Xi Jinping dan Jokowi Gelar Pembicaraan
2022-07-26 21:01:19

Presiden Tiongkok Xi Jinping Selasa sore (26/7) mengadakan pembicaraan dengan 
Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) di Wisma Tamu Diaoyutai Beijing. Kepala 
kedua negara bertukar pendapat mengenai hubungan bilateral beserta 
masalah-masalah internasional dan regional yang menjadi perhatian bersama. 
Kedua pihak telah mencapai serangkaian kesepahaman penting.



Xi Jinping mengatakan, Presiden Jokowi adalah kepala negara pertama yang 
diterima Tiongkok seusai Olimpiade Musim Dingin Beijing. Hal ini sepenuhnya 
mencerminkan perhatian kedua pihak terhadap pengembangan hubungan 
Tiongkok-Indonesia. Pada tahun-tahun belakangan ini, khususnya di bawah 
pengarahan bersama, hubungan Tiongkok-Indonesia berkembang pesat, dan telah 
memperlihatkan ketangguhan dan daya hidupnya yang kuat. 

Kepercayaan strategis antara kedua pihak semakin meningkat, kerja sama ‘empat 
roda’ di bidang politik, ekonomi, sosbud dan maritim terus diperdalam, kedua 
pihak telah menonjolkan akuntabilitas dalam memelihara perdamaian dan 
kestabilan kawasan serta mendorong persatuan dunia. 

Dengan prestasi-prestasi yang tercapai, kedua negara telah menegakkan teladan 
sebagai negara berkembang yang besar dalam saling bekerja sama, memberdaya 
diri, saling menguntungkan dan menang bersama. Kenyataan membuktikan, 
mengembangkan hubungan Tiongkok-Indonesia tidak hanya sesuai dengan kepentingan 
jangka panjang kedua negara, tapi juga akan memberikan pengaruh yang positif 
dan menjangkau jauh di kawasan maupun dunia. 

Dewasa ini rakyat Tiongkok tengah berjuang demi mewujudkan target perjuangan 
abad kedua dalam proses secara menyeluruh membangun Tiongkok sebagai negara 
kuat sosialis modern. Sementara itu, rakyat Indonesia tengah berjuang demi 
mewujudkan target seratus tahun berdirinya Republik Indonesia pada 2045. 

Saya ingin bersama Yang Mulia, dengan bertolak dari sudut strategis dan jangka 
panjang, terus memimpin hubungan Tiongkok-Indonesia untuk berkembang stabil 
demi lebih baik menyejahterakan rakyat kedua negara, dan memberikan kontribusi 
lebih besar bagi perdamaian dan kestabilan dunia dan regional.

Xi Jinping menandaskan, Tiongkok dan Indonesia memiliki tahap perkembangan yang 
mirip, kedua pihak memiliki kepentingan yang sama, serta ide yang selaras, dan 
senasib sepenanggungan. Membangun komunitas senasib sepenanggungan adalah suara 
hati sekaligus harapan bersama rakyat kedua negara. 

Saya senang kedua pihak telah menetapkan pembangunan komunitas senasib 
sepenanggungan sebagai arah utamanya. Tiongkok bersedia bersama Indonesia 
memperkokoh kepercayaan strategis, dengan teguh saling mendukung pihak lain 
memelihara kedaulatan, keamanan dan kepentingan pembangunan, dengan teguh 
saling mendukung pihak lain menempuh jalan pembangunan yang sesuai dengan 
keadaan negerinya masing-masing, dengan teguh saling mendukung pihak lain 
mengembangkan ekonomi dan meningkatkan taraf hidup rakyat. 

Kedua pihak hendaknya mendorong kerja sama Sabuk dan Jalan yang bermutu tinggi 
terus berkembang untuk membuahkan lebih banyak hasilnya. Kedua pihak akan 
berupaya agar proyek KCJB dapat dirampungkan menurut jadwal, sementara akan 
dengan sebaik-baiknya melaksanakan mega proyek lainnya seperti ‘koridor ekonomi 
terpadu regional’ dan ‘taman industri’. Tiongkok akan terus dan dengan sekuat 
tenaga mendukung Indonesia membangun dirinya sebagai pusat produksi vaksin 
regional, mempererat kerja sama kesehatan publik, dan bersedia terus memperluas 
impor komoditas partai besar dan produk pertanian yang bermutu tinggi dari 
Indonesia. Tiongkok bersedia berpartisipasi dalam pembangunan ibu kota negara 
baru dan Taman Industri Kalimantan Utara, memperluas kerja sama pendanaan, dan 
memupuk titik pertumbuhan baru dalam bidang ekonomi digital dan pembangunan 
hijau.




