https://mediaindonesia.com/internasional/509639/rusia-batasi-suplai-gas-ke-negara-pendukung-ukraina-eropa-terancam-resesi



 Selasa 26 Juli 2022, 13:53 WIB 

Rusia Batasi Suplai Gas ke Negara Pendukung Ukraina, Eropa Terancam Resesi 

Cahya Mulyana | Internasional 

  Rusia Batasi Suplai Gas ke Negara Pendukung Ukraina, Eropa Terancam Resesi 
dok.AFP Raksasa energi Rusia Gazprom, mengurang aliran gas ke Jerman melalui 
pipa Nord Stream 1 akan turun menjadi 33 juta meter kubik, mulai Rabu ( RUSIA 
akan memotong pasokan gas ke Eropa sebagai sanksi telah mendukung Ukraina. 
Sejumlah negara di kawasan itu pun diambang resesi, seperti Jerman. Keputusan 
itu menyusul perintah Presiden Rusia, Vladimir Putin yang memperingatkan Barat 
awal bulan ini bahwa sanksi yang diberikan akan memicu kenaikan harga energi 
global. Raksasa energi Rusia Gazprom, mengutip instruksi dari pengawas 
industri, pada hari Senin mengatakan aliran gas ke Jerman melalui pipa Nord 
Stream 1 akan turun menjadi 33 juta meter kubik per hari mulai Rabu (27/7). Itu 
adalah setengah dari arus yang mengalir, yang sudah hanya 40 persen dari 
kapasitas normal. Sebelum perang, Eropa mengimpor sekitar 40% gasnya dan 30% 
minyaknya dari Rusia. Kremlin mengatakan gangguan gas ke Eropa akibat dari 
pemeliharaan dan sanksi negara-negara Barat. Namun Eropa menuduh Rusia sengaja 
mengurangi pasokan gas sebagai pemerasan energi. Pemerintahan Jerman menilai 
alasan Rusia tidak masuk akal. Hal itu senada dengan pernyataan Presiden 
Ukraina Volodymyr Zelensky yang memperingatkan bahwa Kremlin sedang melancarkan 
perang gas terbuka melawan Eropa. Politisi di Eropa telah berulang kali 
mengatakan Rusia merencanakan untuk memotong pasokan gas sebelum musim dingin 
ini. Dampaknya akan mendorong negara-negara di Eropa khususnya Jerman 
terjerembab ke dalam jurang resesi yang sudah dilanda inflasi tinggi. Namun 
Moskow mengatakan tidak akan menghentikan pasokan gas secara total. Rusia dan 
Ukraina juga menyumbang hampir sepertiga dari ekspor gandum global. Pejabat 
dari Rusia, Turki, Ukraina dan PBB menyepakati perjanjian membuka jalur ekspor 
gandum dari Laut Hitam ke Selat Bosphorus Turki untuk dilanjutkan ke pasar 
global. Moskow menepis kekhawatiran kesepakatan itu dapat digagalkan oleh 
serangan Rusia seperti yang terjadi di Odesa. Rusia mengatakan aksi itu hanya 
menargetkan infrastruktur militer. Gedung Putih mengatakan serangan itu membuat 
dunia meragukan kredibilitas Rusia. Pihaknya pun akan mengawasi dengan cermat 
untuk melihat apakah komitmen akan dipenuhi. "Kami juga akan terus secara aktif 
menjajaki opsi lain dengan komunitas internasional untuk meningkatkan ekspor 
Ukraina melalui jalur darat," kata pejabat Amerika Serikat. Armada Laut Hitam 
Rusia telah memblokir ekspor gandum dari Ukraina sejak invasi Moskow pada 24 
Februari. Moskow menyalahkan sanksi Barat karena memperlambat ekspor makanan 
dan pupuknya dan Ukraina karena menambang pendekatan ke pelabuhannya. 
Berdasarkan kesepakatan tersebut, pesawat khusus akan memandu kapal pembawa 
gandum di sepanjang jalur ekspor. Seorang pejabat Ukraina berharap pengiriman 
biji-bijian pertama dapat dilakukan dari Chornomorsk minggu ini. Zelensky 
bersikeras bahwa perdagangan akan dilanjutkan: "Kami akan mulai mengekspor, dan 
membiarkan para mitra menjaga keamanan," katanya. Menteri Luar Negeri Rusia 
Sergei Lavrov, dalam tur ke negara-negara Afrika, mengatakan tidak ada hambatan 
untuk ekspor gandum dan tidak ada dalam kesepakatan yang mencegah Moskow 
menyerang infrastruktur militer. Kremlin juga mengatakan PBB harus memastikan 
pembatasan pupuk Rusia dan ekspor lainnya dicabut agar kesepakatan biji-bijian 
berhasil. (The Straits Times/OL-13) Baca Juga: Serangan Rusia di Odesa Untuk 
Tekan Militer Ukraina   TAGS: # migas # Gazprom # Rusia # Jerman # resesi # 
Eropa

Sumber: 
https://mediaindonesia.com/internasional/509639/rusia-batasi-suplai-gas-ke-negara-pendukung-ukraina-eropa-terancam-resesi






-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/20220726203429.16e7d81747f756df86daccb0%40upcmail.nl.

Reply via email to