JANJINYA MANIS…! 
Ridwan Kamil Biarkan Siswa Miskin Ditolak Bersekolah, 
DKR Geruduk SMAN 14 Depok 
ByTim 
Redaksi0https://bergelora.com/janjinya-manis-ridwan-kamil-biarkan-siswa-miskin-ditolak-bersekolah-dkr-geruduk-sman-14-depok/

DEPOK- Siswa miskin ditolak sekolah, ratusan relawan Dewan Kesehatan Rakyat 
(DKR), geruduk SMAN 14 Kota Depok.

Masih adanya siswa miskin yang belum mendapatkan sekolah membuat prihatin 
relawan DKR Kota Depok. Demikian disampaikan oleh Roy Pangharapan, Ketua DKR 
Kota Depok kepada pers di Depok Jumat (29/7).

“Ya kami cukup prihatin. Tidak pantes sekolah milik negara menolak siswa miskin 
bersekolah. Karena sekolah adalah hak warga negara siapapun. Negara saja 
mewajibkan semua anak bersekolah, koq bisaada sekolah yang menolak,” ujar Roy 
Pangharapan.

Keprihatinan DKR ini, kemudian diwujudkan dalam suatu Aksi Demontrasi 
solidaritas untuk siswa miskin kota Depok.

“Senjatanya masyarakat miskin ya gak ada lagi selain melakukan demontrasi, 
untuk mencari solusi agar anak tetap dapat sekolah,”tegas Roy Pangharapan.

Menurut DKR, sebelum melakukan demontrasi, pihaknya telah melakukan komunikasi 
dengan pihak sekolah, namun gagal mencapai kesepakatan dan tidak ada solusinya.

“Anehnya gubernur Ridwan Kamil penuh janji semua anak di Jawa Barat bisa 
sekolah. Kemarin omong besar janji lagi sama anak-anak Citayam bisa sekolah. 
Sampai hari ini kasus anak ditolak sekolah didiamkan Gubernur Ridwan Kamil,” 
keluh Roy Pangharapan.

Tanggung Jawab Negara

Sejumlah tokoh hadir pada aksi tersebut diantaranya, dr. Sortaman Saragih, MARS 
Ketua Dewan Pakar DKR Depok, Anton Sujarwo,
Ketua Arema Kota Depok, Ir Jarmud As Tahun, Ketua Umum Bamus Ormas dan LSM Kota 
Depok dan Adi Suman dari INFO DEPOK.

Dokter Sortaman Saragih mengatakan masyarakat Depok jangan diam jika ada anak 
tetangganya tidak bisa makan, tidak bisa sekolah atau tidak bisa berobat.

“Karena semua itu tanggung jawab negara maka kewajiban masyarakat untuk 
mengingatkan penyelenggara negara. Rakyat sudah bayar pajak, jangan sampai ada 
anak Depok tidak sekolah. Kalau ada anak tidak sekolah seharusnya gubernur atau 
walikota mundur karena gagal!” tegasnya.

Setelah ketua DKR melakukan orasi, dengan sigap para aparat keamanan 
memfasilitasi pendemo dengan pihak sekolah.

Kepada Bergelora.com di Depok dilaporkan, sejumlah perwakilan DKR ditambah para 
orang tua siswa langsung ditemui oleh kepala SMAN 14 Kota Depok, Dadi, Spd.

Pertemuan sempat alot, terkait tuntutat DKR kota Depok. Pihak sekolah merasa 
sudah tidak bisa mengakomodir. Namun DKR Kota Depok memiliki data sejumlah 
ruang kelas berisi dari 38 siswa bahkan ada yang lebih.

Bahkan menurut DKR, telah terjadi penambahan ruang kelas diluar ketentuan dari 
4 ruang kelas menjadi 6 ruang kelas 10 atau 1.

“Sempet ada dinamika di ruang kepala SMAN 14, cukup alot, kami siap buka-bukaan 
data. Kami pertanyakan bagaimana caranya siswa masuk untuk tambahan 2 kelas?” 
ujar ketua DKR

Akhirnya, setelah kepala SMA berkoordinasi dengan pimpinan, diakomodir 1 siswa 
dari 3 siswa miskin yang diperjuangkan DKR.

“Ya disepakati 1 dan kami akan terus menuntut 2 siswa miskin yang harus 
sekolah,” pungkas Roy Pengharapan. (Sutoro)

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/1FC13A756BDF4CD3BCED8407011AF845%40A10Live.

Reply via email to