Wang Yi : Pelanggaran AS terhadap Kedaulatan Tiongkok
2022-08-03 
12:39:50https://indonesian.cri.cn/2022/08/03/ARTI0cRgochRK32IJ6RTYaXq220803.shtml


Berkenaan pelanggaran AS terhadap kedaulatan Tiongkok, Anggota Dewan Negara 
selaku Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi mengatakan, “Ketua DPR AS Nancy 
Pelosi tidak mempedulikan teguran serius Tiongkok dan secara terang-terangan 
berkunjung ke Taiwan, perbuatan ini dengan serius melanggar prinsip satu 
Tiongkok, berniat  buruk melanggar kedaulatan Tiongkok, secara terbuka 
melakukan provokasi politik, serta menimbulkan kemarahan rakyat Tiongkok dan 
penentangan umum komunitas internasional. 

Hal ini sekali lagi membuktikan, sejumlah politikus AS mrupakan pengacau 
hubungan Tiongkok- AS, dan AS merupakan perusak terbesar bagi perdamaian Selat 
Taiwan dan kestabilan regional”.

“AS jangan berkhayal untuk mencegah upaya penyatuan kembali Tiongkok, merusak 
pembangunan dan revitalisasi Tiongkok, memanipulasi permainan geopolitik, serta 
memutar-balikkan kenyataan”. 

Wang Yi menekankan, penentu utama perdamaian dan kestabilan Selat Taiwan adalah 
prinsip satu Tiongkok, dan pagar sejati hidup berdampingan secara damai antara 
Tiongkok dan AS adalah tiga komunike bersama. 

Mengupayakan kemerdekaan Taiwan dengan mengandalkan AS adalah jalan buntu, 
membendung Tiongkok melalui Taiwan sudah pasti akan gagal total. Dalam mencapai 
target bangsa untuk menyatukan negara, warga Tiongkok mempunyai keberanian 
untuk tidak takut pada kejahatan apa pun, dan mempunyai semangat tidak 
terintimidasi, mempunyai tekad untuk bersatu kompak, serta mempunyai kemampuan 
untuk membela tegas kedaulatan negara dan martabat bangsa.



AS Harus Tanggung Segala Risiko Akibat Rusak Perdamaian dan Stabilitas Selat 
Taiwan
2022-08-03 
12:21:45https://indonesian.cri.cn/2022/08/03/ARTIS0azj3WpfzHoGgEQBkeE220803.shtml



Tanpa mempedulikan penentangan dan teguran serius Tiongkok, Ketua DPR AS Nancy 
Pelosi mengadakan kunjungan ke kawsan Taiwan Tiongkok pada hari Selasa kemarin 
(2/8). Kunjungan ini merupakan provokasi politik serius untuk meningkatkan 
hubungan AS dengan Taiwan, dengan serius melanggar prinsip satu Tiongkok dan 3 
Komunike Bersama Tiongkok-AS, serta melanggar kedaulatan dan keutuhan wilayah 
Tiongkok, kunjungan yang sangat buruk ini bakal mendatangkan akibat yang sangat 
serius. Hal ini sekali lagi menunjukkan bahwa sejumlah politisi AS yang 
mendukung kekuatan ‘Taiwan Merdeka’ adalah perusak terbesar perdamaian dan 
stabilitas Selat Taiwan dan dunia. Tiongkok akan mengambil segala tindakan 
untuk membela kedaulatan dan keutuhan wilayah Tiongkok.

Isu Taiwan adalah kepentingan inti Tiongkok. Deklarasi Kairo tahun 1943 dan 
Deklarasi Potsdam tahun 1945 dengan jelas menyatakan, komunitas internasional 
tidak ada sengketa kedaulatan wilayah atas Taiwan yang dimiliki oleh Tiongkok. 
Tiga Komunike Bersama Tiongkok-AS juga dengan jelas menentukan, AS mengakui 
hanya ada satu Tiongkok di dunia, Taiwan merupakan bagian dari wilayah 
Tioingkok, dan Republik Rakyat Tiongkok adalah satu-satunya pemerintah sah 
Tiongkok.

Sebagai pemimpin nomor 3 dari pihak berwenang AS, Pelosi tentu saja mengetahui 
kenyataan tersebut. Akan tetapi, dia tetap bersikeras mengambil risiko dan sama 
sekali tidak peduli bahwa tindakannya itu akan mendatangkan dampak yang besar 
bagi hubungan Tiongkok-AS, keamanan regional dan AS sendiri. Hal ini membuat 
dunia melihat lebih jelas, penyebab utama meningkatnya ketegangan situasi di 
Selat Taiwan adalah otoritas Taiwan yang bersikeras ‘mengandalkan AS untuk 
mengupayakan kemerdekaan’, sedangkan sejumlah oknum AS selalu ingin mengekang 
Tiongkok melalui Taiwan.

Kunjungan Pelosi ke Taiwan bukannya untuk ‘memperhatikan’ Taiwan tapi bermotif 
politik. Di satu sisi, menjelang pemilihan paruh waktu AS, Pelosi bermaksud 
menantang kepentingan inti Tiongkok untuk menarik suara demi Partai Demokrasi 
yang tingkat dukungannya kini terus menurun, di sisi lain, Pelosi juga ingin 
menambahkan ‘prestasi’ dalam kariernya.

kunjungan Pelosi kali ini tidak bisa mengubah sejarah dan kenyataan bahwa 
Taiwan adalah milik Tiongkok, tidak bisa menghalangi tren sejarah perwujudan 
penyatuan kembali Tiongkok. Kekuatan mana pun dan siapa pun yang bermain api 
dalam isu Taiwan pasti akan terbakar dirinya sendiri.

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/EE1C75DE7FBB432F939B778BBB3784D7%40A10Live.

Reply via email to