angkatan bersenjata yang kuat.”

Pada Februari 2022, Kremlin mengakui Republik di Donbass sebagai negara merdeka 
dan menuntut agar Ukraina secara resmi menyatakan dirinya sebagai negara netral 
yang tidak akan pernah bergabung dengan blok militer Barat mana pun. Kiev 
menegaskan serangan Rusia benar-benar tidak beralasan. (Web Warouw)

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/87AA8F4B862144A2A8229C129EF52965%40A10Live.

Reply via email to