Heboh Penyegelan 1 Kontainer Senjata Ternyata Miskomunikasi
Dwi Rahmawati, Tim detiksumut - detikNews
Minggu, 24 Jul 2022 21:20 WIB
Foto: Postingan di medsos Facebook dan Twitter soal penemuan 1 kontainer 
senjata militer (Istimewa).

Jakarta - Heboh penemuan satu kontainer berisi senjata di Pelabuhan Peti Kemas 
Panjang, Bandar Lampung. Setelah dikonfirmasi, ternyata senjata tersebut bukan 
ilegal, namun hanya ada miskomunikasi.
Disebut, senjata tersebut milik militer Amerika Serikat dan akan digunakan 
untuk latihan gabungan dengan TNI. Humas PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) 
Panjang, Fran Rahardian, membenarkan soal temuan tersebut dan membantah bahwa 
senjata itu adalah selundupan.

"Senjata itu benar, tapi senjata itu tidak terdaftar dalam manifes. Bukan 
selundupan, itu hoaks," kata Fran saat dihubungi detikSumut, Minggu (24/7/2022).

Baca juga:
Bea Cukai Ungkap Atensi Utama Segel Kontainer Senjata US Army di Lampung

Menurut Fran, senjata itu akan digunakan untuk latihan bersama TNI dengan US 
Army di Baturaja, Sumatera Selatan.

"Bukan selundupan, tetapi pada saat cek Bea Cukai melihat tidak terdaftar dalam 
manifest, jadi harus diperiksa kembali, sekarang sedang diurus oleh Korem," 
kata Fran.

Baca juga:
Ramai Kendaraan dan Alat Tempur AS di Bandar Lampung, Ada Apa?

Senjata untuk Latihan Garuda Shield

Korem 043/Garuda Hitam memberikan penjelasan terkait satu kontainer yang berisi 
senjata disegel oleh Bea Cukai di Pelabuhan Panjang, Lampung. Belakangan 
terungkap bahwa senjata di dalam kontainer itu sejatinya akan digunakan untuk 
latihan bersama Garuda Shield.

"Senjata-senjata itu akan digunakan untuk latihan dalam kegiatan Garuda Shield 
sehingga dilakukan pendataan dan pencocokan sebelum dibawa ke Puslatpur," kata 
Kepala Penerangan Korem 043/Gatam Mayor Cpm Eva Y Kamal seperti dikutip dari 
Antara News, Minggu (24/7/2022)

Dihubungi secara terpisah, Manajer HSSE Pelindo Regional II Panjang, Adhi 
Nugroho, mengungkapkan hal serupa. Adi menjelaskan, senjata yang ada di 
kontainer itu bukan merupakan senjata impor.

Baca juga:
Panglima TNI Ungkap Kontainer Disegel di Lampung Berisi 618 Senjata

"Jadi sebenarnya diklarifikasi, bukanlah senjata impor. Itu adalah alat 
pendukung latihan bersama TNI AD dan Garuda Shield yang dilakukan setiap tahun 
secara rutin," ujar Adi saat dihubungi, Minggu (24/7/2022).

Namun kontainer berisi senjata tersebut disegel lantaran tidak tercantum dalam 
manifes Bea Cukai. Oleh sebab itu, manifes terhadap kontainer itu nantinya akan 
diajukan ulang.

"Ya betul. Mungkin dari agen pelayanan dan agen bongkar muatnya dari si US 
Army," papar Adi.

Panglima sebut ada miskomunikasi. Simak di halaman selanjutnya.

Panglima Sebut Ada Miskomunikasi

Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa memberikan penjelasan mengenai satu 
kontainer berisi senjata milik US Army di Pelabuhan Panjang, yang disegel Bea 
Cukai. Andika mengatakan senjata tersebut bukan barang ilegal.

"Jadi yang kemudian kemarin di Pelabuhan Panjang Bandar Lampung itu adalah 
miss. Tetapi itu bukan sesuatu yang kemudian menjadi ilegal. Itu yang kita 
klarifikasi. Karena memang tugas dari perwakilan negara asing militer negara 
asing yang akan menjelaskan. Kita mengkonfirmasi apakah ini masuk dari 
perangkat material dari militer. Kalau iya kita buatkan approval-nya," kata 
Andika di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Minggu (24/7/2022).

Andika menjelaskan, pemberian security clearance selalu dilakukan. Bahkan, kata 
Andika, mekanisme untuk kedatangan dari luar negeri yang tidak terjadwal juga 
dilakukan.

Baca juga:
Panglima TNI soal 1 Kontainer Senjata Disegel: Ada Miss, Bukan Ilegal

"Jadi proses dan mekanisme pemberian security clearance ini sudah selalu kita 
lakukan bahkan untuk kedatangan yang tidak terjadwal itu ada mekanisme. Nggak 
ada jadwal, nggak rencana tetap, bisa asal kita juga verify atau kita 
konfirmasi," ujar Andika.

Dia menyatakan peristiwa yang terjadi di Lampung merupakan kesalahpahaman di 
lapangan. Namun hal itu sudah diselesaikan dengan mengkonfirmasi langsung ke 
perwakilan Amerika di Indonesia.

"Jadi proses kemarin itu miss di bawah tapi di pihak mereka, yang sebetulnya 
tidak ada masalah. Karena segera kita konfirmasi ke perwakilan militer dari 
Amerika., dalam hal ini di kantor atas pertahanan, khususnya yaitu office of 
the defence cooperation," ujar Andika.

(aik/aik)

Baca artikel detiknews, "Heboh Penyegelan 1 Kontainer Senjata Ternyata 
Miskomunikasi" selengkapnya 
https://news.detik.com/berita/d-6196644/heboh-penyegelan-1-kontainer-senjata-ternyata-miskomunikasi.

Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/80918DF07A774F34BF446996253B22EC%40A10Live.

Reply via email to