Menlu Tiongkok Hadiri Seminar Peringatan 20 Tahun Penandatanganan DoC
2022-07-25 
16:33:42https://indonesian.cri.cn/2022/07/25/ARTI4866jAck4534PLUjdzZV220725.shtml?spm=C77783.PVuqMaJp1sU3.EBh5xqK9Mj8L.1



Senin hari ini (25/7), Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi secara virtual 
menghadiri upacara pembukaan seminar peringatan 20 Tahun Penandatanganan 
Deklarasi tentang Prilaku Para Pihak di Laut Tiongkok Selatan (DoC), dan 
menyampaikan pidatonya.

Wang Yi menyatakan, keberhasilan penandatanganan dan pelaksanaan DoC telah 
membawa serangkaian petunjuk yang penting, pertama, perdamaian dan kestabilan 
di LTS merupakan prasyarat penting bagi pembangunan regional. Kedua, 
negara-negara kawasan merupakan tuan rumah sejati untuk menangani masalah LTS 
dengan baik. Ketiga, pola Asia Timur adalah pendekatan efektif untuk 
menyimpulkan dan memelihara kesepahaman.

Wang Yi mengatakan, beberapa negara besar di luar kawasan demi melindungi 
hegemoninya sendiri, dengan bertolak dari kepentingan pribadinya terus 
melancarkan kekuatannya ke kawasan ini, berniat jahat memperparah perselisihan 
dan menghasut ketegangan, secara langsung merugikan hak dan kepentingan sah 
negara-negara terkait serta ketertiban normal di laut. Menanggapi hal tersebut, 
Tiongkok dan negara-negara ASEAN hendaknya menunjukkan pendirian secara 
terbuka, menyambut jika demi perdamaian dan kerja sama, mengusir jika bertujuan 
menghasut dan memprovokasi konflik.

Wang Yi menekankan, “di bawah kondisi sejarah yang baru, kita hendaknya terus 
memelihara teguh prinsip tujuan DoC tersebut, terus mempraktikkan peraturan dan 
anjuran yang tercantum dalam DoC, terus mempertahankan inisiatif dan dominasi 
penyelesaian masalah LTS oleh negara-negara kawasan sendiri, demi membangun LTS 
menjadi laut perdamaian, laut persahabatan dan laut kerja sama yang 
sesungguhnya.

Pertama, hendaknya terus mempertahankan garis dasar perdamaian. Dengan teguh 
mendukung segala upaya yang bermanfaat bagi penyelesaian dan pengendalian 
perselisihan secara damai, secara terbuka menentang berbagai tindakan dan 
perkataan yang menciptakan ketegangan dan memprovokasi perselisihan di kawasan 
ini.

Kedua, hendaknya terus mendorong dialog dan konsultasi. Terus memperbaiki 
mekanisme dialog yang berkaitan dengan maritim, meningkatkan rasa saling 
percaya melalui komunikasi, dan mendorong keamanan melalui konsultasi, menempuh 
sebuah jalan pengelolaan LTS yang mempertimbangkan kepentingan dan perhatian 
para pihak, demi mewujudkan bersama ketenteraman dan perdamaian jangka panjang 
LTS .

Ketiga, hendaknya terus memperdalam kerja sama maritim. Membebaskan pikiran dan 
berani merintis jalan baru, secara bertahap mendirikan dan menyempurnakan 
mekanisme kerja sama negara pesisir laut, aktif mendorong kerja sama pragmatis 
di bidang penelitian teknologi, perlindungan lingkungan dan SAR.

Keempat, hendaknya terus mendorong konsultasi CoC. Mempercepat penyempurnaan 
dan peningkatan ‘DoC’, sedini mungkin mencapai kode etik yang efektif dan 
pragmatis serta sesuai dengan hukum internasional termasuk ‘Konvensi PBB 
tentang Hukum Laut’.



Wang Yi menyatakan, Tiongkok akan terus menjunjung gagasan diplomatik perifer 
yang ramah, tulus, menyejahterakan dan inklusif, bersedia bersama dengan 
negara-negara ASEAN, berperan sebagai pemelihara perdamaian laut, pembangun 
ketertiban laut, pendorong kerja sama laut dan kontributor perkembangan laut. 
Dirinya yakin, dengan upaya bersama Tiongkok dan negara-negara ASEAN, 
perdamaian dan kestabilan LTS akan terpelihara dengan lebih efektif, tren 
positif dialog dan kerja sama laut akan berkembang lebih lanjut, masa depan LTS 
dan kawasan pasti akan semakin indah dan cemerlang.

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/D500C08BAFAC4C9781CA67EC453300EE%40A10Live.

Reply via email to