Xi Jinping menunjukkan, saat ini dunia tengah mengalami perubahan yang tiada 
taranya sepanjang masa. Tiongkok dan Indonesia hendaknya bersolidaritas, 
menunjukkan tanggung jawab dan akuntabilitas sebagai negara besar, 
mengimplementasi multilateralisme sejati, mempertahankan regionalisme yang 
terbuka, serta menyediakan kebijakan Timur dan memberikan kekuatan Asia bagi 
pemerintahan global. Tiongkok dengan sekuat tenaga mendukung presidensi 
Indonesia dalam KTT G20 di Bali, bersedia meningkatkan koordinasi dengan 
Indonesia untuk menjamin kesuksesan penuh KTT tersebut. Tiongkok juga mendukung 
Indonesia berperan sebagai ketua bergilir ASEAN tahun 2023, bersedia 
meningkatkan solidaritas dengan ASEAN, mengutamakan pembangunan ‘lima kampung 
halaman’, dan terus mengoptimalkan fungsi baru kemitraan strategis dan 
komprehensif Tiongkok-ASEAN.

Presiden Jokowi menyatakan, Indonesia dan Tiongkok adalah mitra strategis yang 
komprehensif, dan telah menetapkan target utama dalam pembentukan komunitas 
senasib sepenanggungan, kerja sama antara satu sama lain adalah saling 
menguntungkan dan menang bersama, hal ini tidak hanya membawa kesejahteraan 
kepada rakyat kedua negara, tapi juga telah memberikan sumbangan penting bagi 
perdamaian dan pembangunan regional maupun dunia. 

Dalam situasi internasional yang penuh ketidakpastian saat ini, kerja sama baik 
antara Indonesia dan Tiongkok telah mencerminkan sifat strategis hubungan kedua 
negara, yang merupakan energi positif bagi dunia dan regional. Indonesia akan 
bersama Tiongkok terus memperdalam kemitraan strategis dan komprehensif kedua 
negara untuk memberikan sumbangan lebih besar terhadap perdamaian kawasan dan 
pembangunan global. 

Indonesia mengapresiasi prestasi luar biasa yang dicapai Tiongkok dalam 
pengentasan kemiskinan, Indonesia akan bercermin pada pengalaman sukses 
Tiongkok. Indonesia menyambut Tiongkok aktif berpartisipasi dalam pembangunan 
ibu kota negara baru dan pembangunan Taman Industri Kalimantan Utara yang 
hijau, meningkatkan sinergi antara gagasan Poros Maritim Dunia dengan inisiatif 
Sabuk dan Jalan, memperkuat kerja sama di bidang investasi, teknologi, vaksin 
dan kesehatan. 

Proyek KCJB adalah simbol perkembangan pesat Indonesia. Indonesia bersedia 
berupaya bersama Tiongkok untuk menjamin KCJB dapat dirampungkan menurut 
jadwal, agar proyek itu menjadi monumen persahabatan yang lain lagi bagi kedua 
negara. Indonesia berterima kasih atas dukungan Tiongkok terhadap peran 
Indonesia sebagai presidensi KTT G20. Indonesia akan bekerja sama erat dengan 
Tiongkok untuk mendorong KTT G20 di Bali mencapai sukses. 

Sebagai ketua bergilir ASEAN tahun depan, Indonesia akan berupaya positif demi 
perkembangan hubungan ASEAN-Tiongkok. Kepala kedua negara juga bertukar 
pendapat mengenai krisis Ukraina, dan berpendapat bahwa masyarakat 
internasional seharusnya menciptakan syarat demi perundingan damai, dan 
memainkan peranan konstruktif untuk meredakan situasi Ukraina dan menstabilkan 
ketertiban ekonomi global, dalam rangka bersama memelihara perdamaian dan 
kestabilan regional yang tercapai dengan tidak mudah.

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/EC8E5F95902C498DA4190B01A1B11DED%40A10Live.

Reply via email to