https://www.eramuslim.com/berita/opini/presiden-berpotensi-masuk-jebakan-china.htm



*Presiden Berpotensi Masuk Jebakan China*

Redaksi – Rabu, 26 Zulhijjah 1443 H / 27 Juli 2022 14:30 WIB

PRESIDEN Republik Indonesia Joko Widodo berangkat ke Beijing pada Senin
(25/7/2022), untuk kunjungan ke China. Agenda apa yang akan dibicarakan
semua belum mengetahui.

Peneliti Jepang, Masako Kuranishi dari Universitas Tsurumi dan Universitas
Seigakuin Jepang mengingatkan Indonesia agar sangat hati-hati terhadap
gerakan China di Asia terutama di Indonesia. Jangan sampai salah langkah
kalau tak mau negeri Nusantara ini berantakan nantinya gara-gara China.

China punya rencana atau konsep besar sejak Oktober 2013 terhadap Asia,
yaitu Maritime Silk Road atau sering dijuluki One Belt One Road atau OBOR,
sebuah ide yang dilemparkan oleh Presiden China Xi Jinping.

Secara kasar dikatakan munculnya hegemoni China terhadap negara-negara di
Asia, seperti di Indonesia akan dimulai dengan penguasaan Kereta Api (KA).
Daerah yang dilewati akan dikuasai China.

Awal kerja patungan 60% Indonesia dan 40% China. Ada agenda tersembunyi,
China yakin Indonesia akan susah membayar dan pada akhirnya penguasaan
mayoritas akan beralih ke pihak China. Demikian rencana tenaga kerja sejak
awal sudah dirancang, akan didatangkan dari China. Gesekan dengan warga
pribumi mereka sudah siap.

China akan memberikan pinjaman yang sangat besar ke Indonesia. Kuranishi
sampai heran Indonesia kok mau menerima pinjaman tersebut, dengan bunga 2%,
padahal Jepang bisa memberikan pinjaman dengan bunga 1% per tahun.

China dengan bermuka manis sengaja memberikan pinjaman, China itu tahu
persis Indonesia akan kesulitan mengembalikan pinjamannya, sehingga akan
lebih mudah dikendalikan dan dikuasai menyangkut sumber ekonominya. Itu
kata Masako. China begitu manis untuk Indonesia.

Bahkan, sejak awal China sudah mempersiapkan sebuah tindakan yang juga
diperlukan apabila di Indonesia sampai timbul kerusuhan anti China.

Masuklah proyek infrastruktur dari China: pembangunan 24 pelabuhan, 15
bandar udara (bandara), pembangunan jalan sepanjang 1000 km, jalan kereta
api 8.700 meter, pembangunan tenaga listrik berkapasitas 35.000 Mega Watt.

Itu terjadi setelah Jokowi pidato di KTT APEC di Beijing 8-12 Nopember 2014
yang meminta negara negara pasifik menanamkan modalnya di Indonesia. Ini
langsung ditangkap peluang itu oleh China yang sejak abad ke-13 sudah akan
menguasai Nusantara.

Presiden Jokowi begitu ada tawaran utang (pinjaman) bergerak cepat tanpa
berpikir tentang kemampuan membayar dan resiko utang yang akan terjadi.
Pada 25-27 Maret 2015, China mengkongkritkan rencana pinjaman dan
pembangunan yang dijanjikan China sebelumnya.

Gayung bersambut disetujuinya delapan nota kesepakatan China-Indonesia. Dan
pada 27 Mei 2015 Wakil Perdana Menteri China datang ke Indonesia. China
akan mempererat kerjasama di bidang keamanan politik, ekonomi, dan
perdagangan.

Presiden Jokowi lengah. Dari kedelapan nota kesepahaman tersebut ada
implikasi dan memunculkan isu strategis yang membahayakan negara dengan
datangnya jutaan warga China masuk ke Indonesia. Karena penduduk China
sudah mencapai 1,6 miliar jiwa.

Masuknya warga China ke Indonesia jelas ada skenario lain dari RRC untuk
melakukan Overseas Chinese, untuk menguasai sumber daya lain dengan nafas
Post-neo-colonialism, juga Planted agent RRC di uar negeri.



Kunjungan Presiden Jokowi saat ini ke China diduga kuat tak akan membawa
kebaikan untuk bangsa dan negara ini, tetapi justru membayakan Indonesia
untuk masa depan.

Apalagi Jokowi ketemu Xi Jinping dalam kondisi sangat lemah dari dukungan
ekonomi (karena hutang yang sudah jatuh tempo) dan politik (begitu
berani  mengembalikan TKA yang sudah masuk ke Indonesia) akan ada ancaman
dari China.

Pengamat politik Rocky Gerung meyakini, Jokowi dalam pertemuan itu akan
membahas masalah Ibukota Negara (IKN) dan utang luar negeri
Indonesia.  mengangap, sikap Jokowi dalam membaca geopolitik cenderung
dangkal dengan mengunjungi China, kata Rocky Gerung dikutip dari kanal
YouTube-nya, Rocky Gerung Official, Selasa (26/7/2022).

Bahkan kalau dengan dalih investasi ada agenda menambah hutang kepada
China..habis sudah Indonesia. [FNN
<http://fnn.co.id/post/presiden-berpotensi-masuk-jebakan-china-3>]

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/CAGjSX2DyKEVE-35GpmAb1rswevAXONiCOEvTd5jZ%2BVUbKvXEPQ%40mail.gmail.com.

Reply via email